Adhi Karya Terus Perkuat Bisnis Properti


Adhi Karya Terus Perkuat Bisnis Properti
Sabtu, 24 Juni 2017 | 4:42

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel sedang mengembangkan megaproyek kawasan Superblok dengan nama LRT City PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel sedang mengembangkan megaproyek kawasan Superblok dengan nama LRT City

JAKARTA – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) kembali memperkuat
bisnis properti. BUMN konstruksi tersebut bakal menjual hunian kelas menengah
di sekitar proyek Light Rail Transit (LRT).

 

Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan mengungkapkan,
sektor properti akan menjadi salah satu fokus perseroan ke depan. Bahkan,
sektor tersebut menjadi mesin pertumbuhan (engine
of growth
) perseroan pada masa yang akan datang.

 

“Yang paling menjadi engine growth perseroan
ke depan adalah kita akan konsen kepada pembangunan di bidang properti. Jadi,
kalau Waskita punya tol, PP punya energi, ADHI melihat bahwa potensi properti
masih cukup besar,” kata Harris di Jakarta, baru-baru ini.

 

Harris menegaskan, properti menjadi pilihan
perseroan karena satu-satunya perusahaan yang memiliki keistimewaan di LRT
adalah Adhi Karya. Perseroan merupakan kontraktor LRT Jakarta. Dengan begitu, perseroan
melihat ada peluang pembangunan property di daerah tersebut.

 

Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut telah membebaskan
tanah sekitar 54 hektare (ha) di sekitar proyek LRT yang berlokasi di Cikoko,
Bekasi Timur, dan Sentul. Total nilai proyek properti itu diperkirakan mencapai
Rp50 triliun hingga Rp60 triliun.

 

“Kapitalisasi yang akan kita himpun dalam delapan tahun
kurang lebih Rp 50-60 triliun. Jadi buat perseroan cukup menjanjikan sampai
5-10 tahun akan datang. Itu baru LRT Jakarta,” ujarnya.

 

Sementara itu, hingga Mei 2017, Adhi Karya
membukukan kontrak baru sebesar Rp 5,3 triliun. Kontributor utama perolehan
kontrak tersebut bersumber dari segmen konst uksi dan energi yang mencapai
92,3% dari total kontrak hingga bulan kelima.

 

Harris Gunawan menyatakan, sejumlah kontrak baru yang
sudah perseroan peroleh adalah proyek penataan Kawasan Komplek Gelora Bung
Karno (GBK) dengan nilai Rp 230,8 miliar. Kemudian, terdapat juga proyek pembangunan
Apartemen Loftvilles City di Tangerang Selatan yang senilai Rp 200 iliar dan
Hotel Platinum di Surabaya dengan nilai proyek pembangunan yang mencapai Rp
153,4 miliar.

 

Khusus proyek Apartemen Loftvilles City dan Hotel
Platinum, Harris mengakui, dikerjakan oleh anak usaha perseroan, yakni PT Adhi
Persada Gedung.

 

“Adapun, terkait pencapaian kontrak baru, perseroan
mencatat sebanyak 70% merupakan proyek untuk pembangunan gedung. Sementara, porsi
sebesar 19,5% itu, merupakan proyek jembatan dan sisanya untuk pembangunan
infrastruktur,” papar dia dalam keterangan resmi.

 

Sejalan dengan keberadaan proyek yang perseroan
bukukan kontraknya, Harris memaparkan, dana dari anggaran pendapatan dan
belanja Negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan pendapatan daerah (APBD)
berkontribusi untuk sumber dana pembangunan proyek yang pihaknya kerjakan
sebesar 28,2%.

 

Selanjutnya, hingga Mei 2017, dana yang berasal
dari BUMN (badan usaha milik negara) berkontribusi sebesar 32,8% dan dana
pembangunan proyek yang berasal dari swasta mencapai 39%,” ujar Harris. (jm)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments