Emiten properti tambah porsi recurring income

Bisnis

[ad_1]

KONTAN.CO.ID – Beberapa perusahaan properti berharap untuk dapat meningkatkan porsi pendapatan berulang alias recurring income perusahaan. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) misalnya. Anak usaha Sinar Mas ini berharap bisa menaikkan porsi pendapatan berulang.

“Kontribusi recurring income akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas industri di Kota Deltamas. Di tahun ini saja, dua perusahaan otomotif dengan skala besar sudah mulai beroperasi di kawasan industri kami,” kata Tondy dalam siaran media yang diterima KONTAN, Senin (4/9).

DMAS menargetkan recurring income pada tahun 2017 bisa mencapai sekitar 5%-10% dari pendapatan DMAS. Dalam catatan KONTAN, kontribusi recurring income DMAS berkisar 6% saat ini. Hingga akhir tahun perusahaan berencana untuk meningkatkan pendapatan hingga sekitar 10% dan menargetkan kontribusi recurring income hingga 25% dalam 5 tahun.

Meski demikian, ada pula perusahaan yang tak berkehendak secara agresif untuk meningkatkan pendapatan berulang. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menyatakan bahwa saat ini perusahaan tidak memiliki proyek reccuring income yang akan selesai yang bisa menaikkan recurring income.

Ia juga mengatakan bahwa membangun proyek recurring income membutuhkan waktu minimal 2-3 tahun. Berbeda dengan proyek pengembangan dan penjualan, yang bisa dicatatkan sebagai marketing sales menjadi lebih mudah karena belum dibangun sudah bisa dijual. “Kalau saat ini porsi recurring income sudah 25%. Sedikit-sedikit akan naik tetapi kita kembangkan sesuai kebutuhan dan kelayakannya,” kata Harun Hajadi, Direktur CTRA kepada KONTAN, Selasa (5/9)

Reza Priyambada, analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan bahwa recurring income diperlukan oleh perusahaan properti untuk menjaga keseimbangan pendapatan. Apalagi pada masa penjualan properti yang sulit lantaran lemahnya daya beli masyarakat terhadap rumah baru.

Reza mengatakan bahwa proporsi antara pendapatan recurring income dan juga pendapatan yang berasal dari penjualan harus dijaga. “Emiten juga harus melihat trennya, ketika permintaan booming, emiten akan lebih mudah menjual non recurring income. Kalau trennya berubah, sedangkan recurring income kecil akan menyulitkan emiten,” kata Reza.

Recurring income menurutnya menjadi penjaga stabilitas terutama bagi emiten-emiten dengan landbank yang tak terlalu besar. Untuk developer dengan landbank besar, perlu dijaga keseimbangan antara recurring income dan pengembangan.

Terkait dengan recurring income, Reza merekomendasikan emiten-emiten seperti PWON dan DILD yang memiliki valuasi cukup terjangkau. Sementara itu, ia juga merekomendasikan beberapa emiten properti CTRA dan LPKR.

http://photo.kontan.co.id/photo/2017/02/20/915660674p.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

kontraktor kaca dan aluminium composite panel
Bisnis
Spesialis Kontraktor Aluminium Composite Panel Gedung

Fasad & Dinding Tirai dari Aluminium Composite Panel Ringan dan kaca stopol. Spesialis kontraktor kaca dan aluminium composite panel dan juga kaca oleh PT Partindo. Akreditasi jaminan tertutup pasti akan diberikan untuk proyek yang membutuhkan berdasarkan panel serta persyaratan naungan yang memanfaatkan ditambah masalah lingkungan. Aplikasi Alcopan tidak terbatas pada …

daftar harga beton cor ready mix
Bisnis
Harga Beton Cor Readymix Per M3 untuk Wilayah Jakarta

Biaya Beton Semua Set Mix – Jayamix Per M3 Cor K225 Oktober 2017. daftar harga beton cor ready mix tidak terdiri dari jaringan uang tunai, jika lebih besar dari 10 pipeline. Dengan menyewakan pompa berdasarkan tuntutan waktu pemakaiannya bisa mencegah bahaya peralatan menganggur namun tetap perlu membayar uang sewa. Biaya …

Bisnis
Promo Jam Tangan Guess Kw Super Murah

Selamat Datang di jam tangan guess kw super murah – Perbandingan Harga Nomor Situs di Indonesia. Berbeda dengan produk replika yang tidak biasa menemukan cara menulis logo atau merek yang berbeda di beberapa bagian. Untuk informasi lebih lanjut, Kualitas bahan yang tercantum dalam deskripsi pengiklan asli dengan tampilan analog yang …