Emas Cocok untuk Investasi | SuaraMerdeka.com


IKUTI SEMINAR: Para nasabah pegadaian di wilayah Pegadaian Cabang Temanggung mengikuti seminar ‘’Kemilau Emas Sahabat Pegadaian’’di Aliyana Hotel and Resort Temanggung, kemarin. (suaramerdeka.com/Henry Sofyan)

IKUTI SEMINAR: Para nasabah pegadaian di wilayah Pegadaian Cabang Temanggung mengikuti seminar ‘’Kemilau Emas Sahabat Pegadaian’’di Aliyana Hotel and Resort Temanggung, kemarin. (suaramerdeka.com/Henry Sofyan)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com – Logam mulia atau emas merupakan sarana yang cocok untuk berinvestasi atau penanaman modal. Dengan investasi emas, dipastikan tidak akan mengalami kerugian. Bahkan sebaliknya, memberikan keuntungan dan manfaat. Demikian diungkapkan praktisi emas Rully Kustandari, dalam seminar: Kemilau Emas Sahabat Pegadaian yang digelar Pegadaian Area Purwokerto di Aliyana Hotel and Resort Temanggung, Rabu (3/5).

Hadir dalam seminar yang diikuti para nasabah pegadaian di wilayah Pegadaian Cabang Temanggung tersebut, Asisten Manajer Pegadaian Area Purwokerto, Kuntaji, dan  Kepala Pegadaian Cabang Temanggung, Mugiyanto, bersama jajarannya.

“Investasi emas dipastikan menguntungkan dan tidak akan merugikan. Emas juga jauh lebih besar manfaatnya, daripada keuntungannya,” ujar Rully.

Menurutnya, berinvestasi emas dipastikan tidak akan mengalami kerugian. Karena logam mulia tersebut tahan terhadap inflasi. Ketahanan itu lantaran harga emas akan senantiasa ikut naik atau bertambah mahal. Seiring dengan inflasi atau kenaikan harga-harga barang yang terjadi.

“Sebagai gambaran, kira-kira 1.400 tahun lalu, ketika zaman Nabi Muhammad SAW, harga seekor kambing setara dua koin dinar emas. Saat ini pun, ketika harga-harga barang sudah jauh lebih mahal, harga seekor kambing masih setara dua koin emas tersebut,” terangnya.

Lantaran tahan inflasi itu pula, emas bahkan diibaratkan bisa digunakan sebagai sarana membeli masa depan. Yakni, dengan investasi emas pada saat ini, biaya-biaya diperlukan untuk kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan jauh di masa-masa mendatang sudah bisa disiapkan.

“Sebagai contoh, jika saat ini biaya kuliah di Fakultas Kedokteran Rp 350 juta, dan kita telah memiliki investasi emas senilai besaran itu, maka 20 tahun lagi saat kita akan memasukkan anak kita di Fakultas Kedokteran, besaran emas itu tetap cukup. Kendati tentu saja sudah terjadi beberapa kali inflasi,” tuturnya.

Ditambahkannya, berbeda dengan invetasi properti atau tanah, yang untuk dijual dengan harga tinggi perlu waktu atau tidak bisa dilakukan dengan segera. Emas tidaklah demikian. Emas memiliki likuiditas tinggi. Sehingga bisa dijual sewaktu-waktu ketika membutuhkan uang, dengan harga standar pada saat itu.

Asisten Manajer Pegadaian Area Purwokerto, Kuntaji mengatakan, seminar tersebut diadakan dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai investasi. Sehingga, diharapkan mereka bisa memilih investasi yang tepat, dan tidak salah dalam berinvetasi.

“Kami berharap tidak terjadi lagi, warga yang tergiur dengan tawaran-tawaran investasi menjanjikan, namun ternyata bodong,” tandasnya.

Adapun pegadaian, saat ini juga melayani tabungan emas, pembelian dan penjualan emas, serta penitipan atau konsyinasi emas.
(Henry Sofyan/CN40/SM Network)



Sumber Artikel

Komentar

comments