Grup Astra Resmi Masuk ke Bisnis Listrik

Bisnis

[ad_1]

KOMPAS.com – PT Astra International Tbk atau Grup Astra akhirnya masuk ke bisnis listrik. Mimpi lama perusahaan ini pun akhirnya terwujud.

Melalui PT United Tractors Tbk, mereka menandai proses pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa IV di Jepara, Jawa Tengah lewat tahap groundbreaking.

Dalam debut perdana itu, United Tractors bergabung dalam konsorsium bersama dengan Sumitomo Corporation Group dan The Kansai Electric Power Co., Inc. Group. Ketiganya berhimpun di bawah bendera PT Bhumi Jati Power.

Total kopral nilai investasi PLTU Jawa IV atau yang juga disebut dengan PLTU Tanjung Jati Unit 5 dan 6, mencapai 4,2 miliar dollar AS.

(Baca: Astra International Ungkap Rahasia Bertahan saat Krisis)

Boy Gemino Kalauserang, Direktur PT Bhumi Jati Power mengatakan, sumber pendanaannya terdiri dari 20 persen kas internal dan 80% pinjaman sindikasi perbankan.

Target pembangunan PLTU Jawa IV hingga selesai memakan waktu 50-54 bulan atau hingga tahun 2021.

“EPC contractor-nya itu dari Sumitomo dan PT Wasa Mitra Engineereing,” ujar Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk saat ditanya KONTAN di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (31/8/2017).

Segera setelah pembangunan PLTU Jawa IV rampung, United Tractors bisa segera menikmati pendapatan penjualan listrik. Hanya saja, mereka tak memberkan proyeksi pendapatannya.

Manajemen United Tractors hanya mengatakan, tarif listrik dalam perjanjian jual-beli atau power purchase agreement (PPA) PLTU Jawa IV di bawah tarif maksimum yang ditetapkan pemerintah.

(Baca: Astra Resmikan Astra Biz Center di BSD City Senilai Rp 777 Miliar)

“Jadi peraturan ESDM kan menetapkan masimum 6,3 sen per kwh, kami jauh di bawah itu,” terang Iwan Hadiantoro, Direktur PT United Tractors Tbk di Jepara, Jawa Tengah Kamis (31/8/2017).

Kesepakatan tarif PPA antara Bhumi Jati Power dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berlaku selama 25 tahun sejak beroperasi.

Jadi, selama itu pula United Tractors sebagai salah satu pemegang saham Bhumi Jati Power menikmati pendapatan rutin dari penjualan listrik.

Selain dari penjualan listrik, United Tractors juga berpotensi menikmati pendapatan dari penjualan batubara untuk bahan bakar PLTU Jawa IV.

Pembangkit listrik berkapasitas 2×1.000 megawatt (MW) itu butuh 7 ton batubara per tahun. Nah, United Tractors kebagian jatah untuk menyuplai sepertiganya.

Sementara dua pertiga kebutuhan batubara selebihnya berasal dari pemasok lain.

Beberapa pemasok seperti PT Kaltim Prima Coal, PT Kideco Jaya Agung, PT Jembayan Muarabara, PT Asmin Bara Bronang dan PT Prima Multi Mineral.

Menurut jadwal, kepastian pasokan batubara harus sudah ada sejak setahun sebelum pembangunan proyek PLTU Jawa IV rampung.

“Sekitar tahun 2020 awal commissioning kami sudah secure supply-nya, jadi kerja sama pasokan akan berlangsung selama 25 tahun ke depan,” beber Iwan.

Incar Proyek Listrik Lain

Keterlibatan United Tractors dalam proyek PLTU Jawa IV adalah bagian dari rencana meningkatkan kontribusi pendapatan non pertambangan.

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham UNTR di Bursa Efek Indonesia itu ingin, 20 persen porsi bisnis non tambang saat ini, naik menjadi 35 persen ke depan.

Dus, Grup Astra berharap ada proyek setrum lain pasca PLTU Jawa IV.

“Kami harap ke depan bisa berkontribusi dalam energi baru dan terbarukan yang sejalan dengan program Presiden Joko Widodo” tutur Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk di Jepara Kamis (31/8/2017).

Dua jenis pembangkit listrik yang masuk bahan pertimbangan United Tractors selanjutnya yakni pembangkit listrik mulut tambang dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Untuk PLTA, mereka mengincar lokasi di Kalimantan dan Sulawesi. Menurut United Tractors, kedua lokasi tersebut kaya dengan sumber daya air. (Andy Dwijayanto)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co,id dengan judul “Astra mulai proyek listrik perdana” pada Sabtu (2/8/2017)

Kompas TV Setelah dilanda kelesuan selama 2 tahun terakhir, produsen otomotif Astra Daihatsu Motor menargetkan kenaikan penjualan sampai 4% di tahun 2017. Naiknya daya beli masyarakat diharapkan kian membaik. Saat ini perusahaan akan fokus mengembangkan mobil jenis LCGC dan mobil kelas tengah yang sesuai dengan karakter pasar di Indonesia

http://assets.kompas.com/crop/0x13:1000×680/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/08/31/41872324611.png,0,-0,1)/data/photo/2017/08/23/568124196.JPG

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Toko Bunga Jakarta Online Murah Terpercaya

Selamat Datang di Website Kami: toko bunga jakarta online murah Menyediakan Berbagai Macam Bunga, Papan Bunga, Bunga Meja, Bunga Berdiri, Bunga Bouqet Tangan dll. Model papan bunga dengan kombinasi warna biru kuning hijau juga merupakan salah satu dari banyak model favorit di klien kami. pesan untuk dewan berkabung. Bouquet Flower …

kontraktor kaca dan aluminium composite panel
Bisnis
Spesialis Kontraktor Aluminium Composite Panel Gedung

Fasad & Dinding Tirai dari Aluminium Composite Panel Ringan dan kaca stopol. Spesialis kontraktor kaca dan aluminium composite panel dan juga kaca oleh PT Partindo. Akreditasi jaminan tertutup pasti akan diberikan untuk proyek yang membutuhkan berdasarkan panel serta persyaratan naungan yang memanfaatkan ditambah masalah lingkungan. Aplikasi Alcopan tidak terbatas pada …

daftar harga beton cor ready mix
Bisnis
Harga Beton Cor Readymix Per M3 untuk Wilayah Jakarta

Biaya Beton Semua Set Mix – Jayamix Per M3 Cor K225 Oktober 2017. daftar harga beton cor ready mix tidak terdiri dari jaringan uang tunai, jika lebih besar dari 10 pipeline. Dengan menyewakan pompa berdasarkan tuntutan waktu pemakaiannya bisa mencegah bahaya peralatan menganggur namun tetap perlu membayar uang sewa. Biaya …