Bisnis Ayam Organik O’Chicken Terus Berkembang dan Bertumbuh


Bisnis Ayam Organik O’Chicken Terus Berkembang dan Bertumbuh
Selasa, 28 Februari 2017 | 18:27

O’Chicken makin melebarkan sayap bisnis kuliner ayam gorengnya dengan berbagai variasi menu makanan yang diracik khusus dan dimiliki hanya di O’Chicken saja.O’Chicken makin melebarkan sayap bisnis kuliner ayam gorengnya dengan berbagai variasi menu makanan yang diracik khusus dan dimiliki hanya di O’Chicken saja.

JAKARTA
– Tak banyak orang memilih sebuah pilihan bisnis dari situasi
pekerjaan yang cukup mapan beralih pada sebuah pilihan baru yang
mungkin tak mudah pula untuk dijalani. Bisa dibilang ini sebuah
keputusan sulit. Namun demi permintaan keluarga terutama sang suami,
Redia Frisna Rista mantap memutuskan keluar dari pekerjaan yang
mungkin banyak diidam-idamkan orang, berada dalam sebuah perusahaan
tambang yang bonafit PT Freeport Indonesia.


Bekerja
hampir 23 tahun di tekuni dan telah menduduki jabatan yang cukup
mapan dibidang hubungan pemerintahan pertambanagan Freeport
Indonesia,
Redia tipekal wanita yang tak mudah menyerah menghadapi berbagai
rintangan dan tantangan dalam membangun usaha kuliner ayam organik
O’Chicken
.”

Bekerja
dalam dunia pertambangan freeport tak cukup hanya 1 x 24 jam waktu
untuk pekerjaan itu. Bisa saya katakan waktu saya 2 x 24 jam untuk
pekerjaan itu, hingga kualitas pertemuan kepada keluarga sangatlah
minim. Atas permintaan sang suami dan dengan kesadaran tinggi, saya
ikhlas meninggalkan pekerjaan tersebut beralih pada fokus usaha yang
sudah 4 tahun pula saya geluti sambil bekerja,”
ujar
Redia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/8).


Kini
apa yang dibangun selepas keluar dari pekerjaan sejak 2014 mulai
terasa hasilnya. 80 outlet
O’Chicken

yang
dirintis sudah ekspansi dan tersebar di berbagai wilayah Jawa dan
Sumatera .10 outlet barupun rencana akan menyusul di
launching
pada
pertengahan maret di wilayah Bandung Barat, pesantren-pesantren
Kuningan serta di Tasikmalaya.

Ayam
organik


Berpartner
bersama sang suami Luqman Hakim, Redia memulai bisnis kuliner ayam
organik. Dari bahan baku Ayam yang menjadi bahan andalan kuliner
O’Chicken,
sang suami berternak ayam khusus organik diwilayah Purwakarta Jawa
barat. Ribuan ayam organik dihasilkan untuk bahan baku olahannya. Tak
semudah umumnya ayam ternak non organik di budidayakan, memiliki
usaha ternak ayam dirasa punya risiko
cukup tinggi dalam me-maintenance
nya.Seringkali
satu ayam sakit bisa menjalar pada ribuan ayam yang ada, hingga tak
jarang panen pun gagal dan membuahkan kerugian yang tidak sedikit.


Kendala
lain yang dirasakan Redia dan suami saat awal usaha ayam organik
adalah distribusi penjualan, seringkali hasil panen yang ada ternyata
masih kurangnya pembeli sehingga penyimpanan ayam potong di cold
storage

banyak
terbuang akibat ayam potong tersebut sudah tak layak konsumsi karena
terlalu lama di penyimpanannya.

Tak
jarang saat awal usaha ternak Redia menawarkan hasil ternak yang
sudah dipotong kepada sahabat-sahabat dekat, keluarga, kelompok
masyarakat lingkungan rumah, RS dan rekanan –rekanan lain yang
tertarik berbisnis ayam potong organik. Hal itu dirasa menjadi
kendala karena masih terbatasnya animo masyarakat pada ayam organik
selain belum mendapat agen dan penge-poll skala besar yang membeli
dan menampung hasil ternaknya kala itu.



Di
awal usaha saya kadang memodali mereka coldstorage atau freezer untuk
menyimpan ayam potong hasil ternak yang akan dijual kekonsumen atau
pembeli langsung. Dan tak jarang pula akhirnya saya kehilangan
freezer yang saya berikan kemitra usaha setelah kontrak selesai,
Freezer tak kembali,”
ungkap
Redia .


Atas
berbagai kendala yang dihadapi dan hoby sang suami meracik menu
masakan di samping anak-anakpun gemar memakan ayam goreng, akhirnya
selain dijual umum ayam potong hasil ternak yang ada, tercetuslah
gagasan mengembangkan usaha kuliner cepat saji berbahan ayam potong
organik dari ternak yang dimilikinya sebagai sajian bahan baku utama.
Dari mana mereka punya ide itu? Dari anak-anak mereka sendiri. Dua
anak Redia-Luqman adalah penggemar ayam goreng. Tapi setiap kali
makan ayam goreng, kulit anak-anak itu gatal-gatal. Alergi.Dari hasil
pemeriksaan dokter, terbukti bahwa obat-obatan antibiotik pada ayam
dan hormon penggemuk ayam itulah yang membuat anak-anaknya alergi.


