Ibu-ibu Ini, Jadi Korban Investasi Bodong


Korban investasi bodong memperlihatkan bukti yang dibawanya ke Polres Banyuwangi. (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Hati-hati dengan tawaran investasi menggiurkan. Sejumlah ibu-ibu di Banyuwangi, Jawa Timur mengaku menjadi korban investasi bodong.

Tak tanggung-tanggung, totalnya mencapai lebih dari Rp 600 juta. Kasus ini terbongkar setelah para korban mengadu ke Polres Banyuwangi, Kamis (6/7) sore.

Salah satu korban, Zemy Prihatiningsih (32), mengaku penipuan investasi ini dilakukan oleh YN, pemilik salah satu pusat kue di Perumahan Gria Gri Mulya, Banyuwangi. Wanita asal Licin, Banyuwangi ini harus kehilangan Rp 163 juta dalam kasus ini.

Awalnya, dia ditawari YN ikut arisan mulai November 2016. Karena sudah saling kenal, korban langsung percaya. “Arisan, terus ditawari investasi. Pertama bayar Rp 15 juta, hasilnya Rp 900.000 per minggu. Setelah itu, ditawari masuk investasi emas dan berlian,” kata Zemy di Polres Banyuwangi.

Meski belum mendapat hasil, Zemy kembali tergiur dengan iming-iming YN. Dia menawarkan investasi emas batangan. Caranya dengan mencari member, pembagian hasilnya 10 persen.

Tawaran ini membuat Zemy makin tertarik. Dia pun berhasil mencari 18 orang member. Total uangnya mencapai sekitar Rp 115 juta. ” Tapi, tak satupun yang investasinya cair. Seharusnya cair April 2017,” keluhnya.

Akibat kejadian ini, Zemy terpaksa menalangi uang member dengan dana pribadi. Yang menyakitkan lagi, ketika menagih ke rumah YN, 18 Juni, justru mendapatkan perlakuan tidak enak. YN juga kabur dan menghilang. “Kami terpaksa membawa kasus ini ke Polres karena YN tak bertanggung jawab,” jelasnya.

Ternyata, korban investasi bodong ini cukup banyak. Ditaksir mencapai lebih dari 40 orang. Nilai kerugiannya beragam. Mulai Rp 20 juta hingga Rp 300 juta. Rata-rata mereka memiliki bukti kwitansi pembayaran, transfer dan rekaman percakapan via ponsel.

Korban lainnya, Dorita (29), asal Perum Sobo, Banyuwangi mengaku rugi sekitar Rp 20 juta. Modusnya juga sama. Pelaku menawarkan arisan lewat grup percakapan ponsel Arisan Mama Gaul (AMG). “Awalnya, arisan Rp 500.000, lalu hasilnya ditawari investasi emas. Saya sudah setor Rp 20 juta,” jelasnya.

Namun, belum sempat menikmati hasil, pelaku keburu kabur. Modusnya, kata Dorita, pelaku memiliki jaringan investasi emas di Surabaya. Namun, fiktif.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus ini. “Kita akan lidik berbekal dari pengaduan para korban,” tegasnya. (Budi Wiriyanto/balipost)

Advertisements

http://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/07/balipostcom_ibu-ibu-ini-jadi-korban-investasi-bodong_01.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments