Harga Stabil, Perhiasan Emas makin Dipilih untuk Investasi


Logam mulia emas maupun dalam bentuk perhiasan hingga kini tidak diragukan lagi menjadi wahana investasi maupun berspekulasi  oleh masyarakat. Selain harganya relatif stabil dan bahkan cenderung meningkat, perhiasan emas juga sangat mudah diuangkan ketika ada kebutuhan dana mendesak. Bagaimana prospek pasarnya jelang hari raya ini?

SEJUMLAH pebisnis perhiasan emas Bali maupun luar daerah menyampaikan, untuk investasi emas batangan dan perhiasan masih primadona. Di tengah lesunya ekonomi yang ditandai sulitnya menjual produk investasi lain salah satunya produk properti, harga emas justru sempat naik awal tahun 2017. Peluang ini jelas banyak dimanfaatkan untuk menjual investasi oleh kalangan spekulan sehingga peluang meraih untung sangatlah menggiurkan. Perhiasan emas baik yang dipermak dalam desain dan motif tradisional maupun modern diakui sejumlah produsen tetap diminati konsumen. Tak hanya konsumen lokal (Bali) tetapi juga luar daerah baik untuk perlengkapan tata rias pengantin terkait musim atau dewasa ayu pernikahan di Bali maupun terkait momen perayaan Idul Fitri. “Peluang pada momen hari raya ini harus dimanfaatkan dengan baik karena tren belanja masyarakat saat ini makin cerdas salah satunya dengan membeli emas,” ungkap Owner Sinar Mulia, Ariyanto, yang menyediakan berbagai perhiasan emas di kawasan Badung.

Dia menilai, perhiasan emas merupakan wahana investasi masa kini dan depan yang bisa dipraktikkan masyarakat sehingga memiliki ketahanan ekonomi lebih baik. Daripada membeli produk investasi lain seperti rumah atau mobil dengan nilai penyusutan tinggi. Tren investasi emas juga harus selektif. Seorang investor yang jeli akan memilih kadar perhiasan tertentu agar nilai investasinya minimal tetap stabil dan maksimal memperoleh keuntungan yang diharapkan. Beberapa kadar emas yang baik untuk investasi yakni kadar 22 karat dan 23 karat atau 91 persen. Kadar emas ini sangat awet dan harga investasinya sangat stabil dan cenderung naik. Yang paling baik lagi untuk investasi yakni emas 24 karat. Dengan tanpa ditambahkan nilai deklaratif (desain dan motif) emas ini ketika dijual kembali nilainya tetap murni dan tak ada pengurangan apa pun akibat desain dan motif yang menyusut. Emas 24 karat umumnya berbentuk batangan.

Terkait momen hari raya saat ini, diakuinya, transaksi masih stabil. Dalam sehari nilai transaksi maish di kisaran Rp 10 juta – Rp 25 juta. Volume pembelian dari sekian banyak konsumen beragam. Dia optimis dengan menyediakan produk bermutu kepercayaan pasar dapat digaet, terutama dengan menghadirkan perhiasan dengan desain dan motif terbaru dengan kolaborasi unsur permata maupun berlian. Owner Wirata Jewellry, Kadek Ariana dari Singapadu   (gun)

http://bisnisbali.com/wp-content/uploads/2017/06/emas-2-copy.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments