Bisnis Online Tumbuh Lebih Cepat Dibanding Offline


BANDUNG,(PR).- Bisnis yang dikembangkan secara online ternyata mampu tumbuh 80 persen lebih cepat dari yang offline. Cara pemasaran melalui online dinilai lebih efisien dan efektif. Terutama untuk pebisnis perempuan dengan segala keterbatasannya.

Hal itu dirasakan salah satu pengusaha UMKM di Bandung, Aprilia Kristiawan. Perempuan ini mendirikan dan memimpin studio foto Papyrus. “Musuh terbesar perempuan adalah keterbatasan. Tapi itu masa lalu ketika digital belum ada. sekarang masanya tanpa batas,” ujar April. Keuntungan memasarkan secara digital, kata dia, yakni tidak perlu biaya promosi tinggi tanpa dampak yang terukur.

April mengungkapkan hal ini dalam Konferensi Womenwill Google berlangsung di Harris Hotel & Conventions Kota Bandung, Rabu, 24 Mei 2017. Konferensi itu diikuti 1.000 perempuan pengusaha dari berbagai bidang. Womenwill mendorong perempuan untuk mengembangkan bisnis kecilnya menjadi maju melalui platform digital.

Fibriyani Elastria, yang memimpin program Womenwill untuk Google Indonesia, mengatakan program ini juga bertujuan membuka peluang ekonomi bagi perempuan. “Banyak wanita di Indonesia ingin berbisnis untuk membantu penghidupan keluarganya. Untuk membantu suaminya. Untuk memberdayakan orang sekelilingnya namun masih ada hambatan,” kata Fibriyani saat membuka konferensi.

Andalkan internet

Ia pun menyebutkan salah satu yang jadi hambatan ialah perempuan tidak bisa meninggalkan tanggung jawab mengurus anak dan suami. Sedangkan pemasaran secara online di internet memungkinkan bisnis perempuan bisa berhasil, tanpa harus keluar rumah.

“Ada pengusaha yang mampu mengembangkan tiga unit bisnis sekaligus, dengan hanya mengandalkan internet,” ujar Fibriyani. Oleh karena itu, ia tegaskan, lebih banyak peluang ekonomi adalah kunci untuk mencapai emansipasi dan kesejahteraan mereka.

Ia pun mengutip laporan IFC pada 2016 dengan judul “UKM yang dimiliki wanita di Indonesia”. Bahwa 51 persen bisnis mikro dan kecil di Indonesia dimiliki wanita. “Namun di bisnis ukuran menengah jumlahnya menurun jadi 34 persen. Dan 47 persen perempuan pengusaha Indonesia jarang memanfaatkan teknologi, dalam mengembangkan bisnis mereka,” katanya.

Konferensi Womenwill ini juga digelar di Surabaya, 14-15 Juni 2017; Semarang, Juli 2017; dan Denpasar pada Agustus 2017. Peserta konferensi mengikuti sesi sharing bersama perempuan pengusaha sukses. Selain itu mendapatkan edukasi dan solusi tentang cara menggunakan teknologi untuk memajukan usahanya. Peserta juga dapat akses bergabung dengan komunitas UMKM yang berpengalaman, yaitu Google Business Group.

Seperti diberitakan sebelumnya, Google memang memulai program Gapura Digital, sebuah pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Gapura Digital digelar di 10 kota di Indonesia.

Sepuluh kota yang dimaksud ialah Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Pontianak, dan Makassar. Pelaku usaha akan dilatih setiap minggu dan menentukan sendiri tema-tema pelatihan apa yang diperlukan.***

http://www.pikiran-rakyat.com/sites/files/public/styles/medium/public/image/2017/05/Bisnis%20Online%20Konferensi%20Womenwill%20Google.jpg?itok=JmvgvgVE



Sumber Artikel

Komentar

comments