Antony Japari: Konsisten Investasi produk saham


KONTAN.CO.ID – Pentingnya pengetahuan terhadap produk investasi selalu jadi pegangan Direktur Utama Capital Life Indonesia Antony Japari dalam memilih instrumen investasi. Tak heran ia kerap sukses mengeruk untung dari hasil investasinya.

Antony memulai investasi saat berada di bangku kuliah. Kala itu ia yang hijrah dari Makasar ke Jakarta memilih berkuliah di Institute Business Indonesia. Pada masa itu lah Antony mengenal saham. Teman-temannya berjasa mengenalkan instrumen ini. Ketika semester lima, saya diajak teman main-main ke bursa dan akhirnya tertarik,” kenang dia. Antony pun memutuskan berinvestasi di saham. Ia menyisihkan uang kuliahnya untuk membeli saham di bursa.

Pada tahun 1995-1996, kondisi bursa saham bagus. Salah satu investasi yang masih dia ingat adalah saat membeli saham Sumalindo Lestari Jaya Tbk. Pembelian harus mengantre dan bawa KTP untuk membelinya. Nah, begitu IPO di bursa, langsung saya jual dan harganya naik, kisah dia.

Menurut Antony, pengalaman trading saham tak ubahnya seperti permainan yang seru. Meski jam kuliah, ia selalu siap siaga menerima info dari broker melalui pager-nya. Tak lupa, Antony pun berlangganan surat kabar agar tak ketinggalan info.

Namun, setelah bekerja, ia mulai kesulitan mengelola sendiri investasi sahamnya. Karena terlanjur kepincut dengan investasi saham, ia akhirnya melabuhkan investasinya pada reksadana saham.

Ia memilih reksadana saham lantaran merasa cukup mengerti dan memahami instrumen ini. Maklum Antony sempat bertugas menjadi tenaga marketing reksadana dari PT BII Lend Lease Investment. Dari situ, Antony mendapat pelatihan dan pengetahuan yang cukup soal reksadana.

Selain reksadana, ia pun melirik produk unitlink. Kenapa unitlink? Karena ada proteksinya, tutur dia. Bahkan hingga saat ini, Antony masih membeli unitlink.

Tertarik properti

Meski konsisten membiakkan investasinya melalui reksadana dan unitlink, Antony juga mulai tertarik pada sektor properti. Investasi di properti dimulainya di 2010 dengan membeli sebidang tanah di wilayah Kalimalang, Jakarta Timur.

Nah, di atas tanah tersebut, Antony membangun enam unit rumah toko alias ruko. Lima di antaranya dijual, sedangkan satu unit lagi digunakan untuk bisnis keluarga. Harga jual ruko dibanding biaya pembangunan bagus. Ruko yang saya gunakan nilainya naik terus, bahkan sekarang harganya sudah naik dua kali lipat, jelas Antony.

Selain rumah pribadi, Antony juga memiliki satu unit apartemen yang berlokasi di Sentul. Unit ini dimanfaatkan untuk investasi. Dalam dua tahun, nilai apartemen tersebut sudah melesat 60%.

Saat memulai investasi, Antony sudah memiliki prinsip untuk tidak asal ikut-ikutan dalam menanamkan dananya. Karena itu, sebelum akhirnya berinvestasi, ia memastikan dirinya betul-betul mengerti tentang instrumen yang dipilih. Karena itu, Antony juga tak neko-neko dalam memilih instrumen.

Prinsip tersebut membuatnya enggan memilih instrumen bitcoin maupun komoditas, walaupun keduanya menjanjikan keuntungan besar. Bahkan ayah tiga orang anak ini juga tidak menyimpan investasi dalam bentuk emas batangan.Dengan gaya investasi itu, ia merasa termasuk kategori investor moderat, namun punya kecenderungan agresif.

Selama lebih dari 19 tahun berinvestasi, Antony tentu pernah mengalami untung rugi. Namun, secara rata-rata investasinya selalu mengalami peningkatan. Hanya saja ia mengingatkan bahwa sebagai investor tak boleh bersikap emosional.

Selain itu, butuh pertimbangan jangka panjang dalam investasi. Antony mengambil contoh, ketika bursa sempat turun di tahun 1998, 2002, 2008, hingga 2010 lalu, kebanyakan orang panik dan keluar dari bursa. Sebenarnya, kalau waktu itu saya berani beli saham BCA atau Astra, pasti keuntungannya sudah lebih tinggi dari reksadana, ujar dia.

Setelah sukses mengelola keuangan, Antony juga mulai mengajarkan investasi pada buah hati. Saya masih ajarkan menabung dulu untuk anak-anak saya, ujar dia.

http://photo.kontan.co.id/photo/2017/08/29/1247196186p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments