5 Tips Mengelola Akuntansi untuk Bisnis Kecil


JAKARTA, KOMPAS.com – Namanya bisnis, baik besar ataupun kecil bukanlah hal yang mudah. Anda harus menaruh banyak konsentrasi kepada bisnis Anda, mulai dari mengurus produk, alur penjualan, pemasukan dan pengeluaran dan tentunya mengelola keuangan secara keseluruhan.

Karena bisnis dijalankan supaya menguntungkan maka Anda harus bisa memutar modal dan menjual produk atau hasil bisnis sehingga menjadi menguntungkan.

Hal ini memang tidak mudah, karena banyak pengusaha yang justru bangkrut dan bukan karena kegagalan dalam berbisnisnya melainkan gagal dalam mengelola keuangan atau akuntansinya.

Berikut ada 5 tips utama yang bisa Anda perhatikan, untuk mengelola akuntansi untuk bisnis yang masih mendasar atau berukuran kecil.

Sistem Yang Jelas

Meskipun memiliki bisnis yang tidak berkembang atau belum berkembang terlalu besar, namun Anda harus bisa menilai mana yang paling dibutuhkan dalam mengatur bisnis. Tips pertama yakni sistem yang teratur dan benar.

Dengan sistem yang benar dalam manajemen atau bisnis kecil, maka akan mudah mengelola akuntansi Anda. Sistem bisa berbagai macam, misalnya job desk, karyawan, alur kerja, sistem manajemen, penggajian karyawan, dan pengelolaan modal usaha.

Jika sistemnya saja sudah salah, maka bisnis ini dijamin akan terus merugi atau bahkan hanya berjalan sementara.

Seringnya bisnis kecil tidak mementingkan sistem karena merasa masih kecil, atau karyawan hanyalah teman-teman atau tetangga dan saudara. Padahal sistem yang benar akan membantu Anda.

Pembayaran yang Jelas

Zaman sudah modern sekarang, ketika berbisnis dulu mungkin melakukan pembayaran dan kerjasama diharuskan menggunakan wesel, cash, dan lainnya. Namun sekarang ini uang sudah bisa ditransfer dengan mudah dan lebih aman.

Sayangnya, pembayaran lewat bank tidak memiliki bukti pembayaran yang berbentuk fisik. Padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk pembukuan dan laporan keuangan dalam bisnis kecil Anda.

Mungkin Anda bisa mempermudahnya dengan pembayaran dan menyertakan bukti invoice atau sejenisnya yang ditandatangani kedua belah pihak baik Anda sebagai pebisnis, atau mereka sebagai partner atau konsumen. Sehingga semua laporan keuangan terbukti lewat fisik dan tentunya aman.

Pembukuan

Meskipun bisnis kecil, tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kerugian tidak terduga, barang hilang, oknum yang tidak bertanggung jawab, atau karyawan yang berlaku curang dalam bisnis kecil Anda.

Cobalah untuk membuat pembukuan rutin yang mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan secara jelas.

Dengan begitu Anda juga bisa mengontrol seberapa banyak pengeluaran dan pemasukan setiap waktu tertentu misalnya perbulannya.

Berapa keuntungan yang didapat atau berapa kerugian yang ditanggung. Pisahkan juga antara pembukuan keuangan pribadi dan bisnis kecil Anda agar tidak tercampur.

Jangan Tergiur Keuntungan

Ketika mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari bisnis kecil Anda maka jangan tergiur akan hal tersebut. Sisihkan keuntungan Anda untuk mengelola keuangan bisnis dan alihkan ke dalam modal kembali.

Buat bisnis Anda menjadi lebih berkembang dan lebih besar. Sehingga usaha Anda tidak selamanya kecil dan diam ditempat saja, beranikan untuk mengembangkan bisnis.

Meskipun tidak mudah namun mengalihkan keuntungan menjadi modal tambahan juga termasuk tips mengelola akuntansi usaha agar tidak habis begitu saja, namun ditambahkan untuk membesarkan bisnis agar keuntungannya menjadi naik selanjutnya.

Pikirkan Rekrutmen Karyawan

Selanjutnya adalah rekrutmen karyawan yang harus dipikirkan. Di mana Anda jangan sembarangan merekrut, selain bisnis masih berukuran kecil, Anda juga memiliki keuntungan dan pemasukan yang masih terbatas.

Pekerjakan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan saja, jangan melebihi kapasitas dan juga kekurangan karyawan sehingga Anda keteteran alias repot sendiri.

Bagaimanapun mereka memiliki hak yang harus dipenuhi termasuk gaji, maka pikirkan juga hal tersebut karena termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola akuntansi penting hukumnya meskipun Anda tergolong bisnis kecil. Bagaimanapun, flow atau alur keuangan dari usaha haruslah terlihat.

Agar keuangan teratur dengan benar, apalagi masalah uang merupakan hal yang paling sensitif dan menyebabkan efek yang besar jika terjadi masalah dan salah satunya adalah kebangkrutan.

Banyak usaha kecil yang akhirnya gulung tikar karena kesalahan pengelolaan atau mengatur keuangan.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/02/01/42081130591.png,0,-0,1)/data/photo/2016/06/29/2235380ThinkstockPhotos-486506872780×390.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments