Daya Beli Lesu, Pengusaha Ritel Tahan Ekspansi Bisnis

Bisnis

[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Pengusaha ritel modern menahan ekspansi bisnis menghadapi lesunya pertumbuhan penjualan yang terjadi sejak awal tahun ini. Ekspansi yang ditahan terutama untuk daerah yang berada di timur Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, selama ini gerai ritel modern memang masih didominasi di wilayah barat Indonesia. Rencana awal, pengusaha gerai modern bakal melakukan ekspansi ke Indonesia timur. Sayangnya, rencana tersebut harus ditahan. 

Selain itu, Roy melanjutkan, perusahaan ritel modern juga menutup beberapa gerai di daerah-daerah yang jumlah penduduk dan sosial ekonomi rendah. “Kami belum mendata ulang, tapi seluruh Indonesia mungkin belum sampai 50 toko yang sudah menutup. Terutama di daerah-daerah yang demografinya rendah,” ujar dia seperti ditulis Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Untuk penutupan sebuah gerai, pengusaha ritel biasanya melihat capaian penjualan dalam kurun waktu tertentu. Jika gerai tersebut sudah tidak mencapai target minimal yang ditentukan dan tidak ada upaya perbaikan yang bisa dilakukan, maka gerai tersebut terpaksa ditutup.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga mengeluhkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Pemerintah diminta mengambil kebijakan tepat guna memacu pertumbuhan ekonomi yang sehat, sehingga dapat meningkatkan kembali daya beli masyarakat secara merata.

“Daya beli sekarang benar-benar nge-drop. Ini sudah warning banget,” tegas Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani saat dihubungi Liputan6.com.

Pelemahan daya beli tersebut ditunjukkan dengan penurunan penjualan sepeda motor dan mobil, penjualan ritel, dan industri lainnya. Penyebabnya, ada ketidakmerataan distribusi pendapatan karena berbagai hal.

“Melihat tren investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penanaman modal naik, namun penyerapan tenaga kerja mengecil. Akhirnya distribusi pendapatan tidak merata, dan daya beli drop. Pada kebingungan semua, karena kelas menengah kan tidak beli sepeda motor, beli mie instan, jadi kita perlu menumbuhkan kalangan bawah,” jelas dia.  

Parahnya lagi, Hariyadi mengungkapkan, peraturan tenaga kerja yang kompleks dan rumit, termasuk masalah pengupahan selama puluhan tahun, mendorong perusahaan saat ini lebih menahan diri untuk merekrut pegawai. Perusahaan-perusahaan sekarang ini memilih pegawai dengan kriteria tertentu.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

https://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1274839/big/096018200_1466935471-20160626-_Baju_Diskon_Jadi_Buruan_Warga-Jakarta-_Gempur_M_Surya-02.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …