Charoen Pokphand Batal Realisasikan Pembelian Bisnis 7-Eleven | Emiten

Bisnis

[ad_1]

Jakarta –PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) batal merealisasikan transaksi pembelian bisnis 7-eleven di Indonesia dari PT Sevel Modern Indonesia (MSI). Pasalnya, selaku induk dari Sevel Modern Indonesia, yakni PT Modern International Tbk (MDRN) mengumumkan pembatalan pernjajian transaksi dengan Charoen Pokphand Indonesia.

Direktur Modern International Chandra Wijaya menyatakan, rencana transaksi material untuk penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store merek waralaba 7-eleven antara perseroan melalui anak usaha, dengan Charoen Pokphand Indonesia telah batal. Pasalnya, kesepakatan untuk transaksi tersebut tidak tercapai.

“Sehingga rencana untuk penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 21 Juni 2017, kami putuskan batal,” tegas Chandra dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/6).

Dengan rencana penjualan bisnis 7-eleven yang bernilai Rp 1 triliun, sebelumnya Modern International berniat agar penjualan bisnis itu, dapat memberikan dana segar kepada MSI guna membayar pinjaman bank, modal kerja, maupun utang lainnya. Di samping itu, perseroan juga menjalankan usaha sebagai distributor peralatan kesehatan media di bawah merk Shimadzu dan Sirona.

Selanjutnya, Modern International melalui PT Modern Data Solusi (MDS) pun sudah menjadi distributor document management solution. Sehingga, melalui prospektus manajemen perseroan menyatakan, harapan bahwa ingin dapat fokus menjalankan kegiatan sebagai distributor peralatan kesehatan media dan distributor document management solution, serta mengembangkan lini usaha lain yang dapat memberikan nilai tambah.

Sementara, sejak beberapa tahun terakhir MSI telah merugi sebagai akibat dari kompetisi pasar yang tinggi. Selanjutnya, karena MSI merupakan anak usaha dari Modern International, kerugian yang ditanggung turut masuk dalam laporan keuangan induk. Lalu, alasan lainnya, karena dari perseroan menyadari, untuk tetap menjalankan 7-eleven memerlukan biaya investasi yang besar.

Perihal rencana pembelian bisnis 7-eleven, sebelumnya pada 23 Mei lalu Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy menyatakan, guna merealisasikan rencana itu pihaknya perlu mendapat persetujuan dari pihak pemegang label 7-eleven di Amerika Serikat. “Usai itu disetujui, kami bersama-sama pihak Modern International dapat menandatangani master franchise agreement yang baru,” ungkap Thomas.


Investor Daily

Devie Kania/PCN

Investor Daily

http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725×460-2/1399878320.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …