Ini Sebabnya Harga Emas Berubah Setiap Hari


MENGAPA harga emas berubah setiap hari? Tahukah Anda apa yang mempengaruhi harga emas Antam? Nyatanya ada hal-hal yang memang bisa mempengaruhi harga pasar emas.

Mari kita lihat 7 hal yang mempengaruhi harga emas Antam dan menyebabkan harga emas berubah setiap hari.

Emas atau logam mulia merupakan salah satu bentuk investasi yang likuid dan tidak mudah tergerus inflasi, sehingga menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat digemari.

Namun, pernahkah terpikir mengapa harga emas bisa berubah setiap harinya? Seluruh emas, termasuk yang bersertifikat Antam juga kerap berubah sesuai dengan kondisi pasar.

Jika Anda juga merupakan salah satu yang gemar berinvestasi emas, Anda tentunya selalu mengecek harga emas setiap hari. Mau cek harga emas hari ini dengan mudah? Anda dapat mengakses Finansialku.com.

Investor emas memang harus mengantisipasi naik turunnya harga emas setiap hari. Tetapi, sebenarnya fluktuasi harga emas bisa diprediksi jika Anda selalu memantau faktor-faktor penyebabnya.

Yang jadi pertanyaan adalah: “Apa saja sih faktor yang menyebabkan harga emas berubah setiap hari?”

Emas Antam, Apa Bedanya?

Jika Anda gemar berinvestasi emas, tentunya Anda juga tahu bahwa ada emas Antam yang harganya cenderung lebih mahal.

Pernah ada yang bertanya kepada saya. Apa bedanya emas pasar dan emas bersertifikat Antam? Mana yang lebih baik dipilih dalam investasi? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin menjabarkan bahwa emas pasar maupun emas Antam sama-sama berupa logam mulia. Tentunya pasti bernilai dan likuid dimana-mana. Namun, emas Antam memang merupakan emas yang dikeluarkan oleh BUMN PT Aneka Tambang. Nah, jadi apa bedanya emas pasar dan emas Antam?

Berikut beberapa perbedaan umumnya: 1) Emas Antam memiliki sertifikat yang membuktikan keasliannya, sehingga tidak membutuhkan uji kemurnian saat akan dilakukan jual beli. 2) Emas Antam sudah memiliki ukuran yang jelas, misal 5 gram, 10 gram, dan seterusnya. Sehingga Anda selalu harus membeli sesuai jumlah yang tersedia. (Jika Anda ingin membeli 5,2 gram misalnya, maka tidak bisa karena tidak ada nominal emas 0,2 gram di Antam). 3) Risiko lebih kecil. Maksudnya adalah emas Antam dikeluarkan oleh BUMN, sehingga besar kemungkinan ada bantuan pemerintah jika terjadi kebangkrutan atau hal-hal lain yang tidak terduga 4) Informasi terkait logam mulia Antam lebih jelas, misalkan ada tahun produksi yang bisa mempengaruhi harga jual belinya.

Kemudian mana yang lebih baik dipilih dalam investasi, emas pasar atau emas Antam? Jawabannya sebenarnya sama saja.

Perbedaannya hanya emas Antam memiliki harga yang lebih tinggi karena sertifikat dan bentuknya. Dikabarkan emas Antam memiliki sertifikat internasional pemurnian bijih emas hingga 99.99 persen sehingga lebih dipercaya. Tetapi buktinya emas pasar pun laku dimana-mana. Dengan demikian Anda tinggal memilih, jika ingin logam mulia yang bentuknya bagus dan jelas sertifikatnya, pilihlah Antam, namun tentu harga jual belinya lebih tinggi.

Tetapi, jika Anda ingin logam mulia dengan ukuran tertentu dan tidak peduli dengan bentuk atau sertifikat emas, investasikanlah uang Anda di emas pasar.

Tujuh Hal yang Mempengaruhi Harga Emas Antam

Dalam berinvestasi emas, Anda perlu mengecek fluktuasi harga emas setiap saat. Walaupun Anda memutuskan untuk berinvestasi emas dengan sertifikat Antam, bukan berarti harganya tidak dipengaruhi fluktuasi harga emas dunia. Dengan kata lain, naik turunnya harga emas dunia pasti mempengaruhi harga emas Antam juga.

Nah, dengan demikian, wajib hukumnya bagi seluruh investor emas untuk selalu mengecek kondisi pasar dan harga emas dunia.  Namun, kabar baiknya adalah jika Anda sudah sering melakukannya, lama kelamaan Anda sudah bisa memprediksi naik turunnya harga logam mulia yang satu ini.

Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan faktor penyebab fluktuasi harga emas yang akan dijabarkan di bawah ini:

#1 Nilai Tukar USD
Pada umumnya, terdapat korelasi antara nilai tukar dolar Amerika (USD) dengan harga emas di pasaran dengan kondisi sebagai berikut: Jika nilai tukar dolar Amerika (USD) melemah, maka harga emas cenderung naik. Berlaku sebaliknya, jika nilai tukar dolar Amerika (USD) menguat, maka harga emas cenderung turun.

Dengan demikian, sering-seringlah mengecek nilai tukar dolar Amerika untuk memprediksi kondisi pasar emas. Anda bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dengan rajin mengecek kondisi pasar global.  Misalnya, jika muncul gejala resesi global, maka paling aman untuk menyimpan logam mulia untuk berjaga-jaga.

