EXCL bidik bisnis data sumbang pemasukan 65%


JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada tahun ini akan fokus menggenjot pendapatan dari layanan data. Sebab, adanya perubahan prilaku pelanggan dalam berkomunikasi dari menggunakan telepon dan SMS, kini menggunakan layanan data.

Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini menyampaikan, pada 2015, bisnis data berkontribusi 35% terhadap pendapatan EXCL, kemudian tahun 2016 layanan data menyumbang 53%. “Tahun ini kita targetkan layanan data dapat menyumbang 65% pada revenue,” ujar Dian, Jumat (31/3).

Dian memaparkan, faktor pendukung yang menjadi katalis kenaikan pendapat data diantaranya yaitu besarnya infrastruktur 4G dan 3G. Tercatat pada 2016, EXCL menambah 8.200 BTS 4G dan 11.000 BTS 3G di jaringan U900.

Lanjut Dian, tahun ini, jaringan 4G akan ditambah 17.000 BTS dan sekitar 16.000 akan dibangun untuk jaringan 3G di U900. Dengan pembangunan 16.000 BTS U900 maka wilayah layanan 3G XL akan meningkat enam kali lebih luas terutama di luar pulau Jawa.

Agresifnya EXCL dalam membangun dan memoderenisasi jaringan hal ini dalam rangka untuk meningkatkan penetrasi pasar di luar Jawa. Hal ini disebabkan pendapatan di luar Jawa menurun karena pembangunan kurang agresif. “Makanya kuartal terakhir tahun lalu kita kejar pembangunan,” ungkapnya.

Dalam rangka untuk meningkatkan pelanggan, sebagai perusahaan digital akan dilakukan penyelarasan rencana digitalisasi dengan 3 langkah. Pertama customer centricity menyederhanakan semua layanan yang cukup kompleks menjadi lebih simpel.

Kedua, business process yaitu mengubah proses bisnis yang kompleks menjadi lebih efisien. Ketiga, perseroan akan fokus menyediakan infrastruktur layanan digital yang didukung

Tahun ini, EXCL menganggarkan capital expenditure sebesar Rp 7 triliun. Anggaran ini rencananya sebagian besar akan digunakan untuk memperkuat layanan data dengan membangun BTS di 4G dan 3G. Selain membangun jaringan radio juga membangun jaringan trasportnya.

Direktur EXCL, Yessie D Yosetya menyampaikan dari capex Rp 7 triliun, 30% akan digunakan untuk memoderenisasi jaringan dengan menambah 4.000 kilo liter kabel optik. “Selain investasi di sisi radio kita juga investasi besar di sisi transport. Maka dari itu kita bangun 4.000 KL fiber optik,” ungkapnya.

Jaringan fiber optik untuk mendukung jaringan 4G LTE, jaringan transmisi backbone, backhaul dan access. Jaringan ini merupakan media transmisi yang mempunyai kemampuan untuk membawa trafik data dalam kapasitas besar dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini dapat mengupgrade kapasitas sesuai perkembangan.

Sepanjang 2016, emiten berkode EXCL ini membukukan penurunan pendapatan 7% year on year menjadi Rp 21,3 triliun. Meski demikian, EXCL membukukan laba Rp 376 miliar, setelah merugi senilai Rp 25 miliar pada 2015.

http://photo.kontan.co.id/photo/2017/03/01/1160353591p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments