6 Hal Mengapa Investasi Itu Penting


Pada tahun 1994, uang sebesar 5 ribu rupiah dapat anda gunakan untuk belanja ke pasar. Anda bisa mendapatkan setengah ayam mentah, seikat bayam, beberapa ons bawang merah, bumbu dapur lengkap, bahkan masih bersisa untuk dibelikan lauk pelengkap seperti ikan, tahu atau tempe.

Di tahun 2017, uang 5 ribu rupiah tak lagi sama nilainya dengan 5 ribu di tahun 1994, meski nominal yang tertera pada cetakan uang sama-sama 5 ribu rupiah. Saat ini, dengan uang 5 ribu rupiah anda bahkan tidak bisa mendapatkan dua ikat kangkung di pasar tradisional.

Kondisi ini tentu saja menakutkan, bagaimana inflasi secara nyata pelan-pelan menggerogoti nilai uang kita dari waktu ke waktu. Lalu bagaimana cara kita menyikapi penggerusan uang yang pasti terjadi karena? Benarkah investasi merupakan cara yang tepat untuk mengatasinya? Apakah kita akan jatuh miskin jika tidak melakukan investasi?

Beberapa poin berikut akan memperlihatkan kepada anda betapa pentingnya investasi – jika anda tidak ingin jatuh miskin.

1. Musuh Inflasi – Investasi!

Data dari Bank Indonesia yang dilansir oleh liputan6.com, inflasi tahun 2016 mencapai 3,02 persen. Misalkan jika anda memiliki uang 1 juta rupiah di tahun 2015, setelah melewati tahun 2016 uang anda tidak lagi senilai satu juta rupiah. Ini karena uang anda sudah tergerus inflasi sebesar 3,02 persen. Sehingga jika disimulasikan menjadi perhitungan, nilai uang anda adalah sebagai berikut :

Nilai Uang anda tahun 2015: Rp.1 juta

Inflasi 2016: 3,02 persen

Nilai Uang anda tahun 2017 awal: Rp.1 juta – inflasi = Rp.969.800

Bayangkan jika anda mendiamkan uang anda setelah 5 tahun tanpa diinvestasikan dengan asumsi nilai inflasi tetap. Uang anda menjadi :

Nilai uang anda tahun 2015: Rp.1 juta

Asumsi inflasi tetap selama 5 tahun: 5 x 3,02 persen = 15,10%

Nilai uang anda tahun 2021 awal: Rp.1 juta – inflasi = Rp.849.000

Dari simulasi di atas terlihat bahwa uang anda akan berkurang secara pelan-pelan, hingga uang Rp 1 juta di tahun 2015 tak lagi sama nilainya dengan uang Rp 1 juta di tahun 2021. Barang yang dapat anda beli dengan uang Rp.1 juta di tahun 2015, tidak akan lagi bisa anda beli di tahun 2021 meski dengan harga yang sama.

Mengapa? Karena uang anda sudah bernilai Rp.849.000 dan bukan 1 juta lagi. Siklus semacam ini akan terus berlaku hingga anda jatuh miskin. Lalu bagaimana melawan pergerakan inflasi yang tidak mungkin kita cegah? Caranya adalah dengan berinvestasi.

2. Investasi di Keranjang yang Berbeda

Ada banyak bentuk investasi yang ada di Indonesia. Salah satu yang baik untuk anda gunakan adalah menginvestasikan uang anda pada properti (tanah atau rumah) karena nilai investasinya yang naik signifikan tiap tahun, reksadana dengan bagi hasil mencapai belasan persen setiap tahun, saham dan lainnya. Menanamkan modal pada beberapa bisnis yang memiliki prospek juga baik dipertimbangkan sebagai salah satu investasi yang berharga.

3. Lalu bagaimana dengan emas?

Meskipun banyak disukai karena dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang aman, namun Emas lebih tepat dikatakan sebagai instrumen pelindung nilai daripada investasi. Mengapa pelindung nilai? Karena jika anda menginvestasikan uang anda pada emas batangan, uang anda tidak akan berkembang terlalu banyak karena tingkat kenaikan harga emas yang rata-rata sebanding dengan kenaikan inflasi per tahun. Kabar baiknya, dengan membeli emas, nilai uang anda juga tidak berkurang, melainkan tetap.

Kembali lagi ke pilihan investasi, jika anda sudah menentukan instrumen apa yang akan anda ambil untuk berinvestasi, idealnya jangan menanamkan uang pada satu instrumen saja. Hal ini untuk mengantisipasi penurunan ekonomi yang terjadi. Ketika satu instrumen turun, anda masih memiliki dana pada instrumen lainnya sehingga anda tidak akan jatuh miskin.

4. Investasi pada Skill dan Pengetahuan Keuangan

Skill dan pengetahuan keuangan merupakan salah satu intangible asset yang tampaknya tak berwujud namun sesungguhnya bisa menghasilkan. Dengan pengetahuan yang baik akan keuangan, anda akan dengan mudah mengelola dana pribadi anda dan mengendalikan keinginan agar anda selalu punya uang.

Skill apapun saat ini memiliki celah yang mudah untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sehingga jika anda menyisihkan uang untuk mengambil kursus atau apapun yang dapat meningkatkan skill anda, sesungguhnya itu tak apa. Sewaktu-waktu, skill tersebut dapat anda gunakan untuk mencari uang bahkan membangun bisnis yang berkesinambungan.

5. Menabung dan Investasi. Dua Hal yang Berbeda

Menabung bukan berinvestasi. Dilansir dari CNN Indonesia, bunga simpanan tahun 2017 mencapai angka 7,10 persen per tahun. Dengan inflasi yang berada di angka 3,02 persen, tersisa 4,08 persen bagi anda untuk meraup keuntungan. Namun jangan lupa bahwa bank menimpakan pada anda berbagai biaya seperti biaya kartu kredit/debit, biaya transfer, biaya administrasi, dan biaya-biaya lainnya. Sehingga mendiamkan uang di dalam tabungan selama waktu yang lama juga bukanlah suatu tindakan bijak.

Saat ini, menabung membuat uang anda berkurang. Sebaliknya yang anda cari adalah berinvestasi agar uang anda bertambah agar anda tidak jatuh miskin.

6. Kerja dan Berinvestasi

Selama anda masih berada di usia produktif anda, sebaiknya anda lakukan dua hal : bekerja keras, lalu berinvestasi. Kerja keras hanya dapat dilakukan berbatas waktu. Sehingga jika anda santai-santai saja di umur yang masih muda, anda terancam akan jatuh pada kemiskinan di masa tua.

Demikian pula jika anda tidak berinvestasi. Investasi yang baik memerlukan waktu. Ia tidak dapat anda sihir untuk berkembang dalam semalam layaknya anda Harry Potter. Jadi, jika anda belum memiliki investasi hingga tulisan ini anda baca, maka berinvestasilah dari sekarang. Mulailah saat ini juga, agar anda tidak menyesal dikemudian hari ketika sudah terlanjur jatuh dalam lubang kelam yang bernama kemiskinan.

https://gimg.kumpar.com/kumpar/image/upload/w_1200,c_fill,ar_40:21,f_jpg,q_auto/l_b7bjehrq1xhrtbllyjwe,g_south,w_1200/l_text:Verdana_40:SimulasiKredit.com,g_south_west,x_60,y_20,co_white/office-620822_960_720_sgkm6m.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments