Indeks Kepercayaan Bisnis Asia Mencatatkan Rekor


Bisnis.com, SINGAPURA—Indeks kepercayaan bisnis di Asia berhasil mencatat rekor dengan naik ke level tertingginya selama tiga tahun terakhir pada kuartal II/2017.

Membaiknya data ekonomi di hampir seluruh kawasan Asia dan mulai meredanya kekhawatiran akan ekonomi China menjadi pendorong utama membaiknya iklim bisnis Benua Kuning. Hal tersebut tampak dalam laporan hasil survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters/INSEAD.

Indeks Sentimen Bisnis Thomson Reuters / INSEAD, yang mewakili prospek enam bulan dari 101 perusahaan, naik menjadi 74 pada April-Juni. Capaian itu naik dari Januari-Maret yang mencapai 70. Adapun, indeks di atas 50 menunjukkan adanya pandangan positif.

“Perekonomian dunia mulai terlihat lebih solid,” kata profesor ekonomi yang berbasis di Singapura Antonio Fatas di sekolah bisnis global INSEAD, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/6/2017).

Fatas menyebutkan, perekonomian AS yang mulai membaik, yang dsisertai oleh penguatan pertumbuhan lapangan kerja menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi keyakinanpara pebisnis.

Selain itu  keyakinan juga muncul atas kondisi ekonomi di belahan bumi lainnya, yakni Eropa. Kawasan Benua Biru tersebut dipercaya akan mulai pulih dari resesi panjangnya.

“Dan China terlihat seperti berada dalam situasi yang lebih stabil setelah mengalami pasang surut karena arus modal keluar selama beberapa tahun terakhir dan juga risiko ledakan utang,” tambah Fatas.

China secara luas diperkirakan akan memenuhi target pertumbuhan ekonomi 6,5% tahun ini tanpa terlalu banyak hambatan. Pertumbuhan yang positif itu dibantu oleh kenaikan ekspor dan pertumbuhan stabil dalam output pabrik dan ritel. Di sisi lain Beijing  juga berusaha mengurangi utang domestik.

Secara lebih rinci, Thomson Reuters/INSEAD dalam laporannya menyebutkan, negara-negara yang ekonominya sebagian besar bergantung pada aktivitas perdagangan, indeksnya naik menjadi 75 pada kuartal II/2017 dari 72 pada kuartal sebelumnya.

Jepang mengalami lonjakan yang cukup signifikan, di mana indeks kepercayaan bisnisnya pada April-Juni mencapai 83 dari 61 pada Januari- Maret. Capaian pada periode tesebut menjadi yang tertinggi selama delapan tahun terakhir, yang rata-rata hanya mencapai 58.

Kepercayaan konsumen yang melimpah dan pertumbuhan ekspor yang melampaui perkiraan awal membantu indeks kepercayaan bisnis di Indonesia meningkat 8 poin dari kuartal I/2017 menjadi 83 pada kuartal II/2017. Level tersebut menjadi yang tertinggi selama emapt kuartal terakhir.

Rebound paling tinggi pada indeks tersebut terjadi di Korea Selatan. Indeks kepercayaan bisnis Negeri Ginseng tersebut berhasil melompat 50 poin menjadi 75 pada kuartal II/2017. Sentimen pendukung kenaikan tersebut di antaranya muncul dari janji presiden baru negara tersebut untuk meninjau kembali sebuah keputusan untuk menerapkan sistem rudal anti-rudal AS yang telah membuat marah China dan mendorong mereka memmboikota barang-barang impor dari Korea.

“Awan risiko politik telah lenyap,” kata Fatas. 



Sumber Artikel

Komentar

comments