Ingin Mudah Cairkan Dana Mendesak? Investasilah Pada Aset Likuid



Investor dapat menerima pencairan dananya pada reksa dana kapan saja sesuai dengan kebutuhan dalam waktu paling lambat 7 hari kerja setelah instruksi penjualan. Copyright: dwiedemann / 123RF Stock Photo.

Bareksa.com – Selain keuntungan dan risiko, ada baiknya investor juga perlu memperhatikan sifat likuiditasnya dalam memilih produk investasi. Likuiditas ini artinya produk investasi tersebut mudah dibeli ataupun dijual, sehingga dapat dicairkan ke dalam bentuk uang tunai dengan segera (cepat). 

Sebab, ada juga jenis investasi bersifat tidak likuid yang membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk segera dicairkan ke dalam bentuk uang. Misalnya saja seperti investasi pada properti, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menemukan calon pembeli yang bersedia membayar dengan harga yang cocok. Oleh karena itu, jenis investasi ini biasanya digunakan untuk investasi jangka panjang, yang tidak dicairkan dalam waktu yang singkat. 

Pada umumnya, masyarakat saat ini masih memilih aset riil seperti emas sebagai pilihan investasi yang likuid. Memang tidak salah memilih jenis investasi ini, tetapi harga jual aset ini relatif lebih rendah di bandingkan dengan harga belinya. Apalagi emas tersebut berupa perhiasan yang dikenakan biaya (ongkos) pembuatan, sehingga keuntungan yang didapat dari investasi bisa jadi tidak maksimal. 

Sebagai contoh, berdasarkan data Indogold per tanggal 13 Maret 2017 dari sisi penjual, harga jual emas logam mulia (LM) 99,99 persen yang ditawarkan untuk investor adalah sebesar Rp533.000. Kemudian harga beli ditawarkan oleh toko adalah sebesar Rp522.000. Jelasnya tampak pada tabel di bawah ini. 

Tabel: Harga Emas Indogold per tanggal 13 Maret 2017 (dari sisi penjual)

Sumber: Indogold.com 

Berdasarkan contoh di atas, terdapat selisih sekitar Rp11.000 antara harga jual dan beli emas ini. Apabila pembelian emas dilakukan dalam jangka pendek, tentunya selisih harga jual yang lebih rendah dari harga beli ini menjadi kerugian bagi investor. Oleh karena itu, keuntungan pun urung didapatkan dari investasi emas untuk tujuan jangka pendek. 

Namun, saat ini tengah berkembang produk investasi di aset keuangan yang memiliki likuiditas cukup tinggi yaitu reksa dana. Reksa dana ini dikelola oleh manajer investasi profesional yang menempatkan dana dari masyarakat pada aset keuangan seperti saham, obligasi, dana deposito.

Dengan investasi pada reksa dana ini, investor dapat menerima pencairan dananya pada reksa dana kapan saja sesuai dengan kebutuhan dalam waktu paling lambat 7 hari kerja setelah instruksi penjualan. Selain itu, produk inipun tidak dikenakan biaya administrasi atau pajak dan batas jangka waktu tertentu untuk dicairkan seperti halnya deposito atau tabungan. 

Bahkan, kini pada produk reksa dana Cipta Dana Cash–yang merupakan salah satu produk reksa dana jenis pasar uang yang tersedia pada Marketplace Bareksa dan e-wallet Doku—dana bisa langsung dicarikan ke rekening hanya dalam waktu 2 hari kerja setelah melakukan instruksi penjualan. 

Dalam hal ini, reksa dana sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Setiap jenis reksa dana ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam menghasilkan keuntungan dan risiko. Risiko terendah dimiliki oleh reksa dana jenis pasar uang dan risiko tertinggi dimiliki oleh reksa dana saham (high risk high return). (Baca juga: Tentukan Reksa Dana yang Cocok dengan Return dan Risiko Tiap Jenisnya)
 
Selain sifat investasi yang harus likuid, pemilihan jenis investasi inipun ada baiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing. Hal ini dilakukan agar kita dapat merasa nyaman dan aman dalam mewujudkan tujuan keuangan di masa depan. (hm)

**

Ingin berinvestasi reksa dana?
– Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
– Beli reksa dana, klik tautan ini
– Pilih reksa dana, klik tautan ini
– Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

http://media.bareksa.com/cms/media/assets/image/2017/03/12136_a-broken-piggy-bank-isolated-on-a-dark-background-_675_380_c.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments