Garuda Incar Bisnis Perawatan Pesawat Di Iran



RMOL. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengincar pengembangan bisnis di­luar negeri melalui anak usaha mereka, PT Garu­da Maintenance Facility AeroAsia atau PT GMF AeroAsia. Bisnis yang akan dijalankan bukan dengan membuka rute pen­erbangan baru, melainkan menggarap perawatan pe­sawat di Iran.

Kerja sama ini sejalan dengan pemerintah yang tengah menggenjot kerja sama bilateral dengan Iran dalam sektor minyak dan gas (migas).

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, peluang bis­nis perawatan pesawat di luar negeri saat ini cukup besar. Karenanya, Garuda tertantang melebarkan say­ap di bisnis ini ke negeri para Mullah itu melalui GMF AeroAsia.

“Potensinya masih san­gat banyak, karena itu GMF kita dorong mengam­bil potensi bisnis perawa­tan pesawat. Kerja sama ini sejalan dengan pro­gram pemerintah yang juga meningkatkan kerja sama bidang ekonomi dengan Iran,” kata Arif di Jakarta.

Ia melanjutkan, meski Garuda berniat meningkat­kan kerjasama perawatan pesawat, namun maskapai penerbangan pelat merah tersebut belum berencana buka jalur penerbangan langsung Indonesia-Iran.

“Kita belum ada rencana ke situ (buka penerbangan langsung-red) kita akan kerja sama dengan beber­apa airline yang memung­kinkan untuk menjadi mi­tra kita untuk penerbangan ke Iran,” ujar Arif.

Adapun untuk ekspansi bisnis internasional, Arif mengatakan pihaknya akan memperluas pangsa pasar ke China dan Timur Ten­gah.

Selain itu, Garuda Main­tenance Facility AeroAsia juga berencana melantai di bursa pada tahun ini. Ren­cananya dengan pelepasan 20 persen saham GMF ke publik, kapasitas untuk pengembangan bisnis men­jadi lebih besar.

Arif menuturkan, ke­mungkinan bengkel pe­sawat ini akan melaku­kan joint venture atau akuisisi bengkel pesawat lain untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka.

Garuda menargetkan peningkatan bisnis tum­buh 8,7 persen di Tahun 2017. Untuk mendukung hal tersebut, Garuda bakal memboyong sembilan unit pesawat. Lima di antaranya adalah jenis Airbus, yang dikhususkan untuk ek­spansi anak perusahaan Garuda, Citilink.

Sedang empat pesawat lainnya adalah jenis ter­baru dari Boeing 737 yaitu Boeing 737 Max serta tiga unit ATR.

“Pesawat yang akan de­liver pertama kali produk terbaru dari boeing 737. Di triwulan III-IV nanti kita akan datangkan pesawat tersebut,” ujar Arif. ***

http://rmol.co/images/berita/normal/586452_09313418022017_Perawatan-Pesawat.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments