Aerofood Yakini Peluang Pertumbuhan Segmen Industri


Ilustrasi. – .Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA- Vice President Inflight Aerofood, PT Aerofood Indonesia, Afdal Amir mengemukakan bisnis katering penerbangan komersial tahun ini agak menurun dibandingkan tahun ini akibat situasi ekonomi global yang lemah dan ketatnya persaingan.

“Pertumbuhan di penerbangan dipicu oleh peningkatan kuota haji sebesar 20% dan peningkatan jumlah jamaah umrah. Selain itu, pertumbuhan cukup bagus juga terjadi di segmen industri yang mencakup pertambangan, rumah sakit, dan katering perkotaan,” tambahnya.

Menurutnya, kontribusi saat ini masih didominasi oleh bisnis katering penerbangan sebesar 85% dan sisanya sekitar 15% berasal dari segmen industri. Untuk itu, dia meyakini peluang pertumbuhan bagi segmen industri masih terbuka lebar.

Melihat potensi yang ada, Aerofood Indonesia optimistis mampu menambah klien di segmen penerbangan sebanyak 3 klien baru dan 5 klien baru di segmen industri pada tahun ini.

Sementara itu, PT Cardig Anugra Sarana Catering (CAS), anak perusahaan dari PT Cardig Aero Services (CAS) Tbk. menilai prospek katering industri akan menjadi mesin penggenjot pertumbuhan korporasi.

Kinerja pendapatan CAS Food pada tahun lalu terbukti cukup moncer karena tumbuh paling signifikan dibandingkan anak usaha CAS lainnya, yakni mencapai 23% dibandingkan capaian tahun lalu. Adapun, CAS Food ini memiliki dua segmen bisnis yakni inflight catering dan industrial catering & remote.

“Secara proporsi, lini bisnis inflight catering masih dominan ketimbang industri. Peluang pertumbuhan bisnis di segmen industri lebih fleksibel sehingga korporasi tidak perlu [tergantung] kepada keputusan pihak ketiga,” kata Widianawati D. Adhiningrat, Director Chief Corporate Affairs  Officer & Corporate Secretary CAS, di Jakarta, Senin (19/6).

Pasalnya, pasar inflight catering dinilai bergantung kepada ketersediaan slot penerbangan di bandara dan infrastruktur penerbangan. Sebaliknya, pertumbuhan bisnis katering industri tidak bergantung kepada komponen tersebut dan tergantung tingkat agresivitas perusahaan dalam mengikuti tender di sejumlah pabrik-pabrik di Indonesia.

Untuk menggenjot segmen remote catering yang kebanyakan bergantung kepada perusahaan pertambangan dan gas, Widianawati mengungkapkan pangsa pasar katering industri memungkinkan untuk diperluas seiring dengan meningkatnya kebutuhan makanan bagi para pekerja di pabrik atau kawasan industri.

“Kinerja perusahaan pertambangan dan gas yang dilayani pada segmen remote catering belakangan ini tidak terlalu bagus. Lalu untuk mengimbang penurunan itu, segmen industri harus berekspansi,” tuturnya.

Saat ini, klien katering penerbangan yang ditangani CAS Food mencapai 12, sedangkan klien industri dan remote sebanyak 10 klien. CAS Food sendiri berniat menambah klien di segmen penerbangan di kisaran 2-3 klien, sedangkan klien di segmen industri dan remote bisa digenjot lebih dari 5 klien sampai akhir tahun ini

 



Sumber Artikel

Komentar

comments