#2 Keseimbangan Supply Demand (Penawaran Permintaan) Logam Mulia
Salah satu hal yang jelas mempengaruhi harga emas adalah kelangkaan. Sudah sewajarnya bahwa keseimbangan supply demand mempengaruhi harga suatu benda. Coba saja Anda bayangkan, sebuah benda yang supply-nya tinggi namun tidak ada demand, sama saja tidak laku, sehingga tentu harganya akan menurun. Tetapi berlaku sebaliknya jika supply-nya sedikit namun demand-nya tinggi, maka akan terjadi kelangkaan. Nah, kelangkaan inilah yang mengakibatkan naiknya harga suatu benda.

Konsep ini berlaku untuk jual beli emas dan produk atau jasa lainnya. Misalkan saja investasi properti. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa properti harganya stabil cenderung naik? Karena konsep kelangkaan berlaku mutlak pada bisnis properti.  Permintaan properti terus naik karena jumlah penduduk juga bertambah, namun sayangnya lahan yang tersedia tidak bisa ditambah. Dengan demikian, semakin lama lahan semakin sedikit dan menjadi langka. Karena hal ini, harga properti cenderung naik ketimbang turun.

#3 Naiknya Permintaan Industri Berbahan Baku Emas
Dilansir dari World Gold dan The London Bullion Market Association: 54 persen permintaan emas berasal dari industri perhiasan di dunia, seperti yang terdapat di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. 12 persennya berasal dari industri peralatan medis dan elektronik.

Jika jumlah permintaan industri berbahan baku emas ini terus naik, maka emas otomatis semakin langka. Pada akhirnya, kelangkaan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya terjadi kembali.

#4 Monopoli Emas Dunia
Tahukah Anda bahwa belakangan ini terjadi kasus penimbunan garam sehingga mengakibatkan naiknya harga garam di Indonesia? Teknik penimbunan merupakan sebuah akal-akalan agar menimbulkan kesan langka, sehingga mengakibatkan kenaikan harga. Setelah harga naik, mereka akan menjualnya dengan harga mahal sehingga memperoleh keuntungan. Inilah strategi monopoli yang banyak diterapkan sejak dulu.

Beberapa bank sentral dunia terbukti telah memonopoli pembelian emas di samping uang kertas. Dengan menimbun lebih awal, bank sentral seperti The Federal Reserve System (Amerika Serikat), Bundesbank (Jerman), dan European Central Bank (ECB) sudah memiliki cadangan emas sangat banyak. Seperti kasus kelangkaan pada 2 poin sebelumnya, hal ini jugalah yang berpengaruh terhadap harga emas.

#5 Isu Global: Politik, Krisis, Resesi, atau Perang
Ingatkah Anda akan kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998 dengan tujuan menjatuhkan kekuasaan Presiden Soeharto? Dengan kondisi ekonomi yang kacau balau, harga emas otomatis melonjak. Krisis ekonomi atau isu global lainnya seperti resesi atau perang kerap mempengaruhi harga emas dunia. Mengapa demikian? Emas sering kali dinilai sebagai penyelamat saat terjadi pergolakan ekonomi atau politik. Sehingga saat terjadi krisis atau perang biasanya harga emas akan melonjak naik.

#6 Terjadinya Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah angka (dalam satuan persen) yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang atau jasa secara umum. Hal ini berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: Konsumsi masyarakat yang meningkat. Berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi. Adanya ketidaklancaran distribusi barang

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Saat terjadi inflasi, mata uang dinilai tidak berharga, sehingga masyarakat akan mencari alat tukar lain yang lebih berharga. Salah satu contohnya adalah logam mulia atau emas. Dengan demikian, jelas bahwa saat inflasi, permintaan emas akan naik. Efeknya tentu saja kenaikan harga emas.

#7 Suku Bunga
Jarang sekali harga emas dikaitkan dengan fluktuasi suku bunga. Namun kenaikan harga emas kerap kali mempengaruhi suku bunga bank, seperti obligasi atau suku bunga tabungan.

Adapun kondisi yang umum terjadi adalah sebagai berikut: Jika harga emas mengalami kenaikan, maka suku bunga umumnya menurun. Berlaku sebaliknya, dimana saat harga emas menurun, maka suku bunga cenderung naik Keterkaitan juga terjadi jika terjadi perubahan suku bunga, dimana saat suku bunga meningkat, harga emas mungkin turun.

Berinvestasi Emas Tidaklah Sulit

Setelah melihat sekilas mengenai emas Antam dan hal-hal yang mempengaruhi fluktuasi harga emas, tentunya Anda memperoleh gambaran mengenai investasi emas.

Dengan demikian, Anda tidak perlu ragu lagi untuk berinvestasi emas, karena emas memiliki beberapa keuntungan umum, antara lain: Emas biasanya likuid dan tidak mudah tergerus inflasi. Emas atau logam mulia harganya cenderung stabil bahkan naik. Emas tidak mudah rusak dan mudah disimpan, misalkan dalam kasus banjir atau kebakaran, emas lebih aman daripada uang tunai.

Memang betul ada kemungkinan penurunan harga emas, namanya investasi selalu ada risiko dan ada fluktuasi harga. Namun dalam jangka panjang emas dinilai lebih aman karena layaknya properti, emas juga semakin langka.

Bagi Anda investor yang tidak terburu-buru dan suka main aman, coba berinvestasi emas mulai dari sekarang!

Melvin Mumpuni, CFP, QWP

www.Finansialku.com

http://rmol.co/images/berita/normal/675623_09174902092017_emas.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments