Afrizal Yunus, Fokus Menjalani Bisnis Properti

Bisnis

[ad_1]

Menjadi broker properti bukan tanpa suka duka. Komisi yang tidak dibayar dan perpanjangan sewa rumah tidak dibayar pernah dialami Afrizal Yunus.

KEMANG – Menjalani bisnis properti bukanlah suatu hal yang mudah, karena kita dituntut untuk dapat fokus dan bersabar dalam meraih hasil yang maksimal. Paling tidak itulah yang diyakini oleh Afrizal Yunus (51).

Baginya, menjadi seorang broker properti lebih banyak bersentuhan dengan dunia marketing. Namun, profesi ini bukanlah hal yang baru bagi Rizal. Sebab, sebelum terjun di dunia properti, dia sudah menjalani bisnis di bidang otomotif dan banyak bermain saham.

“Alasan saya terjun ke dunia properti ini, karena saya melihat bisnis ini cukup menjanjikan dengan tingkat resiko nilai kerugian yang kecil. Karena disini kami tidak jual produk dan hanya mempertemukan antara penjual dan pembeli,” katanya saat berbincang dengan infonitas.com di Kantor Ray White Premier Kemang, Jalan Ampera Raya No.5C, Pasar Minggu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Selama hampir lima tahun menggeluti bisnis properti, banyak pengalaman yang ia dapatkan. Menurutnya, untuk bisa menjadi seorang broker properti dibutuhkan kemauan untuk bekerja keras dan fokus, karena pendapatan seorang broker ditentukan oleh banyaknya rumah yang dijual.

“Selama hampir lima tahun saya bekerja di Ray White Premier Kemang, saya ambil pelajaran. Kalau kita ingin menjadi broker properti yang sukses, maka kita tidak boleh main-main, harus bersabar, kerja keras dan fokus. Dimulai dari menyebar brosur dan pasang iklan, baca koran, pantau sosial media untuk mengetahui apa yang masyarakat butuhkan saat ini,” ungkap Rizal.

Suka Duka

Selama menjalani profesi sebagai broker properti bukan tidak ada kendala yang dihadapinya. Pria yang saat ini menjabat sebagai Manager Ray White Premier Kemang ini pernah beberapa kali merasakan pengalaman pahit. Mulai dari komisi yang tidak dibayar dan perpanjangan sewa rumah tidak dibayar.

Namun meski begitu, Rizal tidak takut untuk terus bergelut di bidang properti. Terlebih dia terus mendapatkan dukungan dari keluarganya. 

Menurut dia, dukungan dari keluarga diberikan tidak semata hanya karena bisnis properti ini menghasilkan. Tapi juga karena profesi ini sangat menjanjikan, hingga akhirnya dia sekeluarga bisa hidup lebih baik dari orang lain dan membiayai pendidikan kuliah kedua anaknya ke luar negeri.

“Meskipun banyak pengalaman pahit selama menjalani profesi ini, saya tidak takut. Karena saya yakin tiap rezeki itu sudah ada yang mengatur, yang saya takutkan hanyalah ketika memakan rezeki orang lain,” paparnya.

Untuk itu, Rizal selalu berusaha agar dapat menjalankan segala sesuatunya dengan fokus, walau bagaimanapun hasilnya nanti. Karena dia meyakini segala sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu hal yang positif.

Selain itu, jika dia pada akhirnya bisa menggoalkan sebuah transaksi, maka komisi yang didapatkan lumayan besar dan bisa digunakan untuk biaya hidup selama tiga bulan kedepan.

“Ya, sukanya kalau kita sukses menjual itu, komisinya lumayan besar. Tapi yang terpenting sebagai seorang marketing, kita harus dapat mengatur keuangan. Karena penghasilan kita tiap bulan itu tidak tetap. Bisa saja bulan ini kita mendapatkan komisi dari penjualan yang besar, tapi bulan depan tidak,” tutur pria yang memiliki hobi touring dan menjelajah ke berbagai daerah di Indonesia ini.

Membagi Waktu Dengan Keluarga 

Meskipun tiap harinya disibukkan dengan berbagai aktivitas di bidang properti, namun tidak membuat Rizal kesulitan untuk membagi waktu bersama keluarga. Salah satu cara yang dia lakukan adalah sengaja mengambil waktu libur satu hari di tiap minggu.

“Saya bekerja dari senin sampai sabtu dan minggunya sengaja saya ambil libur, sebagai waktu khusus untuk keluarga. Karena walau bagaimanapun keluarga itu tetap yang terpenting,” ucapnya.

Kini, menginjak usia setengah abad, Rizal belum tahu pasti sampai kapan dia akan terus menjalankan profesi sebagai seorang broker properti. Terlebih menurutnya, dalam bisnis ini tidak mengenal usia selama seseorang masih memiliki daya ingat yang kuat.

“Di usia yang ke-51 ini, saya hanya menginginkan keluarga bahagia. Karena yang terpenting saya ingin bisa melihat kedua putri saya menikah dan saya dapat menjalani hari tua dengan tenang,” pungkas pria yang lahir di Jakarta pada 12 Desember 1966.

http://infonitas.com/img/post/medium/13-03-17_10.58_.503068_.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

kontraktor kaca dan aluminium composite panel
Bisnis
Spesialis Kontraktor Aluminium Composite Panel Gedung

Fasad & Dinding Tirai dari Aluminium Composite Panel Ringan dan kaca stopol. Spesialis kontraktor kaca dan aluminium composite panel dan juga kaca oleh PT Partindo. Akreditasi jaminan tertutup pasti akan diberikan untuk proyek yang membutuhkan berdasarkan panel serta persyaratan naungan yang memanfaatkan ditambah masalah lingkungan. Aplikasi Alcopan tidak terbatas pada …

daftar harga beton cor ready mix
Bisnis
Harga Beton Cor Readymix Per M3 untuk Wilayah Jakarta

Biaya Beton Semua Set Mix – Jayamix Per M3 Cor K225 Oktober 2017. daftar harga beton cor ready mix tidak terdiri dari jaringan uang tunai, jika lebih besar dari 10 pipeline. Dengan menyewakan pompa berdasarkan tuntutan waktu pemakaiannya bisa mencegah bahaya peralatan menganggur namun tetap perlu membayar uang sewa. Biaya …

Bisnis
Promo Jam Tangan Guess Kw Super Murah

Selamat Datang di jam tangan guess kw super murah – Perbandingan Harga Nomor Situs di Indonesia. Berbeda dengan produk replika yang tidak biasa menemukan cara menulis logo atau merek yang berbeda di beberapa bagian. Untuk informasi lebih lanjut, Kualitas bahan yang tercantum dalam deskripsi pengiklan asli dengan tampilan analog yang …