Eks Bandar Narkoba Rintis Bisnis Kuliner

Bisnis

[ad_1]

Aroma ayam goreng yang baru diangkat dari wajan mengawang ke udara. Sementara racikan sambal yang menjadi peneman membuat mulut berdesis dan keringatan, sensasi dari perpaduan panas dan pedas yang siap menggoyang lidah. Siapa sangka koki di balik si Ayam Wolez (Wow lezat) adalah mantan bandar narkoba. Jalan hidup telah memilihnya menjadi pebisnis, dari bandar narkoba ke pengusaha kuliner. Mereka para korban narkoba yang merintis masa depan baru setelah terbebas dari barang haram itu.

Amirul Mukminil (21) tak sendiri, ia bersama rekannya Irhas (17) yang datang dari latar belakang berbeda kini menggeluti bisnis yang sama. Persamaan keduanya adalah sama-sama pernah menjadi pemakai drugs dan direhab di tempat yang sama. Amir dan Irhas bukan sedang reuni, tapi keduanya kini bersama membesarkan ‘Ayam Wolez’. Titik balik kehidupan para mantan.

“Mimpi saya pengen mengajak teman-teman yang masih make untuk pulih dan kembali hidup normal. Dukungan itu perlu dan sangat membantu, tapi terutama yang diperlukan niat untuk berhenti,” ujar Amirul Mukminin yang pernah tiga bulan menghuni Hotel Prodeo.

Ya, ia diciduk polisi usai pesta narkoba bersama teman-temannya sesama pemakai. Pemuda asal Meulaboh ini mengaku sampai sekarang masih kerab dihubungi oleh para pemakai. Ayam Wolez menjadi jawaban dirinya untuk benar-benar bisa ‘putus hubungan’ dengan dunia gelap yang pernah menjadi masa lalunya. Setali tiga uang dengan Amir, Irhas yang tidak tamat SMP itu menjadikan kafe di Kawasan Lampineung, Banda Aceh itu tempat dirinya menghabiskan waktu.

Saat Serambi menyambangi ‘Maroon Coffee’, tempat ‘Ayam Wolez’ bernaung, Senin (6/2) Ismu Putra (25) yang juga barisan para mantan terlihat berbincang akrab dengan dr Natalina Christanto, General Manager Yayasan Tabina yang dipanggil Bunda oleh anak-anak asuhnya. Ismu juga banting stir dari konsumen narkoba menjadi pebisnis kuliner, melanjutkan usaha yang telah diretas orangtuanya. Pemuda asal Pidie ini membuka usaha kaki lima mie caleuk di sebuah warkop di kawasan Blang Padang, Banda Aceh. “90 persen dari mereka berasal dari keluarga broken home. Makanya usai direhab mereka harus dibina agar tidak kembali ke pergaulannya yang lama,” terang dr Natalina.

Perempuan asal ‘Kota Kembang’ Bandung itu menyayangkan karena Yayasan Tabina Banda Aceh tempat dirinya mendampingi para pemakai Napza (Narkoba, psikotropika, dan zat adiktif) ditutup Desember 2016 lalu. Ketidak jelasan aliran dana ditengarai menjadi pemicu dibredelnya yayasan yang baru berdiri 2 tahun tersebut.

Yayasan Tabina Banda Aceh yang sudah merehab 780-an pemakai tersebut mendapat subsidi dari Kementerian Sosial. Sementara selama enam bulan masa rehab, tiap pasien dikenakan iuran Rp 300 ribu per bulannya.

Diakui GM Yayasan Tabina, Natalina mengatakan, 50 persen dari gelombang terakhir yang masuk rehab sudah kembali ke dunia kelam yang pernah mereka cicipi. Saat yayasan dibredel, sebagian dari mereka belum tuntas menjalani masa rehab, sehingga tidak bisa dibina sesuai bakat dan potensinya. “Kini sedang berjuang mendirikan sebuah lembaga berbadan hukum yang berfungsi sebagai rumah binaan bagi para pemakai. Memutus mata rantai bisnis yang konon di Aceh aksesnya sangat mudah lagi murah,” ujarnya.(nurul hayati)

http://cdn2.tstatic.net/aceh/foto/bank/images/dua-mantan-pengguna-narkoba_20170208_091114.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Dalam Aplikasi Instagram Marketing, Robert D.

di dalam kritik konvensi universal tahunan ke-10 serta eksposisi perihal multimedia dan cd-rom-untuk sebagai walter benjamin masa akhir yang sanggup beroperasi di bumi maya sewenang-wenang pikiran, tanpa batas, dan flanuer di paris. tiga. tak diperbolehkan hingga salah account maupun posting salah ini pernah dan bisa jadi pula kerap timbul, salah …

Bisnis
Huruf Timbul Galvanis

ahli penggarapan huruf timbul jakarta-untuk anda yang berposisi di area itu di menurut yang sungguh lagi mencari pelayanan pasang kanopi rumah di jakarta kita sangat menolong kalian untuk kendaraan yang dituju dari teriknya air serta hujan yang tentu mendatangkan kendaraan anda semakin kilat rusak. pihak berkuasa ini mendukungkan kehidupan ekonominya …

Bisnis
Rak Toko Besi

di jawa ketika kami menyandang supermarket pelanggan astika sukses yang menemukan omzet sampai 50 juta dalam satu hari saat grand opening. pada dialog rak besi yang lalu kita sekalian telah merembukkan titik pada rak gondola minimarket yang sesuai dengan tangga mata (pandangan bola mata) bakal memperoleh penjualan paling banyak. salah …