Ayah Bisnis Narkoba, Anak Kena Karma


Liputan6.com, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mengamankan seorang pemuda, Riky Setiawan (22) atas kasus perdagangan narkoba dan obat-obatan terlarang. Dalam rumah tersangka berhasil diamankan barang bukti 65 gram sabu berikut timbangan dan alat isapnya.

“Tersangka kami amankan dalam penggerebekan dilakukan petugas narkoba,” kata Direktur Narkoba Polda Kaltim, Kombes Atang Heriadi, Kamis (20/7/2017).

Kanit Subdirektorat III Narkoba, Ipda Anton Masruri yang mendampingi menyebutkan, polisi menggerebek rumah tersangka di Kampung Baru Balikpapan pada Mei lalu. Selain Riky Setiawan, polisi membekuk pula rekannya, Deni Ichsan (37) yang turut mengemas narkoba.

“Memang sudah terkenal di daerah situ. Pembeli tinggal mengetok pintunya dan para pelaku langsung mempersiapkan paketan narkoba. Tidak ada bicara apa-apa, ambil barang setor uang dan selesai,” kata Anton.

Riky bertugas menjadi kasir dengan melayani transaksi jual beli narkoba jenis sabu sabu. Sesekali, dia juga menimbang paket sabu agar bisa segera dinikmati pelanggannya.

Ironisnya, Riky berjualan narkoba hanya untuk membantu ayahnya, Heriansyah (54) yang sudah terkenal sebagai bandar di Balikpapan. Mantan sopir perusahaan batu bara ini memang residivis kasus narkoba yang berulang kali keluar masuk tahanan.

“Bapaknya yang punya barang, dia yang bantu bantu menjualkan ke pelanggan,” tutur Anton.

“Waktu kami gerebek, dia (Heriansyah) loncat dari loteng rumah dan masuk ke pekarang tetangga. Statusnya masih kami cari terus,” imbuhnya.

Profesi orangtua ini memberikan pengaruh negatif terhadap keseharian Riky. Polisi mendapati tersangka berperawakan gagah ini sebagai pengguna narkoba pula.

“Dia pakai juga narkoba ini, seperti juga ayahnya pengguna narkoba,” katanya.

Selain itu, faktor ekonomi membuatnya turut serta membantu bisnis haram ayahnya. Selama empat bulan terakhir, Riky menjadi pengangguran setelah diberhentikan dari pekerjaan pelayan toko di mal Balikpapan.

Riky mengaku sukarela membantu ayahnya mendagangkan narkoba di rumahnya, Jalan Sepaku, Kampung Baru, Balikpapan. Dia membantu guna mengisi kekosongan waktu luang setelah empat bulan terakhir tanpa pekerjaan.

“Tidak ada kerjaan, akhirnya bantu bantu ayah berjualan narkoba juga,” ujarnya.

Riky memperoleh imbalan sekadarnya dari hasil memperdagangkan narkoba ini. Dia membantah sebagai pula penikmat narkoba jenis sabu.

“Paling minta uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sehari-hari. Saya juga tidak mengkonsumsi narkoba, hanya membantu menjualkan saja,” ujarnya.

Riky mengaku sudah lama mengetahui profesi ayahnya yang terkenal sebagai pedagang narkoba di Kampung Baru. Akhirnya, hanya dia dan ayahnya yang tetap melanjutkan profesi bandar narkoba.

“Ibu dan adik saya tidak mau ikut campur masalah ini. Hanya saya dan ayah yang berjualan narkoba,” katanya.

 

Saksikan video menarik di bawah ini:

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1654192/big/094295500_1500536281-P_20170720_093036.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments