Bisnis food & beverage memberi gizi bisnis MAPI


JAKARTA. Perusahaan sektor ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bergerak agresif tahun ini. MAPI merencanakan sejumlah ekspansi untuk mencapai target pertumbuhan penjualan 13%.

Salah satu rencana terdekat MAPI adalah melego saham perdana anak usaha, PT MAP Boga Adiperkasa. MAP Boga membawahi empat anak perusahaan segmen food and beverage (F&B), yakni PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks), PT Sari Pizza Indonesia (Pizza Express), PT Premier Doughnut Indonesia (Krispy Kreme) dan PT Sari IceCream Indonesia (Cold Stone, Codiva).

Sebelumnya, perusahaan investasi asal Amerika Serikat bernama General Atlantic juga telah menanam investasi di MAP Boga lewat obligasi senilai Rp 1,08 triliun yang diterbitkan MAPI. Obligasi ini dapat dikonversi menjadi saham MAP Boga.

MAPI juga berencana menggelar initial public offering (IPO) untuk PT MAP Active, yang kini sedang menjalin kerjasama dengan CVC Capital Partners. “Dengan ekspansi positif, pendapatan MAPI di segmen F&B bisa meningkat,” ujar Christine Natasya, analis Mirae Asset Sekuritas, kepada KONTAN, Selasa (6/6).

Christine menyatakan, pendapatan dari segmen F&B akan bertambah setelah IPO. Pada kuartal satu 2017, segmen F&B berkontribusi 14% dari total pendapatan MAPI, naik ketimbang 12% pada tahun 2015 dan 2016. “Menggenjot F&B ini menjadi strategi MAPI ke depan. Penambahannya akan banyak di kota-kota besar,” ungkap Christine.

Ekspansi ke Vietnam lewat gerai Zara juga akan menambah pundi-pundi pendapatan MAPI selanjutnya. “Perkembangan lebih pesat, karena pertumbuhan di Vietnam makin tinggi, pemerintah setempat juga gencar membangun infrastruktur,” ujar Christine.

Christine menyatakan, Vietnam termasuk negara dengan tingkat penetrasi pasar yang rendah. Hal tersebut akan membuat produk milik MAPI bisa lebih ekspansif.

Riska Afriani, analis OSO Sekuritas, mengatakan, berkaca dari kinerja kuartal satu, kinerja MAPI akan lebih baik pada kuartal dua. Masuknya Ramadan dan Lebaran di kuartal dua akan menambah pendapatan MAPI. “Prospek tahun ini lebih baik, kami yakin target MAPI tercapai,” ujar Riska.

Tahun ini, MAPI menganggarkan belanja modal Rp 750 miliar untuk ekspansi toko. Separuh dari gerai baru ini berlokasi di Jakarta dan separuh di luar Jakarta, termasuk Vietnam.

MAPI menargetken same store sales growth (SSSG) tahun ini naik menjadi 5% dari tahun lalu 3%. “Kontribusi pendapatan dari Thailand dan Vietnam juga meningkat,” ungkap Riska.

Laura Taslim, analis Mandiri Sekuritas, mengatakan, proses listing dari MAP Boga seharusnya membantu membuka kunci valuasi dari MAP Boga untuk lebih transparan. Hal ini bisa meningkatkan apresiasi investor untuk kinerja MAPI di segmen F&B.

Laura merekomendasikan buy MAPI dengan target harga Rp 6.400. Riska merekomendasikan buy dengan target harga Rp 7.140 per saham.

http://photo.kontan.co.id/photo/2016/09/07/368959145p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments