1.000 Mahasiswa Universitas Ciputra Pameran Tugas Akhir Model Bisnis Start Up, ini Targetnya

Bisnis

[ad_1]

SURYA.co.id | SURABAYA – Sekitar 1.000 mahasiswa semester 2 Universitas Ciputra memamerkan model bisnis start up miliknya di plaza UC, Rabu (14/6/2017). Sekitar 253 Business Model baru diciptakan mahasiswa.

Firena Intan, mahasiswa International Business Management, Michelle Angeline dari jurusan Culinary Business bersama Bella Christina dan Natthaya Febiola dari Jurusan Hotel pariwisata juga terlibat dalam pameran ini. Bahkan produk mereka masuk menjadi salah satu yang terbaik.

“Produk kami Frozen Flower dengan tagline “froze your moment”. Setiap momen berharga manusia ini bisa menjadi bagian dari frozen flower. Biasanya orang kasih flower bucket, tapi nggak awet, makanya kami ingin mengawetkan bunga dan dijadikan asesories,” jelas Nattaya pada SURYA.co.id sambil menunjukkan produknya yang dikemas dalam kotak hias.

Produk mereka terbuat dari Bunga yangdikeringkan dan dijadikan isian kaca. Kaca ini dibentuk bulat dan hati. Untuk bentuk hati disediakan untuk gantungan kunci, sementara bentuk bulat untuk liontin.

“Kami pemasarannya online dan dari mulut ke mulut. Rencananya mau dikembangkan untuk gelang kulit dengan bermitra dengan produsen berkualitas,”jelasnya.

Model hati dan bulat, untuk gantungan kunci dan liontin. Maunya mengembangkan untuk gelang kulit.Selain tim Nattaya, puluhan produk lain juga dipamerkan dengan ide dan strategi pemasaran yang unik.

Pameran ini digelar sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) dari mata kuliah Entrepreneurship 2 (E2) yang diikuti oleh mahasiswa semester 2 dari semua program studi.

Mata kuliah E2 ini membawa mahasiswa mencari permasalahan-permasalahan nyata yang ada dilapangan, memilih salah satu permasalahan untuk kemudian dilanjutkan dengan riset pasar tentang potensi dan SWOT pesaing-pesaing yang berkecimpung di dalamnya.

Mahasiswa kemudian menggunakan data-data yang diperoleh untuk merumuskan 9 blok dalam Business Model Canvas (BMC). BMC tersebut di tes di pasar atau kepada calon target pasar.

“Melalui mata kuliah proyek nyata ini, mahasiswa dibentuk untuk dapat mendesain model bisnis yang tervalidasi sesuai dengan pendapat dan masalah nyata di lapangan”, ujar Febe Yuanita, Koordinator Mata Kuliah E2 ini.

Koordinator Mata Kuliah E2,Maureen Nuradhi menambahkan, para mahasiswanya ini bukan hanya membuat prototype.

Tetapi mereka juga harus membuat 9 poin dalam bisnis model. Mulai dari value protition, customer segmen, channels, customer relationship, revenue streams untuk metode pembayaran, hingga cost structure untuk pembiayaan internal perusahaan.

Dalam pameran ini, mahasiswa diharapkan bisa menyajikan proses kerjanya dari awal. Dan dari proses tes pada calon target pasar, mahasiswa bisa mengerti apakah asumsi mereka benar terhadap permasalahan yang ditemui dan solusi yang mereka tawarkan.

“Hasil dari E2 yang merupakan BMC ini akan di eksekusi pada mata kuliah E3”, imbuhnya.

http://cdn2.tstatic.net/surabaya/foto/bank/images/bisnis-star-up_20170614_202203.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …