BISNIS PROPERTI DIY : Daya Beli Properti Sedang Turun | Bantul


Kalangan pengembang mengeluhkan bisnisnya tersendat dari daya beli masyarakat yang menurun.

 
Solopos.com, JOGJA-Kalangan pengembang mengakui pemerintah dan perbankan tak henti-hentinya memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memiliki rumah. Hanya saja, kemudahan itu sepertinya tersendat dari daya beli masyarakat yang menurun.

Hal itu dikemukakan General Manager CitraaGrand Mutiara Yuliarso Christiono saat berbuka puasa dengan sejumlah media di Ambarrukmo Plaza, Kamis (8/6/2017) petang.

Menurutnya, pemerintah sangat berperan membuat bunga KPR menjadi murah sehingga memungkinkan masyarakat dari semua kalangan bisa membeli unit rumah.

“Infrastruktur juga digenjot oleh pemerintah,” katanya. Artinya, kata Christ, saat ini kendala dalam bisnis properti saat ini terletak pada daya beli masyarakat yang memang sedang turun.

Christ mengatakan, yang menjadi kendala para pengembang saat ini selain menghadapi konsumen yang berdaya beli rendah adalah ketidakpastian bahan baku. Bahan baku yang dimaksud adalah harga tanah yang tinggi.

“Kita mau menyesuaikan daya beli masyarakat nggak cocok karena harga tanahnya tinggi. Ini yang membuat pengembang bingung karena inginnya semua segmen dimainkan tapi karena tanah ini tadi [pengembang jadi mempertimbangkan lagi],” katanya.

Saat ini, dari total 328 unit rumah yang ada di CitraGrand Mutiara a Waterpark Residence Jogja di Jl. Wates Km. 9 Gamping, Sleman, ada 10% unit yang termasuk kelas premium dengan harga di atas Rp2 miliar. Pada tahun ini, terlihat jelas minat konsumen terhadap produk premium cukup rendah. Dalam sebulan, kata Christ, hanya terjual satu unit.

Para pembeli rumah kelas premium paling banyak adalah warga Jogja. Menurutnya saat berbicara sektor properti, yang menarik adalah sisi investasinya. Konsumen tidak hanya membeli untuk ditempati tetapi juga sebagai tabungan atau investasi di masa mendatang. “Ada kemungkinan nanti dijual lagi,” ungkapnya.

Marketing Coordinator CitraGrand Mutiara Yhonas Oktavian mengatakan, saat ini penjualan rumah dengan harga di atas Rp1 miliar tidak terlalu signifikan. Masyarakat banyak melirik harga kisaran Rp300-Rp400 juta. “Kami masih ada sisa sembilan unit yang lokasinya terbaik dan premium tapi pas saat ini kondisinya [ekonomi] turun,” tuturnya.

Ciputra Group sebagai induk perusahaan CitraGrand Mutiara pun berencana akan berekspansi ke daerah-daerah yang saat ini mulai tumbuh, seperti Cibubur, Makassar, dan Palembang.


lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

http://images.solopos.com/2016/07/perumahan-citra-grand-mutiara.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments