BTPN Berkomitmen Kembangkan Bisnis UKM


BTPN Berkomitmen Kembangkan Bisnis UKM
Sabtu, 25 Februari 2017 | 0:09

BTPN. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZABTPN. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional (BTPN) berkomitmen untuk mengembangkan bisnis pelaku usaha kecil dan
menengah (UKM) tahun ini sebagai salah satu upaya menangkap peluang menyejahterakan
masyarakat.

“Mesin pertumbuhan kami masih pengusaha kecil dan menengah,” kata
Wakil Direktur Utama BTPN Ongki W Dana dalam pernyataannya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Ongki mengungkapkan hal tersebut saat memberikan paparan dalam acara Enterpreneur Networking Forum dengan
tema “Prospek Ekonomi 2017: Potensi dan Optimisme” di Balikpapan,
Kalimantan Timur.

Ongki menjelaskan sebagai upaya mengembangkan bisnis nasabah tersebut, pihaknya
telah meluncurkan BTPN Mitra Bisnis yang merupakan unit usaha untuk melayani
kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah.

Ia memastikan fokus bisnis tersebut dapat memberikan solusi keuangan, pembukaan
akses ke pasar yang lebih banyak dan pengembangan kapasitas bagi nasabah bagi
para pebisnis kecil.

“BTPN Mitra Bisnis merupakan solusi atas meningkatkan kebutuhan pelaku
usaha mikro yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan usaha dengan pembiayaan
lebih besar serta pelayanan dan pengembangan kapasitas,” katanya.

Sedangkan, pengembangan kapasitas kepada nasabah merupakan bantuan non
pembiayaan melalui pendampingan khusus dengan pengadaan seminar maupun kelas bisnis
lainnya agar pengusaha kecil tersebut dapat naik peringkat.

“Mereka tidak hanya memerlukan solusi finansial, tetapi juga kesempatan
akses kepada pasar yang lebih luas, maupun pengembangan kapasitas diri dalam
berbisnis,” ujar Ongki.

Selain itu, BTPN juga akan mengincar tambahan nasabah dari kalangan muda yang
saat ini merupakan pengguna utama layanan ekonomi berbasis elektronik dengan
mendorong penggunaan produk digital.

“Kita sudah memiliki produk digital ’Jenius’ yang prinsipnya melayani
nasabah generasi muda yang tidak mau ke bank. Mereka bisa membuka rekening,
tanpa harus ke kantor cabang. Ini bisa membantu nasabah mengatur keuangan
melalui digital,” kata Ongki.

Berdasarkan data, para pengakses sistem Jenius, yang merupakan platform
perbankan digital untuk segmen consuming
class
telah mencapai satu juta, dengan jumlah nasabah tercatat kisaran
100.000-200.000.

Ekonom A Prasetyantoko menambahkan para pelaku bisnis yang saat ini rata-rata
berusia muda harus selalu bergerak mencari tantangan baru dalam inovasi agar
bisa memberikan kontribusi kepada perekonomian nasional.

“Kita akan memasuki dunia serba digital yang bisa membuka peluang dan
tantangan baru. Inovasi harus terus berkembang apalagi ada kemajuan teknologi
yang makin tumbuh pesat,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Prasetyantoko menambahkan sebentar lagi dunia akan memasuki jaman revolusi
industri jilid empat, menggantikan jilid tiga era komputer digital, yang
merupakan era penggabungan aspek antara fisik, teknologi digital dan biologi.

Untuk itu, kata dia, generasi muda yang memiliki ide brilian harus mulai
mempersiapkan diri terhadap jaringan bisnis digital secara global agar tidak
tertinggal dalam perkembangan ekonomi dunia.

“Dunia akan berubah secara revolusioner, kita belum tahu seperti apa, tapi
sudah ada mobil tanpa supir. Memang perubahan tidak terjadi sekarang, ini
perspektif lima sampai sepuluh tahun,” ujarnya. (gor)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments