Barito Pacific masuk bisnis logistik


JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk mulai merintis bisnis logistik. Melalui anak perusahaannya, PT Barito Investa Prima, Barito berkongsi dengan SCG Cement-Building Materials Co Ltd, anak perusahaan The Siam Cement Public Company Ltd (SCG) dari Thailand. Keduanya membentuk perusahaan patungan bernama PT SCG Barito Logistics pada 21 Juni 2017.

Laporan manajemen Barito Pacific kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/6) menyebutkan, komposisi kepemilikan saham SCG Barito Logistics adalah 51% Barito Investa Prima dan 49% SCG Cement-Building. Total investasi untuk membangun SCG Barito Logistics mencapai senilai Rp 60 miliar.

SCG Barito Logistics akan menerbitkan sejumlah saham untuk Barito Pacific dan SCG. Masing-masing perusahaan tersebut akan menyerap saham sesuai dengan persentase kepemilikan saham.

Barito Pacific akan mencukupi dana investasi yang menjadi bagiannya, dari kas internal. Manajemen Barito Pacific memastikan bahwa pembentukan SCG Barito Logistics tidak memiliki dampak material bagi mereka.

Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk, mengatakan, mulai tahun ini juga SCG Barito Logistics beroperasi. “Soal timing, saya hanya bisa bilang secepatnya. Timing tepatnya tergantung sistem dan training nanti,” katanya kepada KONTAN, Kamis (22/6).

Untuk tahap awal SCG Barito Logistics hanya melayani kebutuhan logistik internal Barito Pacific dan SCG. Perusahaan patungan tersebut akan mengangkut bijih plastik produksi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, anak usaha mereka. Tugas lain SCG Barito Logistics ialah mengangkut semen produksi SCG.

Barito Pacific yakin, kehadiran SCG Barito Logistics bakal mendukung efisiensi biaya. Sebab, perusahaan berkode saham BRPT di Bursa Efek Indonesia tersebut berharap bisa menghemat biaya dengan kehadiran SCG Barito Logistics. “Potensi bisnis logistik memang besar. Namun tujuan awal kami adalah cost saving,” kata Agus.

Potensi truk kosong

Nah, ke depan, lini bisnis baru ini tak berhenti sebatas memenuhi kebutuhan internal. SCG Barito Logistics akan didorong menjala peluang bisnis logistik di Tanah Air.

Strategi Barito Pacific adalah mengisi kekosongan muatan truk dalam rute perjalanan balik setelah mengirimkan muatan. Harapannya, armada angkutan SCG Barito Logistics bisa melayani muatan baru di rute balik.

Pemanfaatan muatan kosong truk untuk angkutan pihak ketiga tersebut berpotensi mendatangkan pendapatan tambahan. “Kalau truk yang kosong tadi bisa dikurangi 10% saja, tentu lebih terasa hemat,” ujar Agus.

Sejauh ini Barito Pacific belum bisa membeberkan target pendapatan bisnis logistik. Belum jelas pula, jumlah armada angkutan yang akan beroperasi di bawah bendera SCG Barito Logistics.

Selain merambah bisnis logistik, Barito Pacific akan melebarkan sayap ke sektor energi. Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini akan mengakuisisi mayoritas saham Star Energy Group Holdings Pte Ltd, yang masih terafiliasi dengan Grup Barito. Aksi korporasi tersebut ditargetkan tuntas pada kuartal IV-2017 atau paling lambat awal tahun 2018.

Masuknya Barito Pacific ke bisnis energi dan logistik akan saja menambah portofolio usaha perusahaan tersebut. Hingga kuartal I 2017, BRPT memiliki empat lini usaha.

Lini usaha petrokimia berkontribusi sekitar US$ 633,42 juta atau 98,47% terhadap total pendapatan sebelum dikurangi eliminasi. Nilainya mencapai US$ 643,24 juta.

http://photo.kontan.co.id/photo/2011/03/24/975194341p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments