5 Konglomerat Indonesia Masuk 500 Orang Terkaya Dunia | Ekonomi


Lima konglomerat Indonesia masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

Solopos.com, JAKARTA — Bloomberg Billionaires Index kembali merilis peringkat 500 orang terkaya di dunia dan lima di antaranya diduduki oleh konglomerat Indonesia.

Pada urutan pertama di Indonesia, muncul nama Budi Hartono dengan total kekayaan mencapai US$10,4 miliar. Total kekayaan ini secara year to date (ytd) meningkat US$1,82 miliar, namun dari index sebelumnya menurun sekitar US$144 miliar. Secara dunia, Budi menempati posisi ke-129 dan di Asia berhasil menempati urutan ke-32.

Menyusul di posisi kedua, Michael Hartono dengan total kekayaan mencapai US$9,9 miliar. Total kekayaan kakak dari Budi Hartono ini secara year to date meningkat US$1,77 miliar, namun dari tahun sebelumnya turun sekitar US$143 miliar. Dia menjajal posisi ke 33 di ASia dan ke 134 dunia.

Seperti yang diketahui, kakak beradik Hartono ini bergerak di beberapa lini bisnis. Salah satu yang terbesar yakni Bank Central Asia (BBCA) dan Grup Djarum. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee melihat industri keuangan di Indonesia termasuk yang kuat, termasuk di dalamnya BBCA.

“Saat ini margin BBCA sangat tebal. Bahkan bank ini memiliki potensi untuk menurunkan bunga. Maka, potensi ini akan menjadi sentimen positif untuk BBCA dan pemegang saham,” ujarnya, Minggu (16/7/2017).

Namun, konglomerasi grup ini pun tidak terlepas dari sentimen negatif. Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah industri rokok. Menurut Hans, saat ini industri rokok di Indonesia memiliki tantangan salah satunya dari tingginya cukai dan iklan. Pemerintah mulai memperketat iklan rokok dan regulasi untuk rokok, sehingga secara perlahan akan mengalami penurunan.

“Saya melihat untuk ke depannya industri ini akan decline [turun]. Industri rokok memasuki fase sunset industry. Diikuti dengan kesadaran masyarakat yang sadar akan kesehatan,” paparnya.

Dari pergerakan kompetitor pun Grup Djarum memiliki beberapa saingan salah satunya dari H M Sampoerna (HMSP). Pasalnya, saat ini HMSP mulai menyasar segmentasi anak muda dengan memproduksi rokok light.

Sedangkan di urutan ketiga terdapat Tank Siok Tjien dengan total valuasi US$9,82 miliar. Valuasi ini secara year to date bertambah US$1,56 miliar, namun menurun US$284 juta.

Tan Siok Tjien merupakan istri dari mendiang pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo. Tan Siok Tjien berada di peringkat 140 dari total 500 nama miliarder di seluruh dunia. Saat ini Gudang Garam dipimpin oleh salah satu putranya, yaitu Susilo Wonowidjojo.

Sedangkan di urutan keempat diduduki oleh Eka Tjipta Widjaja. Pendiri grup Sinar Mas ini memiliki kekayaan US$7,21 miliar. Seperti yang diketahui, Sinar Mas bergerak di beberapa lini bisnis seperti properti, pulp and paper, telekomunikasi, bank dan CPO. Dari sisi properti, Sinar Mas memiliki Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Hans menilai bisnis properti memang tengah mengalami penurunan. Namun, bisnis ini akan memiliki prospek positif di masa depan. Ini akan menjadi sentimen positif ketika bisnis properti mulai meningkat.

“Sedangkan untuk pabrik kertas tjiwi kimia tbk. (TKIM) ini tengah mengalami periode sulit. Pasalnya, saat ini risiko kebakaran hutan mulai meningkat. Ini akan menjadi sentimen negatif,” paparnya. Hans memaparkan untuk bisnis CPO walaupun demand tengah menurun, namun lini bisnis ini akan memiliki potensi positif.

Terakhir di posisi kelima diduduki oleh Prakash Lohia dengan kekayaan US$5,5 miliar. Pendiri grup Indorama ini memiliki kenaikan kekayaan year to date US$1,2 miliar.

Hans memilihat jajaran konglomerat di Indonesia ini dihitung berdasarkan harga saham perusahaan di samping aset lainnya. Ke depannya, Hans melihat jajaran konglomerat ini akan sulit digeser oleh konglomerat lain atau pun yang baru. Pasalnya, para konglomerat ini sudah memiliki usaha sangat lama dan bisnisnya sudah menggurita di mana-mana.

“Para konglomerat ini sudah besar dan menggurita. Para pebisnis ini sudah diuji oleh waktu dan turun jauh pun akan sulit. Namun, tantangan ke depannya akan semakin berat. Model bisnis pun berubah. Itu yang harus yang menjadi perhatian.” tutup Hans.

1 R Budi Hartono (129 dunia)
Net Worth US$10,4 B
2 Michael Hartono (134 dunia)
Net Worth US$9,99 B
3 Tan Siok Tjien (140 dunia)
Net Worth US9,82 B
4 Eka Tjipta Widjaja (210 dunia)
Net Worth US$7,21 B
5 Prakash Lohia (303 dunia) Net Worth US$5,50 B
Sumber: Bloomberg


http://images.solopos.com/2016/12/budi-hartono.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments