Astra Siapkan Rp 6 T untuk Bisnis Properti dan Infrastruktur


Astra Siapkan Rp 6 T untuk Bisnis Properti dan Infrastruktur
Oleh Jauhari Mahardhika | Selasa, 21 Februari 2017 | 6:57

Presdir PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto (kanan) bersama (dari kiri ke kanan), Chief of Corporate
Communications, Social Responsibility & Security ASII Pongki Pamungkas, Chief of Astra Property ASII David Iman Santosa, Direktur ASII Paulus Bambang Widjanarko melihat gambar maket pembangunan Menara Astra usai acara topping off di Jakarta, Senin (20/2/2017). Gedung yang dibangun oleh PT Menara Astra ini dengan pengembangan
terpadu tiga menara residensial mewah bernama Anandamaya Residence BeritaSatu Photo/Mohammad DefrizalPresdir PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto (kanan) bersama (dari kiri ke kanan), Chief of Corporate
Communications, Social Responsibility & Security ASII Pongki Pamungkas, Chief of Astra Property ASII David Iman Santosa, Direktur ASII Paulus Bambang Widjanarko melihat gambar maket pembangunan Menara Astra usai acara topping off di Jakarta, Senin (20/2/2017). Gedung yang dibangun oleh PT Menara Astra ini dengan pengembangan
terpadu tiga menara residensial mewah bernama Anandamaya Residence BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA – PT Astra
International Tbk (ASII) menyiapkan belanja modal (capital
expenditure/capex
) sebesar Rp
6 triliun untuk lini bisnis properti dan infrastruktur tahun ini. Sumber dana capex tersebut
berasal dari pinjaman bank.

 

Direktur Astra
International Paulus Bambang mengatakan, pihaknya akan merampungkan proyek
Menara Astra dan Anandamaya Residences. Sedangkan di bidang infrastruktur, perseroan
akan menyelesaikan Badan Usaha
Jalan Tol (BUJT) Semarang-Solo dan BUJT Mojokerto-Jombang.

 

“Perseroan juga
mengalokasikan capex infrastruktur
tahun ini untuk melunasi transaksi akuisisi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) senilai
Rp 2,5 triliun,” kata Paulus di Jakarta, Senin (20/2).

 

Sementara itu, dalam
memperkuat bisnis properti, Astra membuka kemungkinan untuk mengakuisisi aset
milik anak usaha. “Bisa gunakan aset Astra. Dulu punya showroom
atau depo
mobil, bisa diubah jadi lahan properti. Kami melihat nilai tanah perlu
dikembangkan,” ujar Chief of Astra Property David Iman Santosa.

 

Menurut dia, saat ini,
kontributor bisnis properti terhadap pendapatan Astra masih tergolong kecil,
yakni di bawah 10%. Perseroan tengah mengerjakan megaproyek gedung perkantoran
dan residensial yang ditargetkan selesai pada kuartal I-2018 dan serah terima pada
kuartal IV-2018.

 

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak
di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments