Emas | Investor | Beritasatu.com


“It was not curiosity that killed the goose who laid the golden egg, but an insatiable greed that devoured common sense.” (E.A. Bucchianeri)

Emas boleh jadi memang diciptakan untuk menjadi simbol kebanggaan. Ia merupkan salah satu logam yang paling banyak dicari, dipuja dan diperebutkan. Langka dan berharga. Lebih dari 6.000 tahun dijadikan bahan mata uang. Dijadikan perhiasan oleh semua bangsa dan semua budaya. Bertahta di mahkota para ratu, melingkar sebagai kalung di leher sang juara.

Pokoknya, kilaunya mendapat tempat yang istimewa di hati manusia. Emas memang memiliki berbagai karakter unggul, seperti mengantarkan listrik dengan mudah, gampang dibentuk dan ditempa, gampang dicampur dengan logam lain, permukaannya halus dan smooth. Tapi yang paling menonjol, ia bertahan abadi, tetap berkilau tanpa noda.

Secara ekonomis,, emas hanya dominan di industri perhiasan (jewelry). Pernah menjadi tolok ukur kemakmuran suatu bangsa, ketika mata uang dunia masih menggunakan standar emas. Penggunaan di industri elektronik dan komputer, pesawat udara, medis (khususnya gigi), tidak lebih dari 20%, sisanya sepenuhnya digunakan untuk menunjang penampilan dan status sosial.

Di Asia, masyarakat menganggap membeli emas selain untuk perhiasan, juga untuk tujuan menabung. Tradisi lain adalah untuk mas kawin. Bahkan di India ada saat-saat yang mereka sebut sebagai Akshay Trutiya, hari suci, kelahiran titisan dewa Visnu, yang merupakan hari paling tepat untuk menikah. Hari itu juga disebut sebagai days to buy gold, karena rumah tangga beramai-ramai membeli emas.

Baru belakangan emas tampil sebagai instrumen investasi. Emas kemudian bertransformasi menjadi alat mencari keuntungan. Namun kecanggihan pasar keuangan modern melahirkan kontrak berjangka emas, yang memungkinkan seorang investor memperoleh keuntungan tanpa harus menyentuh emasnya secara fisik.

Sebagai objek investasi, termasuk futures contract tanpa penyerahan fisik, walau bertumbuh pesat selama lima tahun terakhir. Namun, apabila dibandingkan dengan investasi dalam saham, investasi emas masih sangat kecil sekali. Namun, ke depan saya meyakini bahwa peran emas sebagai instrumen investasi akan bertumbuh lebih cepat. Saya punya lima alasan.

Alasan pertama, permintaan yang terus meningkat. Permintaan emas dari Tiongkok tumbuh rata-rata 20% per tahun selama lima tahun terakhir. India mengonsumsi emas seperlima konsumsi dunia, sekitar 900 ton per tahun pada 2016.

Kedua, produksi emas dunia gagal memenuhi permintaan. Afrika Selatan yang pernah menjadi produsen terbesar, kini produksinya tinggal separuh produksi 1998. Tiongkok dan Rusia yang berkembang, tapi tetap tidak mampu mengejar permintaan. Sejak 2003 produksi emas dunia turun rata-rata 4% per tahun.

Ketiga, karena emas dunia dihargai dalam US$ dan US$ dianggap sebagai alat pembayaran internasional, maka emas menjelma menjadi instrument perlindungan terhadap jatuhnya nilai US$. Dihitung sejak 2008, investasi emas telah memberi keuntungan kumulatif 131%.

Keempat, emas dianggap instrument yang bisa melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Itu sebabnya di negaranegara dengan tingkat inflasi tinggi, permintaan emas juga tinggi. Kelima, instrumen keuangan berkembang cepat dan kompleks, penuh rekayasa, kadang off balance sheet.

Dalam transaksi semacam itu, informasi yang benar dan transparansi merupakan sesuatu yang mutlak. Pada ujung yang lain, investasi dalam fisik emas tetap sama: sederhana, langsung dan transparan. Bebas dari risiko kredit dan kegagalan sistem keuangan. Satu aspek lagi yang menonjol pada emas: masyarakat seluruh dunia konsensus menganggap emas sebagai a safe haven asset. Manakala iklim geopolitik memanas, dan ekonomi bergejolak, masyarakat akan ramairamai memindahkan kekayaannya dalam bentuk emas, sehingga harga emas naik tajam.

Peristiwa yang masih hangat bisa kita jadikan contoh. Pada Senin 17 April, harga emas telah naik 12% year to date (YTD). Di Comex kontrak berjangka penyerahan Juni, pada hari itu, ditutup pada US$ 1,289. Bom Suriah, ketegangan di semenanjung Korea, pernyataan Trump yang menginginkan pelemahan dollar, peluang kemenangan sayap kanan dalam pemilu Perancis, seperti adding fule to the fire, bagi harga emas.

Harus diingat bahwa yang mengerek harga emas ke atas, bukan semata meningkatnya permintaaf pisik, tetapi lebih banyak karena hot-money speculators are driving the move. Siap maju ke konsep yang lebih rumit? Dalam konteks portofolio, ada bebarapa ciri menarik ketika emas dikombinasikan dengan saham dan obligasi.

Pertama, independensi harga. Harga emas tidak berkorelasi dengan harga saham maupun obligasi. Kehadiran emas dalam portofolio dapat meringankan dampak penurunan harga yang tajam pada kelompok asset yang lain.

Kedua, secara empiris harga emas menunjukkan bias positif. Berbeda dengan saham yang naiknya pelan dan turunnya tajam, emas cenderung sebaliknya, naik tajam dan turun pelan-pelan. Ketiga, emas sangat likuid. Keempat, semua orang memiliki konsep yang sama tentang emas. Berbeda dengan aktiva keuangan yang membawa keunikan masing-masing industry dan negara, semua orang memiliki persepsi yang relatif seragam terhadap emas.

Kelima, nyaris bebas terhadap risiko nilai tukar. Manfaat yang bisa diraih bila seorang investor menambahkan emas dalam portofolio investasinya, diteliti oleh Bullion Vault, yakni bursa yang memperdagangkan emas dan perak melaui internet, yang didirikan di London pada tahun 2005. Kesimpulan penelitian itu bisa dilihat pada tabel.

Sebagaimana Anda bisa lihat dari tabel di atas, menambahkan emas pada portofolio yang semula hanya terdiri atas 60% saham dan 40% obligasi, dapat mengurangi kerugian pada krisis finansial paling buruk selama empat dekade (2008) dan dapat meningkatkan keuntungan pada masa-masa bearish (2000 – 2004). Bullion Vault menyimpulkan: “The more gold, the lower your risk – and the greater your rewards when other assets failed to perform over extended periods of time”.

Hasan Zein Mahmud, Investor Saham


Investor Daily

/GOR

Investor Daily

http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725×460-2/481478643005.jpg?427026



Sumber Artikel

Komentar

comments