Ayak Anak di Siantar Bisnis Sabu Lewat Online


TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR – Kepolisian Resort Simalungun menangkap enam orang sindikat narkotika Siantar Arifin Saragih (DPO). Dari enam yang diamankan, tiga diantaranya adalah seorang ayah, Pransiskus Sianipar (65) bersama dua anak laki-lakinya. Barang bukti yang diamankan berupa dua ons sabu-sabu.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, sindikat ini menjalankan bisnis sabusabu secara online dengan menggunakan laptop, SMS Banking dan internet banking. Masing-masing sindikat juga memiliki peran masing-masing. Petugas melakukan teknik undercover by menyaru sebagai pembeli untuk membongkar sindikat ini.

AKBP Marudut Liberty Panjaitan menjelaskan, enam orang sindikat sabu yang ditangkap tersebut adalah Pransiskus Sianipar (65), Brando Sianipar, Leo Sianipar, Naldo, Riki dan Marudut Sinurat. Keenamnya terikat dengan jaringan bandar sabu Arifin Saragih.

“Ada tiga orang sekeluarga. Ketiganya adalah bapaknya dan dua anaknya. Mereka ini bisnis sabunya dari rumah mereka,” kata Marudut Panjaitan di Asrama Polisi, Jalan Asahan Kota Pematangsiantar, Selasa (20/6)

“Barang bukti sabu sabu 2 ons diamankan dari sebuah kosan-kosan Deborah pas dekat di samping rumah dinas Wali Kota. Jadi mereka ini sepertinya mencari lokasi pejabat-pejabat untuk mengelabuhi petugas kepolisian,” lanjutLiberty. 

Dari pengungkapan ini diketahui kalau Pransiskus Sianipar adalah pegawai honorer KPU Pematangsiantar.

Kata Kapolres, hasil interogasi petugas, Pransiskus pernah nekad membawa sabu seberat 0,5 kilogram dengan dengan mengendari mobil.

“Pengakuan dia, pernah dibawanya sendiri sabu seberat setengah kilogram dari Medan naik mobil. Kalau mobilnya apakah mobil dinas KPU atau tidak kalian saja yang tanya langsung,” kata Liberty. 

Pransiskus selama ini mengedarkan sabu dari anaknya Novel yang mengendalikan dari Lapas Tanjunggusta. Novel sendiri diketahui bagian dari sindikat seorang bandar bernama Arifin.

Sekertaris KPU Kota Siantar Hermanto Panjaitan mengakui telah mengetahui informasi tersebut, 

“Memang aku dapat informasi si FS itu ditangkap, tetapi aku belum mengcek kebenarannya, dia itu dulu staf di KPU, staf honorer,”ucapnya. 

Tak cuma Honorer KPU yang terlibat dalam sindikat ini. Dewi Matondang, istri dari Arifin Saragih juga menjadi target operasi Polres Simalungun. Liberty Panjaitan menjelaskan Dewi adalah oknum PNS Pemko Siantar. Dewi memiliki peranan hubungan transaksi uang sabu dari anggota sindikat milik suaminya. Dimana tuganya adalah menerima uang hasil penjualan sabu dari seseorang bernama Riki.

“Jadi Riki ini perannya menyetor uang kepada istri Arifin Saragih (bandar sabu). Transaksi biasa di Pasar Horas atau Parluasan. Dari pengungkapan ini kita akan naik ke Arifin. Terlebih dahulu istrinya,” tegas Liberty.

Pengungkapan peredaran narkoba jaringan Lapas Tanjung Gusta Medan berawal dari penelusuran terhadap tersangka Marudut Sinurat, yang sebelumnya diamankan dari Bah Jambi. Bersama tersangka diamankan barang bukti berupa 1 bungkus diduga yang tersimpan dalam plastik klip, uang penjualan narkotika jenis sabu sebanyak Rp 700.000, dan 1 unit handphone merk Samsung lipat.(dyk/tribun-medan.com)

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/pengedar-sabu_20170620_171013.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments