Dana Reksa Dalam Investasi Pasar Modal

Investasi

Duitkita.net – Berinvestasi merupakan salah satu cara mengelola uang lebih yang dimiliki agar dapat berkembang dan menguntungkan bagi pemiliknya. Masyarakat modern yang lebih memilih untuk bekerja mencari uang dan memenuhi kebutuhan keluarga pasti membutuhkan suatu wadah dimana sebagian uang mereka yang tak terpakai dapat menguntungkan.

Berbagai macam jenis investasi ditawarkan oleh pihak penyelanggara guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu jenis investasi yang ditawarkan adalah dana reksa. Apakah Anda tertarik dengan jenis investasi ini untuk mengembangkan modal anda? Apakah maksud dari jenis investasi yang satu ini dan bagaimana alur investasinya?

Ya, investor harus terlebih dahulu tahu perusahaan atau pihak mana yang secara resmi dijadikan wadah untuk pengelolaan uang bagi investor. Salah satu badan yang mengelola jenis investasi seperti ini adalah PT. Danareksa. Perusahaan ini adalah suatu badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan seperti investasi reksa. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah pembiayaan, perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, pengelolaan investasi dan reksa.

dana reksa

Perusahaan ini juga melakukan kegiatan lain yaitu pengeluaran surat berharga yang terkait portofolio dari suatu perusahaan. Penggunaan jenis investasi reksa ini telah memiliki aturan dari pemerintah tersendiri. Ada empat  unsur penting dalam pengelolaan uang pada investasi ini yaitu terdapat sejumlah modal dan sekelompok investor. Diinvestasikan pada pasar efek maka pasar efek disebut instrumen dari uang investasi, dikelola oleh Manajemen Investasi dan investasi ini berjangka.

Manajemen Investasi mengelola uang dan menempatkannya dalam surat berharga serta merealisasikan keuntungan dan kerugian yang diterima investor kemudian membukukannya dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana. Nah, keuntungan atau kekayaan uang investasi wajib disimpan dalam bank Kustodian. Apa bank Kustodian itu?

Ya, bank  Kustodian adalah suatu lembaga yang memiliki tanggungjawab untuk menjaga aset keuangan dari suatu perusahaan atau perorangan. Bank ini akan bertindak sebagai tempat sementara penitipan uang  kolektif dan aset (saham dan obligasi), melaksanakan tugas adminitrasi (menagih hasil penjualan reksa dan menerima deviden), mengumpulkan informasi (misalnya mengikuti rapat umum pemegang saham tahunan, melaksanakan transaksi uang valuta asing apabila diperlukan dan menyajikan laporan atas aktifitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.

Investasi dalam bentuk reksa pertumbuhannya bergantung pada pasar modal. Jika Pasar modal mengalami kemajuan yang tinggi maka investasi reksa juga akan ikut berkembang.  Nah, apakah yang terjadi jika pasar modal jatuh? Ya, investasi jenis ini akan mengalami dampak buruk. Untuk menghindari dampak buruk jatuhnya pasar modal, pihak SEC yaitu komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga memasukkan pasar modal Indonesia dalam lingkungan komisi SEC agar terhindar dari dampak buruk jatuhnya investasi reksa.

Kondisi pasar modal di Amerika tidak seperti di Indonesia. Pemerintah Amerika telah menetapkan peraturan untuk warganya agar menyisihkan uang guna investasi. Jadi, investasi seperti ini akan berguna di masa pensiun masyarakat Amerika. Wah, Amerika benar-benar menata peningkatan mutu hidup warganya bukan? Ada baiknya Indonesia meniru langkah ini. Penghasilan  lebih yang dimiliki seseorang harusnya dapat dijadikan modal investasi jangka panjang untuk anak-anak mereka kelak.

Bentuk investasi reksa di Indonesia terbagi menjadi dua sesuai peraturan perundangan yaitu bentuk perseroan terbatas dan bentuk kontrak investasi kolektif. Bentuk perseroan mengelola uang menjadi benuk portofolio investasi. Sedangkan, bentuk kontrak investasi kolektif dibuat antara Manajemen Investasi dan bank Kustodian yang terikat dengan investor.

Investor memberi wewenang kepada Manajemen Investasi untuk mengelola portofolio efek dan bank Kustodian sebagai penitipan investasi dana. Berdasarkan karakteristik investasi reksa, ada dua macam karakteristik yaitu terbuka dan tertutup. Terbuka maksudnya investasi tersebut dapat dijual kembali ke Manajemen Investasi yang menyelenggarakan tanpa harus melalui pasar modal.

Harga jualnya biasanya sama dengan Nilai Aktivasi Bersih. Tertutup maksudnya investasi tidak dapat dijual kembali ke Manajemen Investasi. Investasi hanya bisa dijual ke sesama investor melalui pasar modal. Nah, sudah tahu maksud dengan investasi ini bukan? Jika anda ingin berinvestasi, sekaranglah saatnya.

 

Investasi
Investasi Emas Melalui Komunitas, Bonus Silaturahmi

  TEMPO.CO, Bandung – Dua tahun lalu, Dewi Intan, 43 tahun, menerima ajakan sahabatnya, Santy Sriharyati, untuk mengikuti arisan emas. Niatnya sederhana: membayar uang masuk sekolah anak-anaknya. “Saya sudah ikut arisan emas yang kesembilan. Sekarang saya lebih ke menyimpan dana,” kata Intan ketika ditemui di Restoran Centropunto, Bandung. Intan menuturkan …

Investasi
Investasi Emas Kian Dilirik | Kaltim Post

[ad_1] PROKAL.CO, align=”left”>BALIKPAPAN –  Meningkatnya pemahaman masyarakat atas investasi emas, turut mendorong kinerja PT Pegadaian (Persero) Kanwil Balikpapan. Logam mulia ini pun menjadi salah satu fokus bisnis mereka tahun ini. Deputi Pemimpin PT Pegadaian Kanwil Balikpapan Firman Alghazali mengungkapkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan saldo nasabah dalam produk Tabungan Emas. Berbeda …

Investasi
Terjang Inflasi dan Kokohkan Tabungan dengan Cara Ini : Okezone Ekonomi

[ad_1] INFLASI adalah suatu perubahan pada harga yang dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Inflasi tidak akan mengurangi jumlah uang yang anda miliki, inflasi hanya akan memengaruhi nilai uang saja. Contohnya jika pada tahun 2005, uang Rp100 ribu mampu membeli 10 kg beras, pada tahun 2016, uang Rp100 ribu …