76 Persen Perusahaan Indonesia Optimis MEA Tumbuhkan Bisnis


JAKARTA, KOMPAS.com – Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diyakini bakal memberikan berkah pertumbuhan bisnis bagi perusahaan Indonesia. Hal ini berdasarkan studi bertajuk Asian Enterprise Survey yang dilakukan United Overseas Bank (UOB).

Dalam studi itu, terungkap bahwa 76 persen perusahaan Indonesia optimis MEA akan membantu pertumbuhan bisnis mereka seiring terbukanya berbagai peluang perluasan bisnis di wilayah Asia Tenggara.

Optimisme perusahaan Indonesia terhadap MEA tersebut berada di urutan kedua setelah perusahaan Thailand yang menunjukkan tingkat optimisme 83 persen.

Perusahaan-perusahaan Indonesia juga memandang MEA sebagai jawaban dari tantangan pertumbuhan bisnis yang utama, yaitu meningkatnya biaya operasional.

Sebanyak 52 persen responden menyebutkan meningkatnya biaya merupakan tantangan utama dalam pertumbuhan bisnis di Indonesia. Hampir setengah dari seluruh responden Indonesia mengatakan mereka berharap akan dapat membeli berbagai produk dan layanan dengan harga yang lebih kompetitif melalui hadirnya MEA.

Mereka juga mengatakan, MEA akan memberikan manfaat berupa akses ke investor dan modal yang lebih besar, serta kemudahan memperoleh tenaga kerja terampil.

Frederikus Weoseke, Head of Global Markets PT Bank UOB Indonesia mengatakan, perusahaan-perusahaan Indonesia siap meraih berbagai peluang dan manfaat yang tercipta dari lahirnya inisiatif regional, seperti MEA.

“Hasil survei kami menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia sangat optimis terhadap prospek pertumbuhan bisnis di kawasan Asia,” kata Frederikus dalam laporan resmi, Rabu (21/6/2017).

Ia menuturkan, perusahaan-perusahaan Indonesia telah menikmati kinerja keuangan yang kuat dalam tiga tahun terakhir ini. Perusahaan-perusahaan itu pun berharap untuk dapat mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan hubungan antar negara melalui MEA.

“Rasa optimis mereka juga didukung oleh inisiatif reformasi ekonomi dan investasi dalam bidang infrastruktur yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah dilakukan oleh pemerintah,” ujar Frederikus.

Survei dilakukan oleh UOB pada Mei dan Juni 2016 terhadap 2.500 perusahaan dari China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana perusahaan-perusahaan Asia, termasuk Indonesia, meraih berbagai peluang bisnis di tengah-tengah tren ekonomi global dan regional, serta arus perdagangan.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/05/29/38327633201.png,0,-0,1)/data/photo/2015/11/24/0141534trade780x390.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments