Ekspansi Bisnis, Sarana Menara Tambah Pinjaman Jadi Rp500 Miliar : Okezone Ekonomi


JAKARTA – Menyadari besarnya kebutuhan dana untuk ekspansi bisnis menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya PT Iforte Solusi Infotek melakukan amandemen perjanjian pinjaman. Dimana penandatanganan dilakukan oleh Protelindo dan DBS Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, amandemen dilakukan 23 Maret 2017 yang merupakan perubahan atas perjanjian Revolving Loan Facility Agreement pada 11 Agustus 2015 dan sudah diubah pada 1 Juli 2016 dan 1 Oktober 2016. Iforte dalam hal ini bermaksud menambah jumlah fasilitas pinjaman menjadi Rp500 miliar dari sebelumnya Rp350 miliar dengan jangka waktu setahun sejak tanggal perubahan perjanjian pinjaman.

Pinjaman ini dijamin juga oleh Protelindo yang ikut menjamin atas perubahan perjanjian pinjaman tersebut. Sebagai informasi, Protelindo sebelumnya memperoleh pinjaman senilai total Rp400 miliar. Fasilitas pinjaman itu berasal dari dua bank yang berbeda. Pertama, pinjaman dari Bank of Tokyo Mitsubishi, UFJ., Ltd. cabang Jakarta senilai Rp250 miliar.

Sekretaris Perusahaan TOWR, Arif Perdana pernah bilang, tujuan pinjaman ini akan digunakan untuk modal kerja. Disebutkan, pinjaman tersebut bertenor 12 bulan. Terkait bunga pinjaman, ada dua skema yang digunakan. Pertama, menggunakan Jakarta Interbank Offered rate ditambah 1,65% jika pinjaman yang ditarik menggunakan kurs rupiah. Kedua, ICE LIBOR plus 1,10% jika pinjaman yang ditarik menggunakan kurs dollar AS.

Kemudian pinjaman kedua berasal dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia senilai Rp150 miliar. Tenornya selama 12 bulan. Bunganya menggunakan Jakarta Interbank Offered Rate atau margin yang berlaku yakni 2,3% per tahun atau tingkat bunga lain yang disepakati semua pihak. Sama seperti pinjaman pertama, pinjaman itu akan digunakan untuk keperluan modal kerja.

TOWR di tahun 2016 kemarin, mencatatkan pendapatan meningkat 13% menjadi Rp5,05 triliun dari sebelumnya Rp4,47 triliun. Sementara, beban pokok pendapatannya juga mengalami kenaikan sebesar 17% year on year (yoy) menjadi Rp668,77 miliar. Namun, kenaikan ini sifatnya minor terhadap laba kotor perseroan. Sebab, porsi beban pokok TOWR terhadap pendapatannya relatif stabil pada angka 13% terhadap pendapatan. Sehingga, kenaikan beban pokok itu sifatnya masih minor. Alhasil, TOWR mencatat laba kotor Rp4,38 triliun pada 2016.

Angka ini naik 12% dibanding periode 2015, Rp3,89 triliun. Kenaikan itu pada akhirnya mengerek bottom line perseroan. Tahun lalu, TOWR mencatat laba bersih Rp3,04 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, laba per saham atau earning per share (EPS) saham TOWR mengalami kenaikan menjadi Rp298 per saham dari sebelumnya Rp290 per saham.

(kmj)

https://img.okezone.com//content/2017/03/29/278/1653597/ekspansi-bisnis-sarana-menara-tambah-pinjaman-jadi-rp500-miliar-MXMgDfF0g6.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments