​ 4 Tips Atasi Rasa Takut Saat Mulai Berbisnis


Liputan6.com, Jakarta Ketika tengah membangun sebuah bisnis, tentu banyak pengusaha pemula yang memiliki perasaan takut dan cemas akan mengalami kegagalan.

Beberapa pertanyaan yang muncul pada diri sendiri seperti, apakah bisnis ini dimulai dengan cara yang benar? Bagaimana jika tidak ada yang tertarik dengan produk atau jasa yang saya tawarkan? Apakah pemasaran yang dilakukan sudah benar? Bagaimana bila bisnis ini mengalami kegagalan? Bagaimana jika …, dan sebagainya.

Pertanyaan – pertanyaan tersebut mungkin sering terlintas​ dan menghantui pikiran para pemula yang takut jika usaha yang akan atau sedang dijalankannya tersebut berakhir di jurang kegagalan.

Apakah Anda juga pernah berada dalam kondisi seperti itu? Rasa takut gagal yang dibiarkan tumbuh dalam benak biasanya justru dapat memperburuk kinerja dan inovasi saat berbisnis. Karenanya, sesegera mungkin harus diminimalisir.

Lalu, apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa takut sehingga dapat mencegah kesuksesan yang seharusnya layak Anda dapatkan?

Laman Huffington Post memberikan empat tips untuk membantu mengatasi rasa takut bagi para pemula yang ingin mulai berbisnis, berikut ulasannya, Minggu (7/5/2017):

 1. Perluas Zona Kenyamanan Anda

 Memiliki bisnis adalah tentang mengambil risiko. Ini mungkin salah satu alasan bagi pengusaha yang sangat gigih memperjuangkan bisnisnya. Dalam hal ini biasanya mereka begitu sering yang melakukan usaha dengan cara memperluas zona nyaman, karena mereka sadar bahwa tidak ada jaminan untuk sukses.

Setiap hari, Anda harus bersedia mengambil risiko dari kemungkinan gagal. Jangan takut untuk memulai dan carilah cara dalam mengatasi kegagalan, Anda pun harus sadar  bahwa inilah usaha yang yang perlu dilakukan untuk menjadi maju.

Sebagai contoh, Sergey Brin, salah satu pendiri Google yang lahir di Moskow pada masa Uni Soviet datang ke Amerika saat ia baru berusia enam tahun.

Brin menempuh pendidikan ilmu komputer untuk mencapai gelar Ph.D. di Stanford University.

Namun ia keluar dari kampus dan mencoba memulai bisnis Google. Kini, Brin memiliki 16 persen saham dari salah satu perusahaan terbesar di dunia tersebut dan mengawasi proyek khusus di Google seperti mobil penggerak sendiri dan Google Glass.

Brin sadar meski keluar dari zona nyaman, tapi itu justru suatu risiko yang harus diambil jika ingin mencapai sukses!

2. Jaga Sikap Positif

Pernahkah Anda berdiam dan memikirkan tentang kegagalan serta hasilnya akan seperti apa? Pemikiran seperti, “Jika presentasi saya tidak diterima oleh perusahaan dan saya tidak akan pernah bisa mendapatkan kesempatan lagi di perusahaan ini bagaimana?”

Satu-satunya hal yang membuat sikap negatif ini adalah menciptakan kekhawatiran yang tidak perlu untuk mempersiapkan hasil terburuk. Sebagai pengusaha, penting untuk tetap bersikap positif.

Sebelum Anda pergi untuk presentasi atau menghadiri pertemuan penting, visualisasikan kesuksesan yang akan Anda alami saat Anda melewati pintu masuk dan bisa mengesankan orang-orang yang ada di ruangan itu.

Luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan tantangan atau hambatan yang mungkin terjadi saat Anda berada di sana dan buatlah daftarnya. Apa kemungkinan yang bisa terjadi? Kemudian cari tahu bagaimana Anda akan menaklukannya jika hal itu terjadi.

 

3. Gunakan Persiapan untuk Mengatasi Ketakutan Anda

 Upaya mengatasi ketakutan dalam berbisnis, Anda perlu mengurangi beberapa risiko kegagalan. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:

– Tinjau semua hasil potensial. Ini akan membantu Anda memahami dan menghadapi rasa takut yang tidak diketahui. Cara ini akan membantu Anda mempertimbangkan semua kemungkinan sebelum Anda memasuki situasi potensial.

– Pertimbangkan skenario terburuk. Dalam beberapa kasus, mungkin saja bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi setidaknya dengan mempersiapkannya, Anda menyadari bahwa itu mungkin tidak terlalu buruk, dan ini bisa membantu Anda dalam segala hal.

–  Selalu siapkan rencana darurat. Pikirkan hasil potensial dan apa yang dapat Anda lakukan jika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan. Selalu miliki “Rencana B, C atau D” dalam menghadapi suatu masalah.

Andy Grove yang lahir di Hungaria dengan nama Andras Istvan Grof pernah menghabiskan beberapa tahun ​ dengan menggunakan identitas palsu untuk bersembunyi dari Nazi sampai dia melarikan diri ke Austria pada tahun 1956 selama Revolusi Hungaria.

Pada tahun 1957, ketika dia tiba di Amerika Serikat, dia hanya memiliki sedikit uang dan hampir tidak dapat berbicara bahasa Inggris.

Ia belajar kimia dan bekerja sebagai busboy saat pergi ke City College of New York. Pada tahun 1968, dia mendirikan Intel Corporation, ia berhasil berada di posisi CEO dan Chairman perusahaan pada tahun 1977.

Andy telah meninjau semua pilihannya dan memikirkan kemungkinan serta hasil yang akan dia dapat baik positif atau negatif, sebelum dia mencapai kesuksesan.

4. Bersedia Mengalami Kegagalan

Kewirausahaan memiliki peluang serta risiko gagal yang besar, yang berarti kegagalan adalah hasil yang mungkin terjadi selama proses berlangsung. Karenanya Anda harus rela gagal dalam mencapai
​sesuatu yang besar​.

Kuncinya adalah belajar dari kesalahan dan keberhasilan Anda. Pahami bahwa kegagalan ini adalah bagian alami dari proses belajar. Banyak orang, termasuk Mark Cuban, Michael Jordan, dan J.K. Rowling menjadi sukses dan besar karena kegagalan yang pernah ​mereka ​ alami​ sebelumnya​.

Kesempatan untuk terus belajar dan menjadi sukses akan selalu ada. Anda seharusnya tidak melupakan hal ini.

Ingat Setiap orang memiliki ketakutan saat mendekati sesuatu yang baru, entah itu pekerjaan, bisnis, proyek atau apapun yang terjadi dalam hidup.

Tapi kabar baiknya adalah bahwa bagian tersulit saat Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha: Anda telah membuat pilihan yang sangat berani untuk percaya pada kekuatan impian, bakat dan dorongan yang Anda miliki.​

 

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/44412/big/enterpreneur-130707b.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments