Di Mata Spanyol, Bisnis Hotel Bali Masih Seksi


BADUNG, KompasProperti – Kendati hotel baru terus bermunculan bak cendawan di musim hujan, namun pasar Bali masih dianggap sangat seksi. Lebih seksi ketimbang destinasi wisata di belahan dunia mana pun, sebut saja Pattaya, Thailand, sebagai pesaing serius utama.

Itulah mengapa jaringan operator asal Spanyol, Meliá Hotels International, sampai harus membuka properti terbaru mereka, Sol House Bali Legian.

Menurut General Manager Sol House Bali Legian Marta Escribano, pasar Bali masih sangat potensial dan seksi, terutama untuk segmen tertentu, seperti generasi milenial yang melek internet dan berbagai macam aplikasi terbaru.

“Selain itu, tentu saja jumlah kunjungan wisata ke Bali yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu sekitar 4,7 juta wisatawan asing masuk ke Bali. Dengan penetrasi demikian tinggi, maka Bali masih potensial untuk bisnis hotel,” tutur Marta kepada KompasProperti, Sabtu (22/7/2017).

Sol House Bali Legian merupakan properti keempat yang dikelola Meliá Hotels International. Tiga lainnya adalah Meliá Bali The Garden Villas di Nusa Dua, Kuta Beach Club, dan Sol Beach House Bali Benoa.

Selain pasar dengan segmen tertentu, kata Marta, pasar Bali juga bagus jika dimasuki dengan tawaran konsep baru yang berbeda dengan hotel lainnya.

Marta menyebut, konsep Sol House Bali Legian mampu mendatangkan tamu generasi milenial dari berbagai negara, terutama Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan China. 

Sejak dibuka pada Februari 2017 lalu, hingga kini, tingkat okupansi Sol House Bali Legian tembus 57 persen hingga 60 persen.

“Tingkat okupansi ini lumayan bagus untuk ukuran hotel baru,” kata Marta.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan kinerja okupansi hotel di Bali memang terus menunjukkan tren meningkat sejak Maret 2017. 

Ilustrasi hotelDragonImages Ilustrasi hotel

Hingga akhir 2017 Colliers memprediksi tingkat okupansi berada pada level 65 persen. Angka ini cukup bagus mengingat jumlah pasokan baru yang terus bertambah seiring meningkatnya kunjungan wisata dan aktivitas meeting, incentivesconvention, dan exhibition (MICE).

“Dengan begitu tren ke depan sudah bisa diprediksi. Terlebih musim liburan di bali punya pola yang sama dalam beberapa tahun terakhir,” kata Ferry.

Bahkan, dalam beberapa bulan ke depan, Bali akan menghadapi periode puncak hingga Agustus dan diharapkan banyak turis yang menghabiskan liburan musim panasnya di Pulau Dewata.

Selain Sol House Bali Legian, hotel lainnya yang beroperasi tahun ini sejumlah 9 hotel dengan jumlah kamar 1.266 unit.

Kesembilan hotel lainnya adalah Alaya Jembawan, Paramapada Hotel Jimbaran, Aston Canggu Beach Resort, Swiss-belhotel Pecatu, Indigo Hotel Seminyak. Best Western Premier Agung Resort Ubud, Movenpick Resort & Spa Jimbaran bay, dan Hoshinoya Bali.

Jumlah hotel ini belum termasuk yang masih dalam tahap konstruksi namun dijadwalkan dibuka tahun ini seperti Springhill Villas & Resort at Jimbaran Hijau, The Himana-Mercure Bali Jimbaran, The Element Ubud, Jumeirah, Renaissance Bali Resort & Spa Uluwatu dan @HOM Jimbaran.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:1000×500/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/06/23/39519489272.png,0,-0,1)/data/photo/2017/07/21/3933590465.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments