Emiten Properti Siapkan Dana Investasi Rp15 Triliun


RUPST PT MNC Land Tbk menyetujui tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2016.

JAKARTA – Emiten properti, PT MNC Land Tbk (KPIG), memproyeksikan kebutuhan dana investasi sebesar 15 triliun rupiah untuk pembangunan berbagai proyek yang akan digarapnya. Direktur Keuangan MNC Land, Erwin Richard Andersen, mengatakan kebutuhan investasi tersebut digunakan untuk pembangunan proyek properti Perseroan yang tengah berjalan sejak tahun ini hingga rampung. “Total kebutuhan dana sampai proyek selesai antara 10–15 triliun rupiah,” ungkap dia, di Jakarta, Kamis (22/6).

Sejumlah proyek yang tengah digarap, antara lain MNC Lido City, Bali Nirwana Resort, MNC City Tangerang, dan proyek properti lainnya. Perseroan pada tahun ini menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) senilai tiga triliun rupiah. Alokasi anggaran Perseroan akan digunakan untuk pembelian tanah dan pengembangan proyek.

Adapun proyek-proyek raksasa yang tengah digarap oleh MNC Land bakal dimulai pada kuartal III atau IV tahun ini. Pada tahun ini, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 10–15 persen, meningkat dari posisi tahun lalu sebesar 945 miliar rupiah. Komposisi pendapatan tahun ini ditargetkan akan sama dengan periode sebelumnya.

Target peningkatan pendapatan Perseroan tahun ini, seiring dengan harapan membaiknya bisnis properti, serta mulai beroperasinya salah satu proyek gedung perkantoran milik Perseroan yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Sebagian gedung perkantoran tersebut disewa oleh Bursa Efek Surabaya.

Semula gedung perkantoran itu bernama MNC Tower. Gedung perkantoran tersebut memiliki total luas bangunan 12.039 meter persegi, di atas lahan seluas 1.424 meter persegi terdiri dari 12 lantai. “Satu sampai dua bulan ke depan, gedung itu akan mulai ditempati,” jelas dia.

 

Saham Baru

 

Pada saat bersamaan, Perseroan mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. “Kami akan malakukan private placement sekitar 7,5 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan,” jelas dia.

Tercatat, jumlah saham baru yang akan diterbitkan melalui mekanisme private placement sebanyak 516 juta lembar. Jika dikalkulasi, harga saham saat ini 1.280 rupiah per lembar, total dana yang akan dikantongi senilai 660 miliar rupiah. Perolehan dana dari aksi korporasi private placement ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.

Para pemegang saham KPIG juga menyetujui penjaminan sebagian atau seluruh aset perusahaan dalam rangka mencari pendanaan guna mendukung proyek di masa mendatang. Selain itu, RUPST juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2016. Perolehan laba bersih tahun lalu senilai 1,77 triliun rupiah akan digunakan untuk laba ditahan, penguatan permodalan, hingga perluasan proyek. 

 

yni/AR-2

http://www.koran-jakarta.com/images/logo.png



Sumber Artikel

Komentar

comments