Bisnis Kopi Semakin Tercium Wanginya

Bisnis

[ad_1]

Sudah sedari dulu kopi menjadi minuman favorit masyarakat dunia. Tak heran jika kopi menduduki minuman paling banyak dikonsumsi ketiga di dunia setelah air putih dan teh.

Di Indonesia sendiri, belakangan ini muncul kedai-kedai kopi yang menyasar anak muda sebagai pasarnya. Dengan demikian pun, kopi sudah bukan identik dengan minuman orang tua.

Seiring dengan hal tersebut, permintaan biji kopi semakin tinggi. Banyak negara yang berlomba-lomba memproduksinya. Jumlah yang dihasilkan pun tak tanggung-tanggung, bisa mencapai jutaan bahkan miliaran kilogram biji kopi.

Indonesia sendiri merupakan penghasil kopi terbesar keempat di dunia, setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang menargetkan, produksi kopi dalam negeri pada tahun ini dapat menembus angka 637.000 ton dengan 1,1 juta hektare atau 707 kilogram per hektare.

Target tersebut lebih rendah dari produksi kopi tahun sebelumnya yang mencapai 639 ribu ton dengan luas areal 1,2 juta ton. “Itu semua sudah mempertimbangkan hasil rekonsiliasi data dari sentra-sentra kopi di seluruh Indonesia,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, produksi kopi Indonesia terus mengalami penurunan antara lain akibat luas lahan yang terus berkurang dan banyaknya tanaman-tanaman yang sudah tua dan rusak sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Penurunan produksi ini pulalah yang membuat ekspor kopi Indonesia mengalami fluktuasi. Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah Mulyono Susilo di Semarang, seperti dikutip Antara, mengungkapkan sebetulnya pasar kopi sangat menjanjikan.

Apalagi, tingkat konsumsi kopi di beberapa negara sangat tinggi, antara lain di Jepang, Amerika, Jerman, Italia, dan Spanyol. Namun, karena volume kopi Indonesia mengalami fluktuasi, mereka sering kali mengalihkan impor kopi dari Amerika Tengah untuk Arabika dan Vietnam.

-

Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Hutama Sugandhi juga memprediksi pasar kopi nasional dan ekspor masih sangat besar. Pasalnya, saat ini jumlah pencinta kopi terus bertumbuh seiring berkembangnya tren meminum kopi.

Namun, berdasarkan riset yang dirilis Pusdatin Kementerian Pertanian, tingkat konsumsi kopi masyarakat Indonesia diprediksi terus menurun. Pada tahun lalu saja, konsumsi kopi masyarakat Indonesia diprediksi hanya 1,16 kilogram per tahun. Atau turun dari 2013 dan 2014 yang mencapai 1,37 dan 1,34 kilogram per tahun.

Sumber : Website BCA Prioritas

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/data/photo/2017/07/07/476179193.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Pengertian Tersebut Memaknakan Apabila Tiap-tiap Perusahaan Perlu Mengakhirkan Dimana Beliau Bakal Menaruh Produknya Berlandaskan Harga Serta Harga.

lagi-lagi saat kamu dihadapkan dengan alternatif buat memanfaatkan pelayanan #internet perdagangan, kamu tak sanggup langsung selaku pecah belah mengandam kerjasama atas sewenang-wenang provider servis. 2. perdagangan produk canon merebak di segala dunia. tahap ini melimpah kita temui di dalam penjualan produk-produk elektronik yang teknologinya s kuno. masalah yang paling mendasar …

Bisnis
catering jogja ekonomis serta sedap

catering jogja termasuk pelayanan nasi dadu jogja, nasi bujur sangkar jogja, apabila kalian ingin pergi kuliner di jogja dengan lingkungan makan di jogja salah 1 warung ayam rempah jogja. memasok salah 1 kantor dengan harga di masih kota yogyakarta. kami pun menyajikan antaran makanan ringan box bakal kegiatan pertemuan dan …

Bisnis
30 ide dekorasi pernikahan khas

dekorasi pernikahan-sebelum anda mulai sebenarnya graphics invensi apapun, sangat penting untuk memutuskan apa yang kalian butuhkan dalam perihal permainan grafis. wait apa lagi peninggi servis ahli kita wedding organizer buat acara pernikahan kamu dan juga pasangan kamu. sebuah mode hangat bisa jadi sudah berkembang dalam umum islam di norwegia: menangkap …