APLN Berharap Penjualan Apartemen Naik Seiring Isu Relokasi Ibu Kota


BALIKPAPAN, KompasProperti – Permintaan properti diharapkan meningkat pada masa bergulirnya wacana pemindahan ibu kota Negara ke Kalimantan.

Harapan itu termasuk juga penjualan unit apartemen di kawasan terpadu Borneo Bay City (BBC) di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang ditawarkan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

“Ketiga pilihan ibu kota jatuh di Kalimantan. Isu ibu kota membuat Balikpapan jadi seksi. Semua investor melirik. Balikpapan akan segera take off,” kata Manajer Pemasaran BBC Orri Harimansyah, Kamis (27/7/2017).

Pengembang ini menangkap geliat terbesar datang dari calon investor pembeli yang ada di berbagai daerah.

Mereka bertanya dan berhitung keuntungan bila membeli atau menyewakan apartemen di Balikpapan saat ini.

Geliat itu terungkap dari berbagai kegiatan promosi BBC baik di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Investor properti dari daerah-daerah itu tertarik dengan masa depan bisnis properti di Kalimantan Timur dan Balikpapan sebagai pintu masuknya. Keyakinan itu diperkuat dengan bisnis batu bara, gas, dan minyak yang mulai membaik.

Orri menilai pembangunan di Kalimantan Timur makin terarah, terlebih telah dimulainya pembangunan kereta api, pusat-pusat industri, pembangkit listrik, dan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang diperkirakan selesai 2019.

Balikpapan bakal mewujud jadi kota jasa pendukung semua kegiatan itu. APLN pun meyakini, penjualan hunian BBC pun akan membaik.

“Rata-rata pembeli apartemen itu bukan hanya end user, tetapi juga ada yang menyewakan atau menjual kembali dengan harapan harganya terus meningkat. Kami punya investor seperti ini dari proyek-proyek terdahulu,” kata Manajer Penjualan dan Pemasaran BBC Darsono.

Saat ini, APLN menawarkan Executive Business Living (EBL), yakni unit apartemen berkonsep hunian praktis bagi pebisnis super sibuk. Hunian ini ditawarkan lengkap dengan isinya, mulai dari perabotan hingga mebelairnya.

Fasilitas yang ditawarkan adalah kunci elektrik pengganti kunci manual hingga video komunikasi yang terhubung dengan resepsionis untuk mengetahui tamu yang datang.

Apartemen ini ditawarkan dalam jumlah terbatas, yakni 10 unit dengan ukuran 41,4 meter persegi yang mencakup 1 kamar dan 93,3 meter persegi dengan fasitas 3 kamar.

BBC sendiri terdiri dari 1.220 unit dalam bangunan 25 lantai. Unit-unit itu dibanderol seharga antara Rp 800 juta hingga Rp 2,4 miliar.

“Sedangkan EBL mulai dari harga Rp 1 miliar,” kata Darsono.

BBC merupakan kawasan terpadu yang menggabungkan pusat belanja, apartemen, area publik dan rekreasi, juga pusat bisnis dalam satu komplek.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/06/23/39519489272.png,0,-0,1)/data/photo/2016/10/26/1650580IMG20161026164658780x390.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments