6 Cara Memvalidasi Ide Bisnis Anda


Bagi sebagian besar Entrepreneur, saat muncul ide bisnis adalah sebuah momen yang tak bisa dilupakan. Ketika muncul sebuah ide usaha, secara bertubi-tubi muncul pula setiap detail ide tersebut. Anda mungkin juga memiliki pengalaman yang serupa saat ide bisnis muncul untuk pertama kalinya. Anda pun seketika itu juga merencanakan bagaimana cara mewujudkan ide bisnis tersebut.

Namun pertanyaannya, apakah ide bisnis tersebut valid? Valid dalam hal ini adalah bagaimana ide tersebut benar-benar diterima di masyarakat dan dapat berkembang menjadi bisnis yang lebih baik. Lalu, bagaimana cara memvalidasi ide bisnis Anda?

1. Jangan simpan dalam hati

Jangan takut orang lain akan mencuri ide Anda. Kesempatan itu akan sangat kecil mengingat orang yang Anda ajak diskusi tidak akan melakukannya karena mereka tahu siapa Anda. Lagipula, hanya Anda orang yang tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Memang ide bisnis Anda adalah hal yang paling berharga. Namun, tanpa tahu bagaimana pendapat orang lain, ide tersebut hanya angan-angan Anda belaka. Katakanlah ide tersebut ke orang-orang sekitar Anda. Carilah sebanyak mungkin pendapat mengenai ide tersebut. Ajaklah orang-orang yang Anda percaya dan opininya benar-benar bernilai bagi Anda mengenai ide bisnis yang Anda buat. Tulis nasehat serta feedback yang mereka berikan.

2. Jangan bertanya kepada sahabat Anda

Sahabat Anda adalah orang yang menyayangi Anda. Jadi, adalah sesuatu yang natural bagi mereka untuk menyenangkan hati Anda. Tidak heran, sangat sulit untuk mendapatkan masukan yang tajam dari mereka. Salah satu cara yang dapat Anda coba adalah dengan mengumpulkan orang yang terkenal kritis. Meskipun kritikan yang diberikan menusuk, namun yang paling penting adalah ketika Anda dapat menemukan seseorang yang berani mengutarakan kritikan pedas mengenai kekurangan ide bisnis Anda. Feedback seperti ini lah yang wajib Anda cari. Bila Anda bisa menjawab kekurangan tersebut dengan jawaban yang bagus, maka ini adalah langkah awal Anda.

3. Pastikan ide bisnis Anda adalah produk yang Anda ingin gunakan

Tanyakan pada diri Anda sendiri: apakah ide bisnis yang Anda miliki merupakan produk atau layanan yang ingin Anda gunakan? Mungkin memang Anda memiliki ide yang benar-benar berguna bagi orang lain, namun bila Anda sendiri tidak mau menggunakannya, siapa yang mau? Intinya, ide Anda haruslah berupa solusi bagi kebutuhan Anda. Bila tidak, maka ide tersebut wajib dipertanyakan.

Saat ini Anda dalam posisi akan menghabiskan waktu Anda untuk mengembangkan bisnis dan mendedikasikan hidup Anda untuk proyek ini. Jangan pernah melewati langkah terpenting ini. Uji coba akan menjamin kesuksesan dari ide Anda. Mungkin hal ini akan membutuhkan waktu beberapa minggu dan menghabiskan sejumlah biaya.

Buatlah contoh produk dan minta orang-orang untuk mencoba produk Anda. Jangan lupa tanyakan pendapat mereka mengenai produk buatan Anda. Bila ide Anda berupa apps, Anda bisa saja menggunakan beta apps ke sejumlah orang sekaligus mengumpulkan data mengenai performa produk Anda.

Cara lain untuk mendapatkan validasi adalah dengan membuat sebuah landing page dengan form sign-up untuk mendapatkan update. Jika ada banyak orang yang melakukan sign-up untuk mendapatkan informasi saat produk Anda diluncurkan, maka Anda dapat memiliki perkiraan untuk market size Anda.

6. Jual Produk Anda bahkan Sebelum Produk Anda Diluncurkan

Ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat? Ide Anda mungkin menjawab permasalahan untuk target market Anda. Namun, apakah ada orang yang mau membayar untuk solusi yang Anda berikan? Akan ada banyak orang yang menjawab “Ya”, namun untuk mendapatkan validasi atas produk tersebut, Anda memerlukan orang yang benar-benar mengeluarkan dompet dan membayar. Survey memanglah penting, namun data tersebut belum dapat disebut sebagai indikator utama dalam proses validasi produk.

Tidak hanya perorangan, Anda dapat mengapproach Startup Accelerator, para profesional dibidang startup ataupun perusahaan yang dapat Anda ajak untuk bekerja sama. Tidak jarang mereka justru dapat memberikan funding untuk produk Anda. Salah satu startup accelerator di Indonesia yang dapat Anda approach adalah Plug and Play Indonesia. Selain memberikan seed funding, Startup Accelerator yang berbasis di Silicon Valley ini juga menjembatani startup dengan perusahaan-perusahaan besar.

Nah, itulah beberapa cara yang tepat untuk memvalidasi ide bisnis. Sebuah ide yang orisinil memang yang paling utama dalam membangun sebuah bisnis. Namun penting juga untuk memahami bagaimana ide tersebut dapat ditangkap oleh masyarakat banyak. Di sinilah peran penting validasi ide. Dengan memahaminya, maka Anda tidak akan terjebak dalam angan-angan tanpa prospek yang jelas. Selamat mencoba!

Plug and Play merupakan Starrtup Accelerator yang berbasis di Silicon Valley dan memiliki visi untuk membangun startup. Tahun 2016 lalu, Plug and Play hadir di Indonesia atas undangan Presiden Jokowi. Saat ini Plug and Play sedang membuka pendaftaran untuk startup-startup yang ingin bergabung di dalamnya.

Plug and Play diundang ke Istana pada akhir 2016 lalu

Beberapa keuntungan yang didapatkan oleh startup yang terpilih di dalam Accelerator Program Plug and Play adalah kesempatan berkolaborasi dengan perusahaan besar, seed funding, mentorship dari Industry Leaders, free coworking space di kawasan Kuningan, kesempatan mengikuti Demo Day di Silicon Valley, dan masih banyak lagi. Pendaftaran tidak dipungut biaya!

Read more about Plug and Play Indonesia here:

https://res.cloudinary.com/kumpar/image/upload/w_1200,c_fill,ar_40:21,g_auto,f_auto/pexels-photo-212286_thkvro.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments