Ini Penyebab Harga Emas Menguat Tiga Hari Berturut-turut


Seorang karyawan mengambil butiran emas murni berkadar 99,99 persen sebelum mengemasnya di pabrik Krastvetmet di Krasnoyarsk, Rusia, 24 Oktober 2016. – Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah ambruk 3,94% selama dua pekan pada periode (6/6/2017) sampai (20/6/2917), harga emas terus melonjak sebanyak 0,72% dalam tiga hari perdagangan. Faktor apa yang menyebabkan harga emas menguat tiga hari berturut-turut?

Sesungguhnya, saat ini harga emas berada di antara sentimen negatif dan positif untuk pergerakan harga ke depannya. Sentimen negatif itu berasal dari potensi pasar modal di Amerika Serikat (AS) yang positif, pemulihan ekonomi global, dan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga ketiga kalinya pada tahun ini.

Namun, ada pula sentimen positif yang mengelilingi harga emas yakni, permintaan untuk lindung nilai terkait risiko kebijakan Presiden AS Donald Trump yang kerap kontroversial, serta faktor geopolitik yang bisa meningkatkan risiko aset investasi lainnya.

Arus dua sentimen yang berlawanan itu membuat berbagai pendapat analis juga bermacam-macam. Analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan, pada awal Juni, harga emas sempat menembus tren penurunan seperti pada periode 2011, tetapi tren itu tidak berlanjut.

“Namun, itu tetap bukan tanda yang sehat,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada (Jumat (23/6/2017).

Fawad menuturkan, harga emas berpotensi turun ke US$1.236 dan berlanjut ke US$1.200.

Beli Perak

Managing Director Precious Metals Insights Ltd. Philip Klapwijk mengatakan, tren saat ini menjadi yang tepat untuk membeli perak dan menjual emas jika anda ingin mendapatkan imbal hasil yang bagus.

Emas adalah logam mulia yang paling mahal ketimbang perak dalam satu tahun terakhir. Apalagi, pada tahun pergerakan harga emas mengalami sedikit kenaikan, tetapi sepanjang kuartal II/2017 harga perak malah merosot 9%.

Harga perak cenderung turun lebih dalam ketimbang emas ketika semua logam mulia melemah, tetapi ketika pasar tengah membaik harga perak berpotensi melonjak lebih tinggi.

Di sisi lain, ahli valas ABN Amro Bank NV Georgette Boele masih optimistik harga emas berpotensi terus melonjak lebih jauh sampai akhir tahun ini.

“Pada akhir tahun ini harga emas masih berpotensi mengarah ke US$1.300 karena dolar AS berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Senada dengan Georgette, Manajer Old Mutual Gold & Silver Fund Ned Naylor-Leyland mengatakan, harga emas berpotensi masih meningkat untuk jangka panjang seiring terbentuknya arus peralihan ke instrumen emas yang cukup langka pada akhir Desember 2016.

“Setiap ada aksi peralihan instrumen itu dalam 30 tahun terakhir, hal itu diprediksi bisa menggerakkan ke atas harga emas dan imbal hasil obligasi riil,” ujarnya.



Sumber Artikel

Komentar

comments