Eximbank Bidik Pendapatan Rp 18,9 T dari Bisnis Asuransi dan Penjaminan

Bisnis

[ad_1]

Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank ternyata tidak hanya bergerak dalam bidang pembiayaan ekspor korporasi tapi juga penjaminan dan asuransi. Karena masih minimnya kontribusi dari kedua lini bisnis itu, perusahaan berpelat merah ini mulai fokus mengembangkannya tahun ini.

Managing Dierector Indonesia Eximbank Indra W. Supriadi mengatakan, selama ini para eksportir tidak mengetahui bahwa pihaknya mempunyai lini bisnis asuransi dan penjaminan. Padahal lini bisnis itu juga menjadi mandat Indonesia Eximbank

“Kedua instrumen ini tidak dikenal oleh banyak eksportir. Mereka tahunya penjaminan dan asuransi hanya dilakukan oleh perbankan dan perusahaan asuransi,” tuturnya seperti ditulis Selasa (23/5/2017).

Indra menjelaskan dari total aset LPEI per Maret 2017 mencapai Rp 105 triliun. Dari total aset itu lini bisnis asuransi dan penjaminan hanya menyumbang Rp 17,4 triliun atau sekitar 17%. Jika dilihat secara rinci lini bisnis asuransi sebesar Rp 9,5 triliun sedangkan penjaminan Rp 7,9 triliun.

Demi menggenjot lini asuransi dan penjaminan, Indonesia Eximbank akan fokus melakukan sosialisasi dengan menggandeng para pialang. Setidaknya ada 32 perusahaan pialang yang telah digandeng oleh Indonesia Eximbank.

“Pemahaman eksportir masih sangat rendah. Kita ingin sosialisasikan agar meningkat. Seringkali eksportir dan pihak yang menerima jaminan tersebut enggak yakin. Padahal boleh karena itu sesuai UU,” imbuhnya.

Jika pemahaman para eksportir meningkat, Indra yakin lini bisnis asuransi dan penjaminan akan meningkat. Pihaknya menargetkan kontribusi kedua lini bisnis itu akan meningkat 20% tahun ini.

Jika dari sisi nominal pihaknya menargetkan kontribusi kedua lini bisnis tersebut meningkat menjadi Rp 18,9 triliun, dengan porsi asuransi ekspor Rp 9,7 triliun dan penjaminan Rp 9,2 triliun.

Indra menjelaskan, untuk asuransi bisa dimanfaatkan oleh eksportir untuk menjaga barang-barang yang di ekspor. Selain itu asuransi Indonesia Eximbank juga bisa melindungi potensi gagal bayar dari buyer di negara tujuan ekspor, serta properti yang menunjang ekspor.

Hingga saat ini Indonesia Eximbank sudah mengantongi Rp 6 triliun untuk asuransi marine cargo, Rp 1 triliun untuk gagal bayar dan Rp 2 triliun untuk asuransi properti.

Sedangkan untuk penjaminan saat ini sudah ada 356 debitur dengan jumlah sertifikat penjaminannya sebanyak 1.109 lembar penjaminan. “Penjaminan yang paling besar proyek pab rik amonia yang di Riau nilainya sekitar Rp 23 triliun,” tandasnya. (dna/dna)

https://sgimage.detik.net.id/community/media/visual/2016/12/19/4d46691a-1092-4847-8307-bba2224ed66a_169.jpg?w=650

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …