Ini rencana bisnis properti Panasonic di Indonesia


JAKARTA. Perusahaan Elektronik Jepang, Panasonic Group, semakin serius mengembangkan bisnis properti di Indonesia melalui anak usahanya PanaHome Corporation.

PanaHome menggandeng mitra lokal PT Gobel  International untuk bisa leluasa melakukan pengembangan bisnis di Indonesia dengan membentuk perusahaan patungan  yakni PanaHome Gobel Indonesia.

Perusahaan ini akan mengembangkan proyek perdananya di kota Deltamas bekerjasama dengan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) untuk mengembangkan kawasan hunian berkonsep smart city di lahan seluas 30 hektare (ha) dengan nilai proyek mencapai Rp 3 triliun.

Ary Syarif Corporate & Project Sales Division Head PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, proyek perdana kolaborasi antara perusahaan dan Puradelta Lestari tersebut baru akan diluncurkan tahun 2019. Pasalnya, PanaHome Gobel Indonesia membutuhkan waktu selama dua tahun untuk mengujicoba proyek hunian smart community yang cocok di Indonesia.

“Kami akan mengembangkan rumah dengan teknologi yang kita kembangkan di Jepang dan akan memberikan garansi selama10 tahun jika terjadi kebocoran rumah. Ini akan jadi yang pertama di Indonesia, makanya kami testing dulu karena udara dan kelembapan di Jepang berbeda dengan Indonesia.” Jelas Ary di Jakarta, Senin (24/7).

Ujicoba produk tersebut sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu dengan dua rumah percontohan, sambil terus mematangkan bagaimana skema pemasaran untuk proyek tersebut ke depan. Setelah ujicoba tersebut selesai, baru perusahaan bersama Puradelta merilis proyek ke pasar.

PanaHome Gobel Indonesia dan Puradelta telah membentuk perusahaan patungan dengan nama PanaHome Deltamas pada akhir Mei 2017. PanaHome memegang porsi 51% dan DMAS 49%. Ary bilang mengatakan seluruh proyek yang dikembangkan lewat kerjasama tersebut seluruhnya berupa landed houses.

Setelah proses ujicoba tersebut rampung, PanaHome Gobel Indonesia juga akan terus menjajaki kerjasama pengembangan proyek hunian dengan konsep smart lifestyle dengan developer lain. Hanya saja, Ary tidak menyebutkan pengembang mana saja yang didekati perusahaan.

Ary menambahkan, pihaknya tidak ingin asal-asalan dalam melakukan ekspansi. Seluruh produk yang akan ditawarkan ke pasar harus terbukti dan teruji kualitasnya. “Kami ingin menghasilkan produk hunian dengan zero maintenance,” kata Ary.

Pengembangan bisnis properti bukan hal yang baru bagi PanaHome. Di negeri asalnya, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1963 ini sudah membangun ratusan ribu hunian. Kemudian, perusahaan juga sudah melakukan ekspansi bisnis ke Taiwan dan Malaysia.

Ary bilang, Sebelum melakukan ekspansi ke Malaysia dan Taiwan, PanaHome juga sudah melakukan ujicoba cukup lama. “Kami membutuhkan waktu lima tahun untuk benar-benar bisa membangun proyek di negara tersebut,” ungkapnya.

Sementara dalam memilih partner kerjsama, PanaHome juga tidak asal comot. Perusahaan hanya akan bekerjsama dengan perusahaan yang memiliki visi yang sama.

Selain itu, melalui PT Panasonic Gobel Indonesia, perusahaan juga menjalin kerjasama dengan anak usaha PT Intiland Development Tbk (DILD) yakni PT Inti Griya Perdana untuk mewujudkan konsep smart community untuk kluster baru di Serenia Hills Jakarta Selatan.

Inti Griya Perdana akan merilis kluster baru bertajuk Quatum sebanyak 60 unit di lahan seluas 2 hektare (ha) pada September 2017. Ini merupakan kluster keenam yang dikembangkan di Serenia Hill. Seluruh unit tersebut akan dilengkapi dengan teknologi security system.

http://photo.kontan.co.id/photo/2017/04/12/379650385p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments