Austria Siapkan Delegasi Bisnis untuk Kembangkan Surabaya


”Kota yang sangat menarik,” kata perempuan 57 tahun tersebut saat singgah di kantor redaksi Jawa Pos, Gedung Graha Pena, kemarin (10/7). Dia mengaku baru kali pertama berkunjung ke Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua Indonesia, menurut dia, Surabaya sangat nyaman. Dia juga memuji tata kota Surabaya yang menarik. Terutama karena jalanan di ibu kota Jawa Timur itu relatif bersih dan dihiasi banyak pohon serta taman.

Diplomat yang lebih memilih disapa dengan nama depannya, Helene, tersebut mengunjungi Tugu Pahlawan dan Jembatan Suramadu begitu tiba di Surabaya pada Minggu (9/7). Selain itu, dia berkeliling Surabaya untuk sekadar cuci mata. ”Gedung-gedung tingginya tidak sebanyak di Jakarta,” komentarnya tentang kawasan pusat kota. Sama seperti ibu kota Austria. Sebab, sebagian penduduk Kota Wina menolak pemugaran kawasan downtown menjadi area modern.

Tentang Surabaya, Helene menyebut Kota Pahlawan itu sebagai kota penting di Indonesia. Tepatnya, penting untuk dijadikan mitra bisnis. ”Ada banyak kerja sama bisnis yang bisa dikembangkan di Surabaya. Salah satunya tentang energi terbarukan,” ujarnya. Sebagai salah satu negara pendukung Paris Accord, Austria sedang gencar menerapkan teknologi ramah lingkungan alias energi terbarukan.

Di sektor pembangunan, Austria juga berusaha menerapkan konsep ramah lingkungan. Di antaranya, membangun gedung ramah lingkungan atau green building sebagai kantor kedutaan. Contohnya, Kedutaan Besar Austria di Jakarta yang berdiri sejak enam tahun lalu dan di Kota Bangkok, Thailand, yang baru diresmikan bulan ini.

Selain sektor lingkungan hidup dan energi, Austria akan menjajaki kemungkinan membangun ocean power sebagai modifikasi hydropower. Saat ini teknologi ramah lingkungan itu sudah diterapkan di Skotlandia. ”Austria mungkin juga akan menanamkan investasinya di bidang transportasi di sini. Misalnya, di bidang transportasi umum,” ujarnya.

Potensi bisnis dan ekonomi yang sangat besar itu membuat Helene berencana mendatangkan delegasi bisnis dari Austria ke Surabaya pada akhir tahun atau awal tahun depan. Tahun lalu Austria menanam investasi USD 500 juta (sekitar Rp 6,7 triliun) di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Dia berharap jumlah investasi itu meningkat tahun ini.

Kemarin Helene juga mengunjungi ITS bersama Konsul Kehormatan Austria J.R. Radjimin. Dia berharap Austria bisa mewujudkan program pertukaran pelajar dengan kampus almamater Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersebut. ”Dalam waktu dekat, Prof Ir Gamantyo Hendrantoro akan mengunjungi Austria,” kata Radjimin yang kemarin mendampingi diplomat berambut pendek tersebut. (hep/c6/any)

http://www.jawapos.com/uploads/news/2017/07/10/austria-siapkan-delegasi-bisnis-untuk-kembangkan-surabaya_m_143338.jpeg



Sumber Artikel

Komentar

comments