Bisnis Heli White Sky Aviation Sasar Wisman Singapura


JAKARTA – PT White Sky Aviation bersama PT Bintan Aviation Investments menandatangani kesepakatan bersama penyediaan jasa angkutan helikopter untuk kepentingan transportasi antar destinasi Pariwisata yang ada di Kepulauan Riau. Destinasi Pariwisata yang ada di Kepulauan Bintan dan sekitarnya diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura dan Johor (Malaysia) menuju Bintan.

“Saya kira ini kerja sama yang baik sekali, mengingat targetnya menarik wisatawan yang ada di Wilayah Johor dan Singapura,” ujar Presiden Direktur PT White Sky Aviation, Denon Prawiraatmadja di Jakarta, Senin (7/8).

Lebih lanjut Ia menerangkan Bintan Investment Aviation akan menyiapkan lahan. Sedangkan Whiite Sky akan membangun lokasi helipad, termasuk menyiapkan angkutan transportasi helikopter dari dan menuju Singapura serta Johor.

Adapun transportasi helikopter tersebut dibandrol dengan biaya Rp6 juta hingga Rp8 juta dari Singapura tepatnya di kawasan Sentosa Island menuju Bintan. “Kurang lebih biayanya per sekali seat itu enam sampai delapan juta dengan waktu tempuh 40 menit,” paparnya.

Denon menambahkan, selain jasa angkutan dengan tujuan pariwisata pihaknya juga telah menjajaki terbukanya pasar lain bisnis helikopter. “Ini bisa berkembang ke depannya, mengingat potensinya yang besar melalui jasa angkutan bisnis maupun jasa angkutan medik,” ungkap dia.

“Perjanjian kerja sama ini juga merencanakan pembangunan Maintenance, Repair and Overhault untuk helikopter. Jadi kami berharap ini bisa terealisasi dengan lancar,” sambungnya. 

Sebagai tahap awal, White Sky Aviation akan menyiapkan pembangunan landasan yang akan dimulai per April tahun depan. Sementara, Direktur PT Bintan Investment Aviation, Michael Wudy mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai tahapan pembangunan dalam rangka menggaet turis asing ke Bintan.

Salah satunya dengan membangun bandara komersial di wilayah tersebut. Dia menyebutkan Bintan bakal menjadi titik destinasi pariwisata bagi turis asing terutama yang berada di wilayah ASEAN.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan peluang, mengingat pemerintah juga menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara. Sekitar 20% diantaranya berada di Kepulauan Riau dan sekitarnya,” ungkap dia. 

Mengenai besaran investasi, Wudy hanya menyebutkan pembangunan infrastruktur di kawasan Bintan masih diperlukan. Salah satunya melalui pembangunan bandara komersial Bintan. Terkait pembangunan bandara, Bintan Aviation Invesment pada 30 Juli 2017 telah meneken kesepahaman bersama mengenai pembangunan bandar udara serta fasilitas MRO senilai USD200 juta.

Pembangunan fasilitas bandara tersebut dilakukan bertahap dengan membangun bandara di atas lahan 1.500 hektare (ha) dengan panjang landasan 3000 meter. Persiapan kerja sama tersebut ditandai dengan nota kesepahaman antara Sriwijaya Group dengan PT Bintan Aviation Investmen yang merupakan bagian dari kelompok usaha Bintan Resort Cakrawala.

(akr)

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/08/07/34/1228045/bisnis-heli-white-sky-aviation-sasar-wisman-singapura-gKP.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments