2017, Adhi Karya (ADHI) Mulai Pasarkan Properti Dekat Stasiun LRT


Bisnis.com, JAKARTA – Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., berencana mulai memasarkan properti di sekitar stasiun kereta ringan (light rail transit/LRT) pada 2017.

Rencana itu diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunan 2016 yang dirilis pada Senin (20/2/2017). Seperti diketahui, bisnis utama emiten berkode saham ADHI itu bukan properti, melainkan konstruksi.

Ilustrasi. – Bisnis

“Proyek dengan skala besar ini [LRT] akan meningkatkan kredensial ADHI di bidang konstruksi kereta api. Selain itu, proyek ini berpotensi untuk memicu perkembangan bisnis lainnya di luar LRT, seperti pengembangan properti di sekitar stasiun LRT,” papar manajemen perusahaan.

Pada saat ini, Adhi Karya tengah menggarap pembangunan LRT tahap I sepanjang 43,3 kilometer dengan tiga lintasan yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas yang terletak di Jakarta dan kabupaten sekitar seperti Bekasi.

Adhi Karya telah menandatangani kontrak pekerjaan tersebut senilai Rp23,3 triliun dengan Kementerian Perhubungan pada dua pekan lalu. Kendati demikian, tata cara pembayaran kontrak itu belum diungkapkan kepada publik.

Sejauh ini, bisnis properti adalah bisnis sampingan Adhi Karya, seperti halnya gedung dan manufaktor beton. Manajamen Adhi Karya berpendapat persaingan industri konstruksi sangat ketat sehingga diperlukan diversifikasi bisnis untuk mengurangi volatilitas pendapatan.

“Secara umum, margin laba ketiga bidang tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan dengan margin konstruksi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan margin laba ADHI secara keseluruhan,” papar manajemen perusahaan.

Adhi Karya menjalankan bisnis properti melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Properti. Pada 2016, realisasi kontrak yang diperoleh lini usaha properti mencapai Rp954,3 miliar atau meningkat dibandingkan dengan Rp784,8 miliar pada 2015.

Dari kontrak tersebut, pendapatan usaha yang diperoleh mencapai Rp813,8 miliar atau meningkat Rp203,1 miliar dibandingkan dengan Rp610,6 miliar pada 2015. Salah satu penyebab peningkatan itu adalah adanya grand launching apartemen Adhi Karya yaitu Mardhika Park Tambun dan Grand Taman Melati Margonda (GTMM) II.

“Hal ini juga didukung dengan adanya penjualan apartemen sebanyak 1.396 unit, serta rumah dan ruko sebanyak 74 unit,” tulis manajemen perusahaan.

Selain itu, laba bersih Adhi Karya sebesar Rp315 miliar pada 2016 itu juga didukung oleh kontribusi anak usaha dimana Adhi Persada Properti menyumbang sekitar 42,6%, kemudian PT Adhi Persada Gedung 38,2% dan PT Adhi Persada Beton 2,2%.

“Inisiatif Adhi untuk mengembangkan bisnis di bidang properti, dan hotel diharapkan dapat meningkatkan recurring income di luar bisnis utama konstruksi. Selain itu, ADHI juga mulai mengembangkan investasi di berbagai sektor, seperti kelistrikan dan pengolahan air,” papar manajemen.

http://img.bisnis.com/thumb/posts/2017/02/21/630358/130619_monorail-2.jpg?w=600&h=315



Sumber Artikel

Komentar

comments