Maka,
Luqman pun terpikir untuk beternak ayam yang semua makanan dan
minuman / vitamin ternaknya terbuat dari bahan-bahan alami. Namun,
modal dan biaya untuk menjadi peternak ayam organik ini tak murah.
“Habisnya sudah lebih banyak dari 1 miliar rupiah. Karena suami
saya memang tertarik ke ayam organik, makanya dia tetep tekun,”
ujar Redia.


Dari
awalnya memiliki peternakan sendiri, dan kemudian selalu titip potong
hasil ternak di tempat pemotogan ayam, akhirnya tergagas pula untuk
memiliki RPA sendiri lewat
pengawasan dinas perternakan dan pertanian. Dengan RPA bersertifikasi
halal yang dimilikinya menjadi modal utama dalam sajian bahan baku
kuliner yang dirintis dan dibangunnya kemudian.


“Sangat
saya pikirkan sertifikasi halal dan thoyib ini mulai dari bahan baku
ternaknya, pemotongan atau RPAnya hingga sajian kuliner yang
ditawarkan langsung ke konsumen penggemar ayam goreng organik atau
O’Chicken
,”
ujar Redia Frisna Rista menjelaskan keutamaan berbisnis kuliner
syar’i yang dijalaninya.


Kuliner
O’Chicken


Makanan
organik atau makanan yang bebas pestisida saat ini memang sangat
digandrungi oleh masyarakat. Kampanye gaya hidup sehat yang semakin
marak dijalankan membuat tren hidup sehat makin memasyarakat,
termasuk dalam pemilihan menu makanan. Walhasil, kebutuhan dan
permintaan akan makanan sehat dan bersifat organik ini semakin hari
semakin besar.


Hal
ini membuat peluang potensial bagi para pebisnis untuk menjalankan
bisnis
kuliner
organik. Salah satu bisnis yang menyediakan makanan
organik adalah O’Chicken.
O’Chiken
yang
dikembangkan Redia Frisna Rista mencoba menawarkan produk ayam goreng
organik yang menyehatkan. Lalu seperti apa bisnis ayam goreng organik
O’Chicken
ini?


Ayam
organik yang dipakai sebagai bahan utama pembuatan ayam goreng
O’Chicken
sendiri
dibudidaya secara khusus dengan pemberian pakan alami mulai dari
jagung, dedak, tepung ikan,lidah buaya dan lain sebagainya. Selain
itu, dalam mengejar bobot ayam, Redia tidak menggunakan bahan kimia
sintesis, namun menggunakan ramuan herbal berupa jamu khusus sebagai
probiotik
alami.

Di
samping itu, khusus untuk minuman ternak tak jarang redia menggunakan
madu sebgai campuran agar kondisi ternak terjaga dari ancaman
penyakit yang ada.


“Tak
jarang ancaman kematian ternak sering terjadi, oleh sebab itu
berbagai hal harus dijaga mulai dari kebersihan kandang ternak yang
harus disteril 2 minggu saat akan digunakan kembali bila masa panen
dan potong usai dilakukan. Serta Inspeksi dan pengawasan rutin ternak
oleh dokter hewan profesional serta pemilihan pakan yang teratur dan
baik,juga salah satu usaha yang dilakukan mengatasi gagal panen dan
tentu juga bagian dalam meningkatkan mutu ayam organiknya,
ungkap
Redia


Yang
membedakan ayam organik dengan ayam ternak non organik adalah tak ada
satupun unsur penyuntikan hormon untuk mengejar bobot ayam agar sama
selain asupan pakan pun kadang menggunakan pakan yang diberi
antibiotik dan ramuan kimia kepada ayam ternak umum.


“Karena
itu durasi ternak aya non organik lebih cepat maksimal 21-24 hari
mereka sudah bisa dipotong dan bobot ayam bisa sama. Berbeda dengan
ayam organik bisa mencapai 45 hari dan itupun bobot tak bisa
disamakan, dengan kata lain dari 10 ribu ayam yang ada biasanya hanya
3300 ekor ayam yang memenuhi standar bobot 1,2 kg. Selebihnya tak
jarang lebih kecil dan akhirnya ta bisa digunakan untuk bahan baku
kuliner O’Chicken,”
tegas
Redia.

Solusinya
ayam-ayam organik yang di bawah bobot biasanya digunakan sebagai
bahan baku pilete atau dijual umum kemasyarakat atau pasar .


Dengan
pembudidayaan secara khusus tanpa bahan-bahan kimia ini maka ayam
yang dihasilkan pastinya akan lebih sehat karena tidak mengandung
residu anti biotik, rendah lemak dan bebas bakteri berbahaya.
Hasilnya, ayam yang dibudidaya dengan cara organik ini akan memiliki
tampilan yang lebih segar dan rasa yang lebih enak dari ayam biasa.


“Umumnya
daging ayam organik terasa lebih manis, karena efek minuman bercampur
madu yang terserap dalam darah ayam tersebut,” ujar Redia.


Dengan
memperoleh berbagai sertifikat untuk bisnis O’Chicken
mulai
dari sertifikasi halal MUI hingga pengawasan laboratorium Departemen
Peternakan dan Pertanian Bogor, Jawa Barat. O’Chicken
makin
melebarkan sayap bisnis kuliner ayam gorengnya dengan berbagai
variasi menu makanan yang diracik khusus dan dimiliki hanya di
O’Chicken
saja.



Saya
berharap O’Chicken berkembang seperti waralaba alpa dan indomart.
Di tiap sudut wilayah ada. Target saya setahun bisa memiliki 300
outlet O,Chicken diseluruh wilayah Jawa,Bali dan Sumatera,
“ pungkasnya. (is)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments