Bisnis Kuliner di Surabaya Diyakini Tumbuh 20 Persen Tahun ini, Faktor Pendorongnya ternyata Hal ini


SURYA.co.id | SIDOARJO – Tingkat pertumbuhan bisnis kuliner di Jatim pada 2017 masih akan bertahan di atas 20 persen.

Selain didukung banyaknya infrastruktur seperti mal yang diresmikan tahun ini, beberapa pengusaha juga giat memperkenalkan brand franchise berbasis lokal dipercaya juga akan membantu pertumbuhan secara signifikan.

Pada pertengahan Februari lalu, ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahyono Haryono, mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis kuliner di Jatim, khususnya Surabaya, akan berada di angka 20 persen.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah banyaknya prasarana penunjang bisnis kuliner yang diresmikan.

”Kalau sarana prasarananya semakin banyak, jumlah penjualnya pun akan berbanding lurus,” ujar Tjahjono saat itu.

Geliat pertumbuhan ini, menurut Tjahjono juga akan memancing para investor untuk lebih banyak berinvestasi di Jatim.

Misalnya saja yang dilakukan PT Taurus Gemilang yang kembali me-launching satu di antara brand restrauran franchise miliknya, Pop’s Chicken. Bukan hanya di Surabaya, brand lokal ini adalah yang kali pertama ada di Indonesia.

Senada degan Tjahjono, CEO PT Taurus Gemilang, Mufid Wahyudi optimis bahwa tren bisnis kuliner di tahun ini akan kembali tumbuh setelah terpuruk di dua tahun terakhir.
”Tren penurunan itu ada sejak 2014 lalu puncaknya di 2015. Untuk 2016, naik meskipun sedikit. Nah, untuk tahun ini, kami optimis bisa naik lagi karena bakal banyak mall baru dan ada program tax amnesty,” jelas Mufid di sela launching Pop’s Chicken di Terminal 2 Juanda, Senin (27/2/2017).

Mufid pun optimis dapat me-launching empat gerai tambahan di tahun yang sama.
”Target kami untuk tahun pertama ini, kami dapat membuka Pop’s Chicken hingga lima gerai. Terdekat, kami telah menjali kerjasama dengan Pakuwon Mall untuk pembukaan resto kami ini,” ujar pemilik jaringan bisnis kuliner yang berbasis di beberapa bandara di Indonesia ini.

Menurutnya, ketertarikan pihaknya untuk mengenalkan brand lokal baru karena kebebasan mengembangkan bisnis yang lebih besar dibanding menggunakan produk franchise luar negeri.

Untuk diketahui, saat ini PT Taurus Gemilang telah berkerjasama dengan 38 brand franchise lokal maupun luar negeri yang tersebar di 138 unit di seluruh Indonesia.
Beberapa contoh gerai brand internasional yang bekerjasama dengannya adalah Pizza Hut, Burger King, Dunkin Donuts, dan beberapa produk lainnya.

”Dari 38 brand itu, 12 di antaranya adalah brand lokal,” ujar Mufid.

Misalnya dalam memilih bahan baku. Ia mengatakan dapay menggunakan bahan baku lokal yang berkualitas sama dengan bahan impor.

”Kalau brand sendiri seperti ini, kami lebih bebas dalam berakselerasi. Selain itu, kami juga lebih hemat karena tak perlu mengimpor bahan baku dari luar,” ujar Mufid di sela acara yang juga dihadiri pejabat Angkasa Pura hingga Apkrindo Jatim ini.

”Sehingga kami lebih mudah dalam mengembangkan bisnis kami. Misalnya, dengan menghadirkan menu lokal daerah, bubur ayam selain produk andalan kami, ayam goreng. Dengan pengalaman dan ilmu yang kami dapat selama bekerjasama dengan franchise luar negeri, kami rasa bisa mengembangkan bisnis ini,” pungkasnya.

http://cdn2.tstatic.net/surabaya/foto/bank/images/food-sosiety-pakuwon-mall_20170222_201328.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments