Bisnis Jual Beli Bayi Terbongkar! Polisi Tangkap Orangtua, Pembeli Bayi, Dukun Beranak, dan Bidan

Bisnis

[ad_1]

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, SUMALUNGUN – Praktik Perdagangan Manusia (Human Trafficking) jaringan Simalungun terbongkar.

Penjual bayi, pembeli bayi, dukun beranak (ahli persalinan tradisional), bidan, balita bahkan bayi-bayi mungil diamankan Polres Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menjelaskan ada sebanyak 14 orang diamankan dari perdagangan delapan bayi di wilayah Simalungun yang sudah ditemukan.

Human trafficking berhasil dibongkar Polsek Tanah Jawa, dipimpin Kompol Anderson Siringo-ringo yang sudah lama menginvestigasi kasus ini.

“Polres Simalungun membongkar Human Trafficking di wilayah hukum Simalungun. Kebanyakan kasus di Polsek Tanah Jawa, sebelumnya juga di Parapat (Pesanggrahan). Ada dukun beranak diamankan, bidan, orangtua penjual bayi dan pembelinya kita amankan,” katanya saat temu pers di Mapolres Simalungun Sabtu (5/8/2017)

Dijelaskannya, pengungkapan bermula informasi warga Senin (31/7/2017) sekitar pukul 12.00 WIB, bahwa seorang pelayan kafe bernama Lentina Panjaitan yang awalnya hamil besar,tiba-tiba perutnya kempes. Diduga ia menjual anaknya lewat dukun beranak berna Hot Mariana Manurung.

“Jadi mereka ada perantara menjual bayi usai melahirkan di klinik praktek Bidan Ernani Simanjuntak dijual melalui bidan pembantu Eni Putri Ayu Sinurat . Ia lalu menjual kepada pasangan Periadi dan Rosdiana dengan dalih biaya bersalin Rp 15 juta. Rata alasannya karena ekonomi sulit tak mampu bayar biaya persalinan makanya dijual, dan hasil hubungan gelap di kafe remang-remang,” jelas Kapolres Simalungun.

Ke-14 orang diamankan dijerat telah melanggar tindak pidana perdagangan anak dan memgadopsi dengan ilegal sebagimana Pasal 68 Yo Pasal 83 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 Tahun 2002 tenatang perlindumgan anak Yo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUPidana atau Pasal 79 UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Anderson Siringo-ringo, memastikan 14 orang jadi tersangka. Langkah lanjut pihaknya adalah mengejar dan mencari orang tua penjual bayi dan pembelinya yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang.

“14 tersangkanya, bayi yang sudah dijual ada delapan. Itu Si Lentina aja sudah tiga kali menjual bayinya. Artinya kita menduga ini bukan sekadar alasan kesulitan ekonomi semata. Bayi ada yang dijual ke Batam, Asahan, kemungkinan ke luar negeri lainnya masih kita kembangkan,” jelasnya.(*)

http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/orangtua-bayi-pembeli-bayi-bidan-dan-dukunl-diamankan-di-polres-simalung_20170805_214136.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …