Bisnis Bersih Bersih Kos Ala Nanda Juanda


Nanda Juanda pendiri dan pemilik Jogja Kost Cleaning Service

Nanda Juanda (26 tahun) baru akan menyelesaikan skripsinya di jurusan Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun ini. Padahal , sebagian dari teman-temannya sudah lulus dan bekerja. Kuliahnya memang sempat terunda, lantaran sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga mendadak  kena PHK di perusahaan tempat bekerja.

Selanjutnya, pemuda ini memutar otak mencari usaha agar bisa tetap melanjutkan kuliah dan memiliki penghasilan. Ia kemudian menemukan ide, bisnis jasa bersih-bersih kos-kosan. Bagaimana ia membangun dan menjalankan bisnis tersebut? Berikut kutipan wawancara SWA Online dengan Nanda :

Sejak kapan mendirikan usaha Jogja Kost Cleaning Service ini?

Saya memulai jasa ini sejak tahun 2013

Bisa diceritakan apa latar belakangnya dan bagaimana memulainya ?

Latar belakang mendirikan usaha ini dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik,  sehingga saya harus memutar otak bagaimana cara mendapatkan penghasilan yang bisa dilakukan saat waktu luang kuliah dan hasilnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa,  bayar kuliah, kost, dsb.  Juga, untuk membantu keluarga di rumah. Maklum,  saya adalah anak pertama dari 8 bersaudara.

Saya memulai bisnis ini dengan modal nekat, berbekal pasang iklan gratis jasa bersih kos di salah satu marketpalce (dulu Tokobagus). Dua hari kemudian ternyata iklan saya mendapat respons. Padahal waktu itu saya tidak ada peralatan apapun untuk bersih-bersih dan saya bilang saja ke klien kalau bisanya dua hari lagi karena jadwal sudah penuh.

Dalam dua hari itu, saya coba mencari pinjaman alat bersih-bersih, untungnya saya ada teman yang kebetulan adalah takmir masjid dan di masjid tersebut peralatannya cukup lengkap, bahkan ada vacuum cleaner. Saya beranikan diri untuk meminjam dengan sistem isi infak di masjid setiap kali meminjam alat. Dari situ lambat laun saya bisa mengumpulkan dana untuk membeli peralatan sendiri walau masih sederhana.

Seperti apa model bisnisnya?

Di awal mendirikan usaha ini, sistem yang saya terapkan adalah sistem langsung ke konsumen yaitu sistem jasa bersih-bersih panggilan, satu kali datang dengan tarif model borongan. Namun, semakin bertambahnya pengalaman dan juga setelah mendapatkan pendidikan kewirausahaan dari MRUF, saat ini sistem bisnisnya lebih tertata dengan model bisnis langsung ke klien (satu kali datang dan paket berlangganan) dan juga model B to B yaitu sistem kontrak kerja sama dengan perusahaan/kantor/sekolah yang membutuhkan jasa cleaning service harian layaknya outsourcing.

Berapa tarifnya ?

Untuk yang sekali datang biasanya kami sesuaikan dengan luas dan kondisi, minimal sekali datang Rp50 ribu. Pernah ada proyek sekali datang yang nilainya mencapai Rp10,5 juta dengan pengerjaan satu minggu selesai. Kalau ada proyek yang di atas Rp300 ribu, kami lakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui lokasi dan kondisi bangunan yang akan dibersihkan.

Apakah ada sistem berlangganan ?

Ada,  mulai satu kali sebulan hingga setiap hari sebulan.

Tenaga/petugas bersih-bersihnya karyawan atau kontrak?

Untuk tenaga bersih-bersih ada 2 jenis,  ada yang karyawan (untuk yang model B to B)  dan freelance (untuk yang panggilan).

Apakah petugas bersih-bersihnya diberi pelatihan ? Apa saja pelatihannya ?

Kami selalu memberikan pelatihan kepada karyawan baru maupun karyawan yang sudah lama bergabung untuk menjaga kualitas layanan.

Adapun yang kami berikan saat pelatihan antara lain :skill cleaning, attitude, komunikasi.

Bagaimana menjaga kepercayaan klien ? mengingat jasa ini dalam pekerjaan membolehkan orang asing masuk ke kost/rumah/ruang pribadi orang lain ?

Pertama, mempekerjakan orang yang jelas latar belakangnya dan wajib domisili di Yogyakarta.  Kedua, follow up ke klien atas hasil pekerjaan petugas kami. Ketiga, ada SOP yang harus diketahui  klien sebelum rumah atau kamar kosnya dibersihkan yaitu barang berharga yang sekiranya kecil-kecil (uang,  perhiasan,  jam tangan, dsb)  wajib dibawa dulu oleh klien apalagi hendak ditinggal.

Bagaimana strategi memasarkan jasa ini ?

Kami gunakan jalur offline dan online. Kalau offline melalui brosur, mulut ke mulut, tempel stiker, penawaran langsung ke tetangga kost/rumah yang sedang order jasa. Sedangkan yang online lewat iklan Instagram,  Facebook  dan optimasi web blog.

Sudah berapa klien yang menggunakan jasa ini ?

Ada sekitar 300-an klien sebagai pelanggan tetap dan bertambah setiap bulannya,  dan lebih dari 1.000 klien yang sudah menggunakan jasa kami. Sebenarnya pelanggan tetap bisa lebih dari itu,  tapi tiap mahasiswa lulus dan pulang ke kampung halaman sudah tidak menjadi pelanggan lagi.

Apa saja suka-duka selama menjalani usaha ini ?

Sukanya, dapat membantu banyak orang terutama bisa membuka lapangan kerja dan dengan penghasilan yang tinggi,  membantu menjadi solusi bagi klien, dan bisa menjadi jalan untuk kesejahteraan keluarga. Dukanya, kadang belum bisa memenuhi seluruh permintaan klien karena keterbatasan SDM, mencari orang yang benar-benar jujur dan rajin butuh trial and error yang banyak dan penuh risiko.

Apa rencana dan target ke depannya untuk usaha ini ?

Bisa membuka di kota kota besar lainnya, seperti di Semarang, Solo, Bandung, Surabaya, Jakarta, Bogor, dll

 

Editor : Eva Martha Rahayu

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/swa.co.id/wp-content/uploads/2017/05/nanda-juanda-IMG-20170502-WA0001.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments