BNI Perbesar Bisnis di Papua


BNI Perbesar Bisnis di Papua
Selasa, 28 Februari 2017 | 14:10

Salah satu kantor Bank BNI. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVIDSalah satu kantor Bank BNI. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID


JAYAPURA
– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen
mengembangkan bisnis di wilayah Papua. Sebab, pulau paling timur di
Indonesia ini memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat
dikembangkan dan menarik untuk dibiayai.


Direktur
Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, sejak tahun 2012
pihaknya memutuskan untuk semakin fokus dalam menggarap bisnis di
wilayah paling timur Indonesia tersebut. Untuk itu, BNI menambah
perangkat bisnis tidak hanya kantor cabang, melainkan juga mesin
automated
teller machine

(ATM) dan electronic
data capture

(EDC).


“Kalau
bicara Papua ini potensinya besar, maka kami lengkapi perangkat
bisnis di kantor wilayah, dan yang terpenting saat ini ada kelompok
pemasaran bisnis yang fokus untuk memetakan potensi dan pergerakan
bisnis di daerah yang sekarang khusus menangani Papua,” kata
Anggoro ditemui di Jayapura, Senin (27/2).


Tahun
lalu, menurut dia, jumlah kantor cabang perseroan di wilayah Papua
telah ditambah dari 27 kantor cabang menjadi 42 kantor cabang.
Jaringan ATM pun ditambah dari 150 mesin ATM menjadi 200 mesin ATM,
begitu juga dengan jumlah mesin EDC yang ditingkatkan dari 320
menjadi 519 mesin EDC. “Kami mulai fokus menggarap merchant,
maka diharapkan ini akan meningkatkan jumlah tabungan kemudian juga
bisnis kartu kredit,” terang dia. Saat ini, masyarakat Papua
khususnya di wilayah ibukota mulai terbiasa transaksi belanja secara
nontunai menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu.


Di
sisi lain, BNI akan mengembangkan agen BNI 46. Tahun lalu, BNI telah
memiliki sebanyak 906 agen BNI 46 dan berminat menambah 521 agen BNI
tahun ini. Perseroan juga secara massif akan memberdayakan agen BNI
46 tidak hanya memperluas jaringan, tetapi memberikan edukasi dan
literasi keuangan pada masyarakat Papua, yang nantinya tidak akan
terbatas pada produk-produk bank tetapi juga produk keuangan lainnya.


Selain
fokus menggarap bisnis konsumer, BNI gencar menyalurkan kredit di
wilayah tersebut. Pimpinan Kantor Wilayah BNI Papua Indomora Harahap
menuturkan, secara keseluruhan, wilayah Papua mulai menunjukkan
potensi bisnis yang menjanjikan. Tahun lalu, pertumbuhan kredit pada
wilayah tersebut tumbuh 41,4% (yoy), dana pihak ketiga tumbuh 16%
(yoy). “Fee
based
dari
ATM naik sekitar 59% (yoy). Profit
naik
sekitar 27% (yoy). Padahal, pada saat yang sama kami membuka banyak
outlet,”
ungkap
dia. (nti)